
"Pak Farrel, semua orang sudah menunggu ayoo masuk "
Farrel terhenyak, ingin rasanya menyumpal mulut orang itu dengan kaos kaki, mengingat dia berbicara hal itu saat Metta sedang berada di dekatnya.
Sementara Metta mengernyit, mencerna apa yang dikatakan rekannya itu.
" Metta ayo" ajak Hendra kemudian,
" Pak Bas tadi sudah menghubungiku, mengatakan kau dan aku akan menggantikan beliau yang tidak bisa hadir"
Metta mengangguk, dia berjalan melewati Farrel yang tengah terpaku.
" Kakak....Aaku.."
Belum selesai dengan ucapannya Alan yang hendak masuk ke ruangan rapat tersebut memanggilnya.
" Hei..kau "
Metta yang berjalan tertatih itu menganggukkan kepalanya melihat Alan yang masih dia kira CEO diperusahaan tempat bekerja, lalu masuk kedalam ruangan yang digunakan untuk rapat itu.
Alan menyeringai melihat Farrel yang kini bahkan berantakan. kemeja yang dia pakai terlihat kotor, dan rambut yang berantakan
" Kau dari mana saja "
" Kacau Lan ..kacau semuanya"
Alan menautkan kedua alisnya, menerka nerka apa yang terjadi.
" Sudah kau bersihkan dirimu dulu, setelah itu segera masuk, ceritakan nanti setelah kita selesai"
Farrel mengangguk, dia berjalan menuju toilet untuk merapihkan diri, membiarkan Alan masuk
terlebih dahulu.
" Kita mulai" ucap Alan dingin.
Dia memulai rapat itu tanpa Farrel, tentu saja karena semua sudah terencana, Farrel yang menghadapi karyawan perkebunan, sementara Alan yang akan mengurus Perwakilan divisi kantor pusat guna menyeimbangkan hasil investigasinya.
Tak peduli tatapan kesal dari karyawan yang seharusnya libur tiba tiba dihubungi untuk lembur. Alan memeriksa data dan menyuruh para perwakilan divisi yang bergabung untuk menangani masalah perkebunan.
Perusahaan Adhinata Corp memang bergerak diberbagai bidang. Perkebunan salah satu diantaranya yang semakin pesat, hingga masalah yang terjadi sekarang harus segera dituntaskan karena tanpa disadari jika dibiarkan lama-lama akan membuat perusahaan terkena imbasnya.
" Gimana dengan laporan dari divisi kalian" tanya Alan"
Alan menunjuk perwakilan dari General Affair, yang dikepalai oleh Bastian.
" Baik Pak, "
" Kami dari tim General sudah siap jika dana untuk intensif para karyawan harian lepas perkebunan segera diturunkan kepada yang berhak mendapatkannya, serta penunjang lainnya yang diperlukan, tinggal menunggu ACC saja"
Alan terlihat dingin dengan perjelasan yang Metta kemukakan.
" Namun sebaiknya ada Dana intensif lainnya yang disiapkan perusahaan agar tidak terjadi kesenjangan sosial diantara karyawan."
Saat itu juga Farrel masuk dan langsung terduduk dikursi yang sudah disiapkan, dengan tatapan nanar dia menatap Metta yang sedang memberikan laporannya.
Metta sendiri terhenyak melihat kedatangan Farrel bahkan lebih tidak percaya karena Farrel duduk di kursi sebelah Alan. Karyawan yang sudah mengetahuinya hanya mengangguk dan tersenyum kepada Farrel, sementara yang belum tau hanya menatap heran padanya.
Kasak kusuk terjadi dibelakang, beberapa menerka Farrel adalah wakil dari Alan, Asisten Alan bahkan ada yang berpendapat perwakilan dari managemen perkebunan.
__ADS_1
"Maaf, Silahkan dilanjutkan" ucap Farrel datar.
Metta mengangguk..
" Jadi bagaimana pak?"
"Kau tau intensif itu hanya untuk karyawan yang berprestasi dengan maksimal" ujar Alan.
" Lalu bagaimana dengan karyawan yang sudah lanjut usia,?"
Alan terdiam, memang benar dia tak memikirkan karyawan yang sudah lanjut usia.
" Saya tidak perduli dengan hal itu" tukasnya dingin.
" Apa pernah bapa memikirkannya, sementara karyawan yang lanjut usia tidak akan mampu bersaing tenaga dengan karyawan yang masih muda"
" Haruskah saya memikirkannya?"
Braak....
Alan menggebrak meja membuat para perwakilan divisi terhenyak.
" Katakan alasan perusahaan harus berfikir pada hal itu"
Hening....
Tak ada yang berani menjawab, entahlah mungkin tak ingin berurusan dengan seorang Alan, meski tau jawabanya.
"Karena dalam hal ini saja, jelas akan menimbulkan kesenjangan sosial yang signifikan" Metta berbicara dengan suara lantang.
Sebagian orang mengangguk nganggukkan kepalanya, sementara yang lain menampilkan raut wajah kaget, bagaimana Metta yang terlihat tidak menonjol di kantor bisa
" Jadi apa anda ada ide, nona Mettasha??"
" Akan ku mempertimbangkan jika itu dapat ku terima" Ucap Alan dingin.
" Dan berlaku untuk kalian semua yang ikut terlibat"
Suara bariton Alan terdengar memecah keheningan, dia berbicara dengan tegas dan berwibawa,
Metta terhenyak, ini kali pertama dia berinteraksi langsung dengan Alan. suaranya yang berat, dengan raut wajah datar pertanda ketegasan yang sangat jelas, rahangnya keras, manik hitam tajam bak mata elang, tubuhnya yang nampak tegap. Seperti itulah kira kira sosok CEO diluaran sana, bahkan menjadi tranding dunia pernovelan, CEO CEO kejam, yang bertindak sesuka hati, menindas dengan kekuasaan yang dimilikinya bahkan tak jarang diam diam menjadi seorang mafia yang berkuasa tanpa diketahui dunia. Dan Metta melihat semua itu dihadapan nya sekarang. Apa dia harus gentar,,? tentu saja, Metta tidak ingin kehilangan pekerjaan nya karena membuat Alan marah.
Namun karena Bastian memberikan wewenang penuh padanya, mau tidak mau Metta harus memiliki keberanian untuk berbicara.
Sedangkan Farrel hanya menarik sudut kiri bibirnya keatas, tersenyum simpul melihat apa yang Alan lakukan. Dan tentu saja manik hitamnya itu tak lepas dari sosok Metta, bahkan tidak percaya Metta bisa sememukau ini, membuat Farrel semakin mengagumi sosok Metta.
" kita siapkan dana khusus untuk menyiasati perbedaan kesenjangan antara karyawan lanjut usia dan karyawan yang masih muda"
" Contohnya.? cepat katakan.." Alan semakin kesal.
" Kita siapkan dana untuk penghargaan pada karyawan usia lanjut yang berdedikasi tinggi pada perusahaan, kita bisa lihat dari berapa lama dia mengabdi pada perusahaan, atau kehadirannya, juga bisa kita lihat dari kualitas hasil kebun yang dihasilkannya "
" Merepotkan saja"
" Hanya menambah pekerjaan kita saja" gumam beberapa orang dari divisi lain.
" Kenapa tidak kita suruh pensiun saja" Sarkas rekan dari belakang.
"Kenapa seseorang yang sudah lanjut usia masih bekerja??"
__ADS_1
" Apa tidak terpikir oleh kalian, mungkin saja mereka hanya menggantungkan hidupnya dari sini" Tukas Metta
Dengan menggebu gebu dia kemukakan, seperti sedang menceritakan keluarga nya sendiri, atau dia memang sedang menceritakan keluarganya sendiri.
" Mungkin bagi kalian yang berasal dari keluarga berada hal ini tidak akan menjadi masalah besar, tapi buat mereka ini adalah tentang kehidupannya" Ujar nya kemudian.
" Saya setuju" ucap beberapa orang.
Sementara Alan hanya berdecak, namun jauh didalam hatinya Alan mengagumi pola fikir yang Metta kemukakan.
" Akan saya pertimbangkan, dan siapkan semua dengan baik" ujar Alan
" Rapat selesai"
" Nikmatilah hari ini karena kita akan bekerja lebih keras besok"
" Udah gitu doank..Astaga gue udah ngomong panjang lebar jawabannya gitu doank" Batin Metta merapihkan berkas.
" Dasar es batu " ..gumamnya pelan.
Metta keluar bersama Hendra, menuju tempat yang sudah dipersiapkan untuk mereka bekerja untuk hari besok. Melewati Farrel begitu saja yang tengah menatap ke arahnya.
Dan Farrel tidak bisa berbuat semaunya karena ada Hendra didekat Metta yang sudah jelas mengetahui siapa dirinya.
" Bersabarlah Farrel" ucapnya pada dirinya sendiri.
Farrel tiba tiba terperanjat, tepukan keras yang diberikan Alan dibahunya membuatnya kaget.
" Cx sialan bikin kaget aja"
" Gimana kejutan yang kuberikan"
" Kejutan" Farrel menautkan kedua alisnya,
Alan mengangguk, dengan seringai di bibirnya.
" Jadi loe sengaja membuat kakak ada disini "
Farrel menebak dengan cepat, dan tebakannya pun benar.
" Aku yang menyuruh Bastian tak usah hadir, agar kakak loe itu bisa kesini"
Alih alih senang, Farrel mendelikkan matanya dan mengerucutkan bibirnya.
" Cx kau hanya membuat kakak kesulitan"
" Kesulitan apa, kau tak liat tadi, kau saja sampai melongo begitu"
" Tetap saja kau sengaja membuat kakak sulit"
" Lantas gunanya kau apa?"
Setelah mengucapkannya Alan beranjak meninggalkan Farrel, sementara Farrel tengah memikirkan ucapan Alan, satu yang pasti apa yang dilakukan Alan selama ini untuknya adalah kemudahan demi kemudahan.
"Cx bahkan dia memudahkan gue dalam urusan cinta "
.....................
🍁🍁
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian, boleh comeng, likenya juga😂 vote boleh apalagi hadiahnya..😊 terus dukung aku biar aku lebih semangat lagi 💕💖.