Berondong Manisku

Berondong Manisku
Couple Helm


__ADS_3

Layar komputer masih menyala, namun si imut kursor tetap berkedip tak bergerak sedikitpun.


Metta tengah termenung, memori beberapa jam yang lalu berputar kembali dikepalanya. Mencoba menangkap maksud dari apa yang dikatakan Farrel.


Tak habis Fikir Farrel yang terpaut usia cukup jauh itu mempunyai keberanian sebesar itu. Metta takut benteng kokoh yang selama ini dibangunnya akan runtuh begitu saja. Takut?? Iyaa..Dia sebenarnya amat takut.


"Sha ..Sha.."


" Kebiasaan nih anak..


"Shauun.." Teriak dinda tepat ditelinga Metta.


Metta melonjak karena kaget.


" Astagaa ...kebiasaan siih loe ngagetin gue mulu"


" Kesambet setan budeg loe, dari tadi gue panggil diem aja "


" Ngelamunin apa hah.."


" Sialan emang punya temen kayak loe" tukas Metta kesal.


" Emang loe punya temen selain gue" sahut Dinda.


" Kagak... hahhaa" ujar Dinda.


" kebangetan loe jadi temen" sungut Metta.


" Loe ngelamun apa sih"


"Utang loe banyak?"


" Kalo utang gue banyak emang loe mau bayarin hah" ucap Metta


" Kagak lah ..." hahaha tukas Dinda tertawa.


" Sialan emang loe" seru Metta.


" Emang gue pikirin" cibir Dinda.


" Loe mau nunggu sampe bertelor dikantor, ayoo balik" seru Dinda yang melihat Metta masih saja diam.


Metta tersungut sambil membereskan meja kerjanya. Detik berikutnya tangannya menyambar tas dan segera berlalu menyusul Dinda.


" Loe punya janji cerita sama gue" ujar Dinda merangkul pundak Metta


" Iyaa iyaa gue tau..?


Drett....


Drett....


Ponsel Metta berdering, Dia merogoh ponselnya dari dalam tas. Tanpa melihat layar Metta langsung menempelkannya ditelinga.


Hallo...


" Kakak..."


" Kenapa mau minta duit lagi? gue belom gajian ndra"


" Kak ..ini aku"


" Aku..aku siapa?"


" Astaga Kakak masih belum menyimpan nomor aku "


Metta melihat layar ponsel yang masih menyala, Bukan Andra adiknya yang menelepon. melainkan hanya nomor saja yang muncul,


" Siapa yang telepon?, yang biasa panggil gue kakak yaa adik adik gue, siapa lagi, pelayan toko , teruuus bo..cah ganteng ituu" batin Metta


mengingat .


" Sialan gue salah orang, gue fikir c Andra, berapa kali gue harus malu sama nih bocah" Metta menepuk jidatnya.


" Hem ada apa"


" Apa kakak lupa"


" Apa cepat katakan, tak usah bertele tele."


" Kakak ini bener bener lamban, lihat aku ke arah jam 3 "


Metta memutar tubuhnya kearah yang sesuai perintah Farrel. Metta memicingkan mata. Terlihat Farrel berdiri dengan melambaikan tangannya.

__ADS_1


" Astaga, gue sampe lupa bebeb gue hari ini balik"


" Bocah ngeselin itu ternyata seganteng itu" batin Metta saat manik hitam nya menangkap sosok Farrel yang sempurna. masih dengan setelan casualnya, yang sangat covik dengan tubuhnya.


" Siapa ituu Sha, cowok cakep banget" Dinda menepuk bahu Metta.


" Gue kesana dulu" ujar Metta tanpa menjawab pertanyaan sahabatnya, berjalan menghampiri Farrel yang tengah melengkungkan bibirnya.


deg..


deg..


" Sepertinya kesehatan jantung gue mulai terganggu" batin Metta.


Melihat Farrel tengah tersenyum membuat Metta teringat akan ciuman sekilas nya itu, sikap nya yang manis membuat hati Metta menghangat seketika, namun kembali menciut saat sikap Farrel yang sering membuatnya kesal.


" Kakak lupa sore ini motor kakak diantar kesini, kenapa malah mau pergi" tukas Farrel.


Bayangan Metta tentang tadi siang membuyar


" Hah...em itu ..iyaa aku lupaa .."


" Cx Kakak ini memang sangat lamban"..


Bahkan nomor pacar sendiri saja tidak disimpannya" cibir Farrel.


Metta memukul bahu Farrel dengan keras.


" Jangan Sembarangan kalo ngomong"


Farrel meringis mengusap bahunya, dengan terkekeh melihat Metta yang kesal.


" Mana motorku"


Farrel menunjuk motor Metta dengan telunjuknya.


" Yaa sudah aku harus pulang sekarang" tukas Metta, dia ingin cepat pergi dari sana karena salah tingkah.


" Yaa sudah ayoo antarkan aku pulang dulu kalo gitu" ujar Farrel dengan seringaian di bibirnya.


Dengan mengerutkan dahi Metta menatap Farrel.


" Aku kan membawa motor kakak kesini, jadi mobilku Aku tinggal" ucap Farrel seolah faham maksud tatapan dari pemilik manik indah itu.


" Gak mau..aku gak suka"


" Kalo gak suka kamu naik bisa aja"


" Aku tidak tau rutenya"


" Suruh orang rumah menjemputmu kalo gitu "


" Gak ada orang di rumah, ayah dan bunda sedang pergi kondangan" ucap Farrel asal.


" Kau ini merepotkan saja"


Dengan langkah cepat Farrel berjalan menuju motor Metta, mengambil helm untuk diberikannya pada Metta.


Namun Metta hanya diam, bola matanya bergerak dengan cepat, melihat Helm berwarna pink yang sudah dikenakan Farrel dan helm dengan warna sama dan serupa yang tengah disodorkan kepadanya.


" Kenapa helmnya seperti ini " gumamnya.


" Aku sengaja membeli Helm couple untuk kita" tukas Farrel.


Metta membelakakan matanya ke arah Farrel yang tengah berseringai.


" Helm couple " menepuk jidatnya sendiri.


" Apa yang kau fikirkan hah, Astaga" Metta meraup wajahnya sendiri.


Sementara Farrel terkekeh melihatnya..


" Kakak harus memakainya, dengan atau tanpa aku " ujar Farrel


Metta bergeming, lagi lagi otaknya tidak berfungsi dengan baik.


Tak pernah melintas dikepalanya, menggunakan Helm yang sama dan serupa.


" Sudah seperti pasangan ABG saja" fikirnya.


" Sha loe jadi gak pergi bareng gue" tukas Dinda yang tiba tiba sudah berada di dekatnya. Memandang ke arah Metta kemudian beralih ke arah Farrel.


" Astaga gue bahkan lupa ada Dinda yang lagi nungguin gue" batin Metta.

__ADS_1


" Loe mau bareng sama dia Sha" bisiknya menyenggol lengan Metta, menyunggingkan senyum tipisnya melihat mereka sudah mengenakan helm, bahkan helm nya sama.


Metta mengangguk ..


" Gue mau anterin dia balik."


" Yaa sudah loe hati hati yaa" ujar Dinda melihat sinis pada Farrel, sementara yang di tatap tengah memperlihatkan deretan giginya yang rapi.


" Dan ingat loe sekarang punya utang doble cerita sama gue" bisik Dinda tepat di telinga Metta yang sudsh mengenakan Helm.


"Loe tenang aja, gue pasti cerita sama loe" gumam Metta.


" Dan loe" telunjuk Dinda mengarah tepat ke arah Farrel.


" Awas loe macem macem sama sahabat gue".


Farrel hanya mengerdikkan bahunya, seakan tak perduli. Dinda kemudian berlalu.


" Sudah selesai..?? Ayoo." ajak Farrel yang sudah berada di atas Motor.


" Heii..kenapa kau didepan, tidak-tidak kau mundur, biar aku yang bawa" tukas Metta yang menyerobot posisi Farrel yang hendak duduk.


"Aku saja yang bawa, aku tak suka dibonceng wanita" ujar Farrel.


Metta membulatkan mata, kedua tangannya berkacak dipinggang kecilnya.


" Ah baiklah kakak yang akan bawa" Farrel mengalah mundur ke belakang dengan seringaian disudut bibirnya.


ย 


" Kenapa memelukku...lepas" tukas Metta saat Farrel dengan sengaja berpegangan pada pinggang Metta dengan erat seakan takut terbang bak selembar kain.


"Lepas..kau membuatku sesak" ucap Metta dengan berteriak.


" Tidak mau, biar begini saja"


" Cx kau ini mengambil kesempatan saja"


" Kakak cerewet sekali, mau kucium lagi" sahut Farrel tepat di belakang telinga Metta.


Membuat bulu kuduknya meremang, gelanyar gelanyar aneh itu muncul lagi, hembusan nafas nya terasa hangat dipermukaan pipi Metta.


" Astaga..gue bisa mati kalo begini terus" Batinnya.


Sementara Farrel menarik sudut bibirnya. Wangi shampo yang berasal dari rambut Metta menyeruak masuk ke hidung lancipnya, dengan sengaja Farrel menghirupnya.


Metta menghentikan laju sepeda motornya. Dan kemudian turun.


" Kau didepan saja " ketus Metta, bibirnya mengerucut membuat Farrel harus menahan diri.


" Kenapa?? "


" Sudah maju jangan banyak tanya" aku dibelakang saja"


" Baiklah kalo kakak memaksa"


Farrel merubah posisinya ke depan, sementara menunggu Metta naik diarah belakang.


Farrel dengan sengaja menancap gas motornya sedikit kencang, membuat Metta hampir terjengkang ke belakang dan Refleks memeluk pinggang Farrel dengan erat.


" Kurang ajar.."


" Kau sengaja yaaa"


Metta berteriak, wajahnya nya tepat berada di sebelah kanan wajah Farrel, seiring Farrel yang menoleh dengan cepat ke arah belakang.


Cup..


Bibir Metta tepat berada di pipi Farrel.


๐Ÿ๐Ÿ


Othor nya masih pemula yang baru nyemplung,


Yang makin semangat karena support kalian,


bahagia banget ketika ada like bahkan comeng..


Berharap pada suka sama karya receh ini๐Ÿ˜..


Jangan lupa terus dukung aku yaaa..ajak temen, sodara, pacar, selingkuhan eeh ..


Salam geje๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2