Berondong Manisku

Berondong Manisku
1 Love You Just the way u are


__ADS_3

"Kakak, aku tau ini tidak mudah untuk kakak, tapi aku selalu berharap kakak percaya sepenuhnya padaku."


"Apa yang kau bicarakan,?"


"Aku tau kakak tidak ingin aku menjanjikan apapun pada kakak, aku juga tau kakak tidak akan menagih apapun padaku,"


Hening tak ada jawaban.


Suara petikan senar gitar masih mendayu, menambah suasana semakin temaram, satu persatu lampu lampu kecil menyala mengelilingi mereka.


Metta terperanjat, "Apa inii semua El?"


Farrel menarik bibirnya melengkung dengan penuh,


"Aku sayang kakak,"


"Kau menyiapkan semuanya?" Farrel mengangguk.


Metta masih tidak percaya,"Kapan kamu menyiapkan?"


Farrel terkekeh "Kakak tidak usah memikirkannya, membuat kakak bahagia ketika berada di sisi ku adalah tugas ku"


"Kau ini, yang ada kamu membuat aku kesel terus,"


"Kalau tak membuat kesal, kakak tidak akan suka padaku"


"Kebiasaan.."


"Apa sekarang Kakak percaya padaku?"


"Lalu bagaimana dengan bundamu?"


"Biar itu jadi urusanku, kakak tidak usah memikirkannya"


"Bagaimana bisa aku tidak memikirkannya?"


Farrel meraih tangan Metta dan menggenggamnya, dengan netra meneduhkan dia memandang kekasihnya itu.


"Kakak cukup percaya padaku dan tunggu aku, kakak mengerti"


Dengan tatapan menelisik, akhirnya Metta mengangguk, "Aku percaya kamu El"


Ada yang semakin menghangat didalam sana, bagai kumpulan kupu kupu menggelitik, berterbangan kesana dan kemari. Bersamaan gelanyar aneh yang kian mendesir.


"Tapi aku tidak bisa menjanjikan apapun padamu, aku hanya bisa mencintaimu dengan sederhana"


Farrel tersenyum, "Akhirnya kakak mengatakannya juga,"

__ADS_1


"Ish,.. Kau ini"


"Meski sederhana, tapi kumplit kan?"


"Kumplit?"


"Iya, rumah makan sederhana juga kan kumplit. hahahah"


"Astaga Farrel ish..." Metta memukul lengan Farrel bertubi tubi.


"Masih saja nyebelin.."


Mereka berdua larut dalam tawa, Farrel menarik tubuh mungil Metta hingga merapat dengan bersandar pada dadanya. Melingkarkan tangannya dibahu Metta, dan Metta melingkarkan kedua tangannya dipinggang Farrel.


"Kutitipkan hati ini seutuhnya, tepati janjimu El"


.


.


Cuaca yang semakin dingin dengan kabut semakin tebal, mereka menghabiskan waktu dengan alunan musik yang masih setia menemani, dengan langit yang sudah menghitam. Semakin syahdu ketika mereka saling mendekap, saling merajai hati, menitipkan harapan, membangun asa dan tentu saja Kenangan.


Kenangan yang dibangun berdasarkan cinta, meski restu belum juga sepenuhnya, tak lantas membuat kita menyerah untuk berjuang, karena mereka pun tak pernah tau kapan waktunya tiba.


Farrel tiba tiba meraih dagu Metta, dia menariknya lebih dekat, hingga netra mereka saling beradu, mulai meresapi kehangatan dari pertemuan dua benda kenyal yang bertaut.


Decakan mulai terdengar semakin memburu, saling berpagut, mengabsen setiap bagian bagian yang berada di dalam sana. Hingga tautan mereka berhenti, saling menempelkan dahi dengan nafas tersengal.


" I Love u just the way you are"


Metta tersenyum "Me too.."


.


.


.


Kini mereka berdua dalam kereta malam dalam perjalanan pulang kembali. Wajah berbinar karena akhirnya satu diantara keinginan lama yang baru saja terwujud.


Metta begitu bahagia dengan keinginan begitu sederhana yang telah lama diinginkannya. Bahkan hampir lupa dan tidak menyimpan harapan banyak karena hanya sebuah keinginan.


Metta memandang nanar pria yang belum genap 20 tahun disampingnya, begitu meneduhkan, dengan rambut yang sedikit menutupi dibagian dahinya, alis tebal nya hidung lancip nya dan bibir tipis miliknya yang sedang terlelap dengan menggenggam tangannya.


"Sudah puas belum menatap ku sampai ileran begitu?"


"Astaga, satu yang terlupakan nyebelin gak ketulungan"

__ADS_1


"El..." Metta menyelusupkan kepalanya di lengan Farrel. Semburat merah terlihat di wajah putihnya.


"Kenapa kakak malu hem?"


Gerakan gelengan terasa di lengan Farrel.


"Kakak,..geli lihat sini"


"Lihat sini.."


"Gak mau"


"Astaga kenapa gue semalu ini"


"Apa kakak malu karena ketahuan"


Gerakan gelengan semakin kuat terasa.


"Sudah jangan dibahas lagi"


"Hahahha..Kakak ini menggemaskan sekali, malu sampai segitunya"


"Ku bilang jangan dibahas"


"Iya iyaa..gak aku bahas lagi sayang"


Semburat merah kian memanas saat bisikan Farrel tepat di telinganya.


"Astaga..."


l



.


.


.


Hai hai..sebenernya aku belum nemu visual Metta yang cocok, kalau kalian ada saran boleh yaa. Selama belum ada visual Metta yang cocok, kalian ngehalu aja jadi Metta kalo mau🤣🤣 karena aku pun suka begitu.


Jangan lupa like, komen dan terus dukung karya remahan aku ini. karena satu dukungan dari kalian sangat aku nantikan. makasih buat yang udah selalu kasih aku semangat untuk up. Semangat anjutin kehaluan ini, dan Semangat itu pula yang membuat aku terus ingin menghalu.🤣


Terima kasih juga buat yang udah komen..yang bener bener hanyut dalam kehaluanku🤣 kita ngehalu bareng bareng..


Lope lope buat kalian, šŸ˜˜ā¤ā¤

__ADS_1


__ADS_2