
" Sadar nakal" Metta memukul lengan Farrel yang berada dikemudi.
"Aw..kakak kenapa terus memukulku" ringis Farrel mengusap lengannya, sekilas memperlihatkan bibirnya yang tersenyum.
" Karena kamu nakal," tukas Metta menyilangkan kedua tangan didadanya.
" Kakak jangan marah,! "
" Enggak"
" Beneran enggak marah, kok muka nya gitu" Ucap Farrel menatap Metta.
Farrel menghentikan mobilnya, mencondongkan tubuhnya ke arah Metta yang sedang menatap luar dari kaca jendela.
" Lho kenapa berhenti?" Metta menoleh dengan cepat ke arah Farrel
Cup..
Bibir Metta mengenai hidung Farrel
"Kebiasaan sih," tukas Metta mendorong tubuh Farrel, mengerucutkan bibirnya seraya merubah posisi duduknya.
" Habis kakak bikin aku gemes" ucap Farrel dengan terkekeh.
" Tau ah..." ucap Metta dengan kesal.
" Iyaa..iya maaf "
Farrel kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, membelah jalanan yang sudah mulai renggang. Hari sudah semakin gelap, saatnya tubuh yang lelah mengistirahatkan diri.
.
.
Tidak lama kemudian mereka tiba di rumah Metta,
" Aku langsung pulang aja ya kak, gak enak udah malem"
Metta mengangguk, membuka seat belt nya lalu membuka pintu, " Ya, sudah kamu hati hati yaa" ucapnya.
" Dadah kakak, nanti mimpiin aku yaa"
Metta berbalik ke arah Farrel yang masih melambaikan tangan.
"Ish, dasar bocah gak tau malu " gidik nya kemudian melangkah kembali memasuki rumah.
" Hei kak, tumben amat loe jam segini baru pulang!?" tukas Andra.
Metta yang baru saja memasuki rumah nya kaget dan menoleh ke sumber suara.
" Astaga, nyon loe ngagetin gue deh ah"
" Segitu doank kaget loe kaya udah bikin dosa ya lo," cibir Andra.
Metta mengeplak kepala Andra yang tengah berbaring di ruang tamu.
" Ngomong jangan sembarangan,"
" Aaaaw..kak makin bar bar aja sih loe sama adik sendiri juga, gimana nanti sama pacar atau suami"
" Sama aja, gak ada bedanya"
Andra memicingkan kedua manik hitamnya ke arah sang kakak,
" Jadi loe udah punya pacar nih sekarang?"
" Siapa yang bilang begitu,?
" Loe barusan nyon yang bilang,"
"Gue gak bilang begitu," Metta melangkah meuju kamar nya dengan cepat, entah kenapa merasa dirinya sedang melakukan dosa besar jika mengakui hubungannya dengan Farrel pada adiknya.
" Kalau tidak punya kenapa juga harus gugup" gumam Andra heran.
.
__ADS_1
.
Farrel memasuki kamarnya, melemparkan tasnya dengan asal, kemudian merebahkan dirinya ke atas ranjang. Memejamkan matanya dan tersenyum membayangkan kejadian hari ini, Farrel menutup mukanya dengan bantal dan berguling guling di kasur. Gak bisa dibayangkan betapa bahagianya dia saat ini.
Tiba tiba saja Alan masuk tanpa mengetuk pintu, memanggil manggil Farrel namun tidak ada jawaban.
" Wah parah nih anak kenapa?" tukas Alan menatap Farrel yang bertingkah seperti itu. Namun Farrel belum juga menyadari Alan yang sudah duduk ditepi ranjangnya, sedang memperhatikan dirinya hang bertingkah konyol.
Sesaat kemudian Farrel berbalik dan melihat Alan yang tengah menatapnya heran.
" Astaga, ngapain kamu disini?" ujar Farrel gelagapan, dengan cepat beranjak dari ranjag
" Bukankah harusnya aku yang bertanya seperti itu?" sahut Alan.
" Cx sudah sana pergilah, jangan menggangguku"
" Kau kenapa aneh sekali, baru tadi sore kau menelepon ku dengan panik dan marah marah, sekarang guling guling gak jelas seperti bayi" Alan bergidik.
" Jangan menyebutkan bayi, aku bahkannsudah punya pacar sekarang, kau iri yaa..iyaa?" Farrel berdiri diambang pintu kamar mandi dengan berkacak pinggang.
" Pppfff..apa kau bilang kaubpunya pacar,?Iri..? berlebihan sekali"
" Hei kenapa kau tidak kaget aku punya pacar?" Farrel memicingkan matanya menatap Alan yang tengah menahan tawa.
" Jangan kau bilang kau menyuruh anak buah mu mengikutiku" Farrel berkacak pinggang mendekati Alan.
" Sudah ku bilang aku ini sudah dewasa," Farrel meraih guling dan memukulkan nya pada Alan.
" Kata siapa kau sudah dewasa, kau ini anak bayi" ujar Alan membalas memukul Farrel dengan bantal.
"Aku sudah punya pacar sekarang!"
" Kau masih dibawah umur!"
" Kau saja yang ketuaan"
Sesaat kemudian mereka saling memukul dengan menggunakan bantal guling, hingga isi dalam bantal guling itu berhamburan keluar. Mereka merebahkan diri diranjang dengan nafas terengah engah.
" Kau ingin terakhir kali bunda memarahi kita karena bantal guling yang isinya keluar berserakan." ucap Alan terengah engah.
" Ya, waktu aku umur 7 tahun kan, itu aku masih kecil Alan"
" Aku sudah punya pacar, sekarang kakak pacarku"
" Aku sudah tahu"
" Berarti kau tak akan mendapat pajak jadian dari ku"
Alan mengernyit " Hahaha, benarkan kau ini masih kecil"
" Memangnya kenapa?"
" Tidak apa apa terserah kau saja, pajak jadian hahha" Alan beranjak, hendak keluar dari kamar Farrel yang sudah tak karuan.
" Kau pasti seperti ini, pergi begitu saja setelah membuat kekacauan, dan aku bahkan belum menceritakan semuanya" Farrel terkekeh dan berlalu kekamar mandi.
"
Farrel menyalakan shower, membasahi tubuhnya sambil bernyanyi,
Kau dan aku tercipta oleh waktu
Hanya untuk saling mencintai
Mungkin kita ditakdirkan bersama
Merajut kasih menjalin cinta
Berada di pelukanmu mengajarkanku
Apa artinya kenyamanan, kesempurnaan cinta
Berdua bersamamu mengajarkanku
Apa artinya kenyamanan, kesempurnaan cinta
__ADS_1
Kau dan aku (kau dan aku) tercipta oleh waktu
Hanya untuk saling mencintai
Mungkin kita ditakdirkan bersama
Merajut kasih menjalin cinta
Berada di pelukanmu mengajarkanku
Apa artinya kenyamanan, kesempurnaan cinta
Berdua bersamamu mengajarkanku
Apa artinya kenyamanan, kesempurnaan cinta
Tak pernah terbayangkan olehku (tak terbayangkan olehku)
Bila kau tinggalkan aku
Hancurlah hatiku, musnah harapanku, sayang, ah
Berada di pelukanmu mengajarkanku
Apa artinya kenyamanan, kesempurnaan cinta
Berada di pelukanmu mengajarkanku
Apa artinya kenyamanan, kesempurnaan cinta
Berdua bersamamu mengajarkanku
Apa artinya kenyamanan, kesempurnaan cinta
Hu-hu
Ho-ho
Ho-ho-oh
Masih dengan bernyanyi, Farrel keluar dari kamar mandi. Masih dengan handuk yang melilit di pinggangnya, Farrel meraih ponsel yang diletakkan diatas meja. mencari kontak Metta dan
💬 " Kakak apa kau sudah tidur?"
💬"Sudah"
💬 "Kakak !!"
💬" Kamu memang sedang apa? sudah sana tidur ini sudah malam"
💬" Aku sedang memikirkan tentang pajak jadian "
💬...." Pajak jadian?? untuk apa?"
💬" Kita kan baru saja jadian, pasti nanti akan banyak teman teman yang akan minta pajak jadian
💬" Astaga Farrel!!"🤦♀️...........
💬 " Memangnya kenapa kak?"
💬 " Kak?? Sudah tidur??..
💬 " Untuk apa pajak jadian itu?"
Farrel bergeleng kepala, menaikkan sudut bibirnya nya keatas, " Masa Kakak gak tau pajak jadian itu, bahkan teman temanku saja selalu heboh ketika ada teman yang lainnya baru saja punya pacar"
.
.
.
Maaf kemaren gak bisa up karena sibuk di LR, terus ilham aku gak dateng dateng 😂
Jangan lupa like, komen dan dukungan nya buat karya recehan remah rangginang sisa lebaran ini,
__ADS_1
Semangat hari senin, kalau boleh Vote nya sekalian..😋😁 tapi gak maksa lho yaa...
Makasih yang udah selalu nunggu 😘