Berondong Manisku

Berondong Manisku
Kakak luar biasa ..Naughty wife


__ADS_3

"Iihh... Kamu nyebelin! masa panggilan buat aku begitu!" ujar Farrel merengut.


"Itu bagus, gak bakalan ada yang sama!" Metta masih terbahak.


Farrel mencubit pipi Istrinya, "Lagian siapa juga yang akan memanggil nama kesayangannya begitu, aneh kakak ini,"


"Kan biar beda sa--sayang!" mengatup bibir menahan tawa.


Farrel kembali mengkungkung tubuh Metta, "Aku gak mau beda kalau gitu, aku mau sama aja!"


Metta mendorong dan membalikkan posisi Farrel dengan terkekeh. "Kita lihat, apa aku bisa!"


"Coba saja kalau berani!" ujarnya dengan senyuman tipis di bibirnya.


Metta yang kini duduk di atas tubuh Farrel, mengikat rambutnya keatas, membuat leher putihnya semakin jelas terlihat, beberapa tanda kepemilikan jelas terpampang di sana.


"Kau sexy sekali sayang!" ujar Farrel terkekeh.


Metta membuka satu persatu kancing baju milik nya, dengan gerakan slow motion yang menggoda Farrel, "Wow...."


Dia melemparkannya begitu saja, lalu dengan menggigit sedikit bibir bawahnya, dan menatap Farrel tanpa berkedip.


"Astaga Kakak...." Farrel menahan sesuatu yang kini semakin bergejolak.


Metta mencondongkan tubuhnya, hingga kedua benda padat nan bulat itu menggantung bebas, tangannya menyusuri setiap inci tubuh Farrel, dengan jari telunjuk yang di masukan ke dalam mulut nya, menjilatnya sedikit lalu kembali menyusuri tubuh Farrel hingga beberapa inci di bawah pusar.


"Naughty wife hmm."


Metta menarik tipis bibirnya, menyusup diatas ceruk leher Farrel, menggigit kecil cuping telinga, "Biarkan aku yang bekerja kali ini, sampai kau tidak akan bisa melihat yang lain!" bisiknya ditelinga Farrel yang terkekeh.


Metta memundurkan tubuhnya, mengecup bagian dada bidang milik Farrel, dengan tangan membuka satu persatu kancing kemejanya, tak lupa dengan perut kotak-kotak yang dia sentuh dengan lembut.


Tidak sampai disitu, Metta membuka ikat pinggang yang sudah tidak terpasang sempurna itu, melepaskannya lalu mengikatkanya dikedua tangan Farrel.


"Ooh... sh iitt my Cherry," umpat Farrel membuat Metta semakin liar.


Dia berseringai seraya memundurkan tubuhnya di bawah sana, tangannya bermain dengan senjata yang kian kokoh di balik kain penutupnya.


"Aahhh...kakak!!"


"Ini belum seberapa," ucapnya dengan tersenyum menggoda.


Dia membuka kain ketat hingga benda kokoh itu menjulang ke atas. Wooh..


Perlahan namun pasti, jemari tangannya memegang benda itu dengan ragu, namun kembali menggerakkannya lembut.


Aaahhh....


"Kau suka?" Farrel mengangguk, dengan kedua manik coklat yang terus melihat pergerakan liar yang istri.


Huumpp


Farrel membulatkan matanya saat melihat Metta men jilati miliknya bak es krim, dengan lidah yang menari sebentar lalu memasukkannya kedalam rongga mulut.


"Aaahhh...kakak Nakal."


Farrel meronta, dia tidak tahan dengan apa yang dilakukan Metta, namun tangan yang di ikatnya sungguh menyiksa namun juga terasa nik mat.


Sisi liar dari seorang Metta yang keluar begitu saja, membuat Farrel kian meregang, makian demi makian keluar begitu saja dari mulut nya, membuat Metta berseringai namun juga tidak menghentikannya.


Metta kembali naik, menduduki perut Kotak-kotak milik Farrel, "Bagaimana? hem"

__ADS_1


Kedua manik Farrel mengerjap, saat Metta melesakkan benda itu dan memasukkan dirinya, namun hanya diam tak bergerak.


"Aaaahhhh.... sh iitt, lepas kan tanganku kak."


Metta berseringai lalu menggelengkan kepalanya.


"Kalau begitu bergerak lah."


"Jangan mengaturku Farrel!" ucapnya dengan melu matt bibir Farrel yang terbuka, membelit dengan lembut dan mulai menggerakkan tubuhnya, meliuk-liuk bak penari handal yang berada di atas panggung, membuat Farrel semakin bergejolak hebat.


"Eeeuuhhhgg.... kakak!!"


Bagai penunggang handal yang mampu menaklukan seekor kuda, dia menggeram, Farrel tak mampu berbuat banyak karena ikatan ditangannya. Sedangkan Metta semakin bergerak bebas dengan iriangan decakan dan de sahan yang lolos begitu saja.


"Eeeuuhhhhhh...."


"Sa-sayang, aku mau aaahhh..."


"Bersama sayang!"


Aaaaggghhh....eeeuuhhhgg


De sahan panjang yang menggema diruangan itu menjadi tanda kesekian kalinya yang lagi- lagi membawa mereka terbang, melambung tinggi bersama di puncak cakrawala, mengiringi indahnya harmoni dari suara lolongan yang panjang.


Tubuh Metta ambruk diatas tubuh Farrel, bermandi kan peluh, yang bercampur dengan aroma khas ber cin ta, melelahkan namun tak ada rasa bosan, selalu ingin dan ingin, lagi dan lagi.


"Kakak ternyata sangat nakal!" bisik Farrel ditelinga Metta.


"Oh yaa... Kau tidak menyukainya?"


"Bagaimana yaa?" ujarnya terkekeh.


Metta menengadahkan kepalanya, "Katakan, kau suka atau tidak, aku tidak akan melakukannya lagi kalau kau tidak suka." ujarnya dengan melepaskan tali pinggang yang membelit kedua tangan Farrel.


"I love you EL."


Farrel semakin mendekap dengan erat, kata yang ditunggu tanpa diminta, menjadi bukti perjalanannya selama ini tidak sia-sia.


"I love you more Mettasha." ujarnya dengan mencium pucuk kepalanya.


Hingga rasa lelah membuat mereka terlelap saling mendekap. Menghabiskan malam yang hanya tinggal beberapa jam saja.


Keesokan pagi


Metta meraba-raba ranjang disampingnya, namun tidak menemukan Farrel disana, mata yang mengerjap kini membulat sempurna.


"El...?" ujarnya dengan suara serak.


Namun tidak ada sahutan, Metta melihat tubuh polosnya yang hanya tertutup selimut.


"Astaga, sampai tidak ingat memakainya lagi!" gumamnya seraya menggulungkan selimut di batas leher.


Mengingat apa yang dilakukannya semalam, "Tak disangka aku melakukan hal gila seperti semalam."


Senyuman tak lepas dari bibirnya, lantas dia beranjak dari ranjang,


"Eeehh...mau kemana?" ujar Farrel yang masuk dengan nampan yang dibawanya.


"Mau mandi El, kau tidak ingat hari ini ada meeting pagi bersama seluruh divisi." ujarnya dengan duduk di tepi ranjang.


"Tidak perlu, kakak istirahat di rumah saja hari ini!" ujarnya dengan meletakkan nampan di tas ranjang.

__ADS_1


"Sarapan dulu,"


"Kok gitu, terus bagaimana dengan laporan divisi umum?"


Farrel mengambil sandwich dan meengarahkannya pada mulut Metta,


"Kakak tenang saja, semua sudah diambil alih oleh Doni, jadi kakak dirumah saja! Istirahat,"


Metta merengut namun juga mengunyah, Tapi iya juga sih, badan ku terasa patah semua, apalagi hanya tidur berapa jam semalam.


Sementara Farrel yang sudah rapi dengan setelan kemeja dan jas nya, mendudukkan dirinya disamping Metta.


"Apa yang kakak fikirkan? hem...."


"Aku hanya tidak terbiasa membolos kerja seperti ini El," menyambar bathrobe lalu mengenakannya secepat kilat.


Farrel terkekeh, mencium kilat bahu yang hampir tertutup itu, lalu dia kembali bangkit dan menuju walk in closed, mengambil dasi kemudian keluar lagi.


"Besok saja baru masuk, hari ini kakak istirahat, aku tidak mau kakak terlalu lelah, apalagi...." ujar Farrel dengan tersenyum.


"Apa?" Metta meraih dasi dan memasangkannya,


"Semalam kakak sangat hebat." ujarnya terkekeh.


"Iiihhh...kamu!" Wajah Metta merona.


"Jangan dibahas lagi, aku malu,"


"Aku suka kok! kakak luar biasa!" ujarnya dengan mencium pipi Metta berkali-kali.


"Iihh...udah deh! Nanti kamu terlambat."


Farrel terkekeh, dia lantas mengeluarkan sesuatu dari dompetnya, dan menyerahkannya pada Metta.


"Apa ini?" Metta memandangi kartu hitam yang terulur padanya.


"Aku belum memberikan uang pada kakak selama kita menikah. Ambil ini dan gunakan untuk keperluan kakak."


"Farrel..., ini berlebihan, keperluan ku tidak sebanyak itu, tidak perlu kartu sakti begini."


"Pake saja, ini memang khusus buat kakak!"


Metta mengambilnya dari tangan Farrel lalu memasukkannya kedalam kantong bathrobe. Farrel tersenyum dan kembali mencium kening istrinya.


"Aku pergi yaa, kalau kakak bosan. Hubungi Mac, dia akan mengantar kakak kemanapun."


Dia mengangguk, "Hati-hati...."


Farrel akhirnya keluar dan menghilang di balik pintu, Sedangkan Metta memilih kembali ke kamar dan menghempaskan kembali tubuhnya di atas ranjang.


Merogoh kembali kartu sakti yang baru saja diberikan oleh Farrel. Lalu memandanginya sesaat.


'Aku tidak menyangka hidup ku sekarang, penuh kejutan dan tentu saja bahagia. Aku tidak mau memikirkan lagi bagaimana nanti, yang pasti saat ini aku bahagia.'


.


.


Terima kasih untuk kalian yang sudah bersedia vote dan gift buat karya receh ini, semoga tidak membosankan yaa..hihihi


Lope-lope buat kalian.

__ADS_1


Senin mengriweh, maaf kalau author belum sempat balas komen kalian❤


__ADS_2