Berondong Manisku

Berondong Manisku
You are my Hero


__ADS_3

Alan mematung mendengar pertanyaan Farrel yang tiba tiba, entahlah. Alan pun tak tahu apa dia menyukai Tasya atau tidak, yang pasti dia sangat membenci gadis itu. Gadis yang menjadi penyebab masalah bagi orang orang yang sudah dianggap keluarganya sendiri.


"Aku ikut.." Ucap Tasya diambang pintu saat Alan menggopoh Farrel keluar dari apartemen.


Tidak ada jawaban dari Alan, dia hanya melirik sebentar lalu melangkah kembali.


"Sudahlah gue bisa pulang sendiri."gumam Farrel.


"Gak bisa" tukas Alan dengan tetap menggopoh Farrel.


"Gue gak mabuk Alan...hhaha hanya sedikit," bisiknya dengan ibu jari yang mengapit tekunjuk.


"Rese lo.." gumam Alan, namun Farrel hanya tertawa dan kembali meracau lagi.


"Tunggu apa, tekan pintu liftnya" bentak Alan pada Tasya yang mengekor dibelakang.


Tasya tersentak, dengan cepat dia memencet tombol lift "Gak bisa apa baik baik ngomongnya" gumam Tasya pelan.


Ting


"Perempuan seperti kau tak berhak meminta perlakuan baik" sarkas Alan dengan menyoroti Tasya tajam.


Bersamaan dengan terbukanya pintu lift dan mereka masuk kedalamnya.


Deg..


Tasya terhenyak mendengar perkataan pria kejam dihadapannya, tak terasa bulir bening turun begitu saja, hatinya terasa tersayat.


"Aku memang bukan orang baik, tapi aku punya alasan atas keburukanku" batin Tasya.


Tasya menyandarkan tubuhnya pada dinding lift dibelakang. memejamkan matanya menahan tangis.


Akan tetapi Alan diam diam memperhatikan Tasya melalui pantulan dinding lift di depannya.


Ting


Mereka keluar menuju pelantaran parkir, mencari mobil yang tadi digunakan Farrel. Namun Alan terhenti setelah mengingat ada sesuatu yang tertinggal di apartemennya.


"Kau pegang dia, gue pergi sebentar"


"Ta..tapi...?"


"Jangan macam macam, aku mengawasimu" Alan memperingatkan Tasya dengan sorot mata bak elang.


"Memangnya kamu mau kemana?"Tasya ragu untukbertanya


"Bukan urusanmu" Alan berlalu kembali kedalam apartemennya.


Farrel yang masih meracau tiba tiba memuntahkan sesuatu dari mulutnya, hingga Tasya memijit pelan tengkuknya.


"Biar ku bantu"

__ADS_1


Saat itulah Metta dan sahabatnya melihat mereka berdua dan beranggapan mereka tengah saling merangkul.


.


.


Mobil Farrel yang dikemudikan Alan berhenti di gerbang rumahnya, Mang Ujang yang selalu siaga segera membukakan pintu. Menggangguk saat melihat Alan yang dibelakang kemudi.


Alan membuka seat belt nya kemudian membuka pintu, berjalan mengitari mobil dsn membuka pintu untuk Farrel.


Melihat Alan membopoh Farrel mang ujang bergegas menghampiri "Mas Farrel kenapa mas?"


"Buka pintunya mang" bentak Alan yang bahkan tidak menjawab apa pertanyaan yang terlontar dari Mang ujang


"Lebih baik tidak usah bertanya" Ujang bergidik melihat Alan.


Ujang berlari membuka pintu, setelah pintu terbuka dengan cepat Ujang menghilang, berlalu ke belakang dengan cepat. Karena berbahaya jika Alan sedang tidak bersahabat begitu.


Bruk..


"Ujang..ngapain sih lari lari begitu, tuh lihat basahkan" mimah mengelap bajunya yang basah akibat bertabrakan.


Mimah, asisten rumah tangga dirumah Farrel,


"maaf mih, buru buru"


"kenapa sih kamu jang, kayak habis lihat hantu aja"


"Aku mah gak takut hantu mih, ada yang lebih serem daripada hantu."


"Memang ada yang lebih serem dari hantu?"


"Ada..noh didepan, hiii" Ucap Ujang dengan bergidik.


Mimah memukul bahu rekannya itu "Memang ada apa didepan, jangan bicara aneh aneh kamu itu jang"


"Kalau kamu mau tau, liat saja kedepan." Ujang menyelonong pergi tanpa mengindahkan panggilan mimah.


" Jang ...Jang..Ujang" teriak mimah, "Gak jelas banget ngasih info"


Sementara Farrel yang kini sudah berada di kamarnya, tengah terbaring lemah di ranjangnya. Membuat Arya berdecak heran "Sudah tau belum pernah minum, malah memaksakan diri. Jadinya kan begini"


Farrel meracau kembali"Kakak, kak jangan pergi,"membuat Alan dan Arya saling pandang. Ayu bergegas menaiki tangga menuju kamar Farrel, membuka handle dan langsung menyerbu Alan dengan banyak pertanyaan.


"Apa yang terjadi Lan?"


"Kenapa bisa begini"


"Sudahlah bunda jangan berlebihan seperti ini"ucap Arya menenangkan istrinya dengan mengusap punggungnya pelan.


"Lagian Farrel gak kenapa napa kok bun," Timpal Alan.

__ADS_1


" Harusnya kau jaga adikmu Lan, kau juga masih terus meminum minuman begitu" Ayu memukul bahu Alan dengan keras.


Alan meringis memegang bahunya yang sakit. Namun tak mampu melawan Ayu. Sosok pengganti ibu yang sangat disayanginya dengan caranya sendiri, walaupun bukan ibu kandungnya sendiri. Karena itulah juga Alan selalu menjadi orang yang akan berada di garis pertama. melindungi mereka, meski harus mengorbankan diri sendiri.


Sifat keduanya memang bertolak belakang, karena memang lahir dari rahim ibu yang berbeda. Tapi Ayu tidak pernah membeda bedakan keduanya. Termasuk Arya, yang bahkan menjadikan Alan sebagai mata dan telinganya. Hingga Alan tidak pernah kekurangan kasih sayang dari orang gua melalui mereka.


"You are my Hero" ucap Ayu dengan memeluk Alan,


Alan tiba tiba tersentak, dia merasa melupakan sesuatu."Bunda aku turun dulu, ada sesuatu yang tertinggal."


Alan mengurai pelukannya pada sang bunda lalu mencium kening bunda.


"Aku pergi dulu bun, yah"


Alan menuruni tangga dengan tergesa, mengingat Tasya yang sejak tadi masuk tidak kelihatan batang hidungnya, apa dia sedang merencanakan sesuatu, apa sedang menarik hati seseorang untuk melancarakan rencananya."Jangan jangan dia sedang menyusun rencana jahatnya?"


"Mas Alan mau kemana buru buru, ini mimah baru akan mengantarkan teh buat mas Alan" ujar Mimah yang keluar dari dapur dan berpapasan.


"Tidak menjawab, jangan kan menjawab menolehpun tidak" gumam Mimah pelan.


"Ah, ini mungkin yang tadi Ujang maksud hhiiiii" mimah bergidig.


Alan yang tidak perduli itu membuka pintu lalu keluar, dia mencari Tasya di mobil,"Tidak ada, kemana gadis sialan itu"


Alan terus mencari Tasya , dibukannya pintu depan, kemudian beralih pintu belakang. Nihil Tasya tidak ada.


Alan berubah menjadi geram, amarah menyeruak dari dalam hatinnya.


" Ceroboh lo Lan, membiarkan gadis itu ikut keluar dengan kita. Pasti dia sudah kabur"


Alan merogoh saku mengambil ponselnya guna menghubungi anak buahnya.


"....."


"Gadis itu hilang, temukan dan seret dengan segera"


"...."


Bip..


Seperti biasa Alan menutup panggilannya secara sepihak.


"Sialan, hukuman akan lebih berat dari kemarin" Alan mengepal tangannya. Dengan sorot mata bak elang mencari mangsa.


.


.


🍁🍁


Udah tau yaa yang merangkul Farrel siapa? kak Sha jadi salah faham lagi kan tuh, selalu menarik kesimpulan sendiri dari masalah yang author buat🤣. sementara Tasya kemana coba? belum tau Alan bentar lagi ngamuk Sya..Sya masuk lagi atau otor lempar ke sebelah

__ADS_1


Jangan lupa terus dukung aku dengan like, komen, rate 5, kritik dan saran yang membangun dipersilahkan yaa agar kedepannya tulisan aku ini bisa lebih baik..


Terima kasih yang sudah dukung aku dari awal hingga sekarang😘❤


__ADS_2