Berondong Manisku

Berondong Manisku
Panggil aku Calon kakak ipar ( Pajak jadian 2)


__ADS_3

" Apaan sih pake pajak jadian segala, kayak bocah"


Metta meletakkan ponselnya dan enggan membalasnya lagi. Benar benar gak habis pikir sifatnya Farrel kadang suka berubah, kadang bersikap dewasa tapi nyatanya masih suka bersikap seperti anak remaja.


Metta menelungkupkan wajahnya, "Apa aku salah?


mungkin kedepannya akan bertambah parah, tapi ah sudahlah" mengacak rambut nya kemudian menyelimuti tubuhnya dengan selimut. Berharap secepatnya bergelung dengan mimpi.


.


.


Keesokan harinya.


Metta terbangun dan meraih jam yang berada di atas meja, mengerjap ngerjapkan mata yang masih terasa berat itu. Metta terbelalak kaget, membulatkan mata nya seketika ketika melihat jarum jam berada di angka 6.50.


" Astaga, aku kesiangan" Metta beranjak turun dari ranjang dengan tergesa, menyambar handuk dan pakaian kerjanya. Namun ketika hendak membuka pintu kamar nya, Metta tersadar hari ini dia masih libur kerja.


" Huft, aku kan masih libur" Metta menepuk jidatnya sendiri.


Seperti biasa riuh keluarga saling bersahutan terdengar di ruang keluarga, namun kali ini ada yang berbeda, ada suara yang jelas Metta kenal terdengar sayup di telinganya.


Metta keluar dengan handuk yang melingkar di lehernya, berjalan terseok seok menuju kamar mandi, melewati ruang makan.


" Pagi.." ucapnya sambil mencuil goreng pisang diatas piring, tanpa menyadari ada nya Farrel yang tengah menatapnya.


" Ih kakak jorok" ucap Nissa.


" Biarin" sahut Metta mengacak rambut adik bungsunya.


Seketika Metta beralih pada Farrel yang tengah tersenyum.


" Astaga, kamu ngapain pagi pagi udah disini?" Metta menutup kepala nya dengan handuk.


" Aku sedang menemui pacarku yang cantik, tapi ternyata bisa jorok juga yaa" Farrel terkekeh.


Metta kemudian berlari menuju kamar mandi, membanting pintu dengan keras, dan terdengar suara berteriak di dalam sana yang dipastikan suara teriakan Metta.


Sementara Farrel tertawa begitu juga dengan kedua Andra dan Nissa.


" Heh, dra jangan lupa kamu harus tepati janjimu tempo hari?"


" Janji,? abang punya janji apa sama bang Farrel?" ucap Nissa menyela.


" Ahk tidak bukan apa apa" sahut Andra dengan mengibaskan tangannya.


.


Flashback On


"Eeh kamu disini "


" Hem..kenapa emang?


" Aku gak yakin kalo kamu pacar kakak aku, secara aku tau kakak aku seperti apa"


Farrel mengernyit,

__ADS_1


" Aku juga yakin kakak aku gak bakal suka sama cowok model kamu apalagi kamu itu jauh lebih muda, yaa kali seumuran adiknya " Andra mengherdikan bahunya.


" Kalo ternyata kakak kamu suka aku?" tanya Farrel.


" Yaa kali cowok seumuran adiknya dipacarin, yang jelas cowok udah dewasa aja kakak aku gak mau " timpal Andra.


" Yaa liat aja nanti, Kakak kamu pasti milih aku!"


" Percaya diri sekali anda yaah"


" Kita liat aja, dan sampe kamu bikin kakak aku sakit hati, aku gak akan tinggal diem " Andra menunjuk kedua bola matanya sendiri kemudian diarahkan pada Andra sebagai kode.


" Dan kalo kakak aku ternyata juga suka sama kamu, aku bakal menuruti semua perkataan kamu"


" Panggil aku calon kakak ipar!" ucap Farrel


" Heh...?"


" Iya...kalau sampai kakak bisa nerima aku, kamu harus panggil aku dengan sebutan calon kakak ipar, deal?" Farrel mengulurkan tangan nya pada Andra.


Sementara Andra Mengernyit, menatap tangan Farrel yang terulur, sesaat Andra berfikir kemudian menyambut tangan Farrel dan menjabatnya kuat.


" Deal, dan kalau ternyata kakak aku ternyata gak milih kamu, kamu harus pergi dari hidup kakak aku!"


" Gak Deal, " ucap Farrel masih saling berjabat tangan.


" kau mau curang,? gak bisa gitu dong.."


" Bisa lah, karena aku akan tetap berusaha dan tak akan menyerah." tegas Farrel.


" Hem gitu yaa, padahal aku tadinya mau rekomendasikan kamu sama sahabat ku yang pemain Esport yang berpengalaman dan sering menang dalam kompetisi!, sayang sekali padahal."


" Heh, benarkah itu?"tanya Andra penuh harap.


" Heem, dan aku tulus bukan karena ada apa apa nya sama kamu atau minta dukungan mu"


Flashback Off


.


.


"Jadi bagaimana,?" tanya Farrel pada Andra.


" Aku bekum lihat kak Sha mengakui kamu sebagai pacarnya" tukas Andra dengan kesal. Namun ada perasaan was was dalam dirinya, karena dia pun sebenarnya merasa kakak nya itu memperlihatkan gelagat aneh saat mengetahui ada Farrel.


" Lagian kamu kenapa kesini bawa beginian segala, orang aneh " ucap Andra menyembunyikan perasaan was wasnya.


" Ini semua adalah pajak jadian dari ku buat ibu, kamu, dan juga Nissa." sahut Farrel menunjuk beberapa paperbag yang sengaja dia bawa.


" Pajak jadian??" ucap Andra dan Nissa berbarengan.


" Ya pajak jadian, apa kalian juga belum pernah mengetahuinya? tanya Farrel kemudian.


" Hei, kau salah, gini gini juga gue udah punya pacar, 3 malahan" tukas Andra dengan menunjukan 3 jari nya ke hadapan Farrel.


" Cih, apa itu bisa dikatakan sebuah kebanggan?" tanya Farrel, menarik sebuah paperbag pada Nissa.

__ADS_1


" Makasih bang Farrel" ucap Nissa disela perbincangan mereka.


" Heh, Itu pajak jadian memangnya buat apa? orang tuh yaa memberikan pajak jadian itu karena diminta, ini malah dengan mudahnya memberikan pajak ini," Andra mengeluarkan satu persatu barang dari paperbag nya itu.


" Ini lagi apaan, segala macam bahan pokok dibawa nya, mau buka warung kau?" Ucap Andra dengan ketus.


Nissa terkekeh melihat Andra kesal sepeeti itu saat Andra mengeluarkan barang dari paperbag yang satu lagi.


" Minyak,


" Pasta gigi"


" Sabun papa lemon"


" Beras"


ucap Nissa yang menyebutkan nya sesuai barang yang Andra keluarkan satu persatu.


" Kau jangan ikutan aneh juga," ucap Andra dengan membulatkan kedua manik hitamnya pada adiknya dengan tajam. Sementara Nissa hanya mengerdikkan perkataan Andra dan terus mengucapkan sesuai barang yang di ambil Andra.


Tidak lama kemudian Metta bergabung dengan mereka, menarik kursi meja makan nya dan mengambil sepotong roti yang baru saja Farrel bawa sebagai pajak jadian.


" Wah semua barang ini dari mana?" tanya Metta dengan heran.


" Tuh, dari orang yang mengaku sebagai pacar kakak"


Andra menunjuk Farrel dengan bibirnya yang mengerucut.


Pandangan Metta beralih pada Farrel, persis dengan apa yang ditunjukkan adiknya.


" Benar, kamu bawa ini semua?"


Farrel menggangguk, " Iyaa kak" kemudian tersenyum.


" Astaga, buat apa?"


" Bukan buat apa apa, ini kan hanya pajak jadian saja"


" Farrel, pajak jadian lagi pajak jadian lagi" ucap Metta heran akan kelakuan konyol pacarnya itu.


" Jadi benar kakak pacaran sama dia?" ucap Andra.


.


.


.


Hai,,jangan lupa like dan komen nya yaa😊


kritik dan saran nya sekalian yaa supaya aku tau bagus enggaknya karya receh kembalian ini😂


Makasih yaa yang selalu setia nunggu aku up.


Semoga suka yaa, maap jika masih banyak kekurangan😊😊


Terima kasih😘

__ADS_1


__ADS_2