
Nyaman.
Kata itulah yang mewakilkan seluruh hati yang dialaminya bersama Farrel, manis nya perlakuan pria itu lambat laun menyusup dikerasnya pertahanan Metta, jauh di relung hatinya.
Bukan hal mudah juga melepaskan diri dari sakitnya hati yang ditinggalkan Faiz dulu. Melupakan cintanya pada Faiz?? Juga tidaklah mudah, Disana, dilubuk hati terdalamnya Metta masih mencintai Faiz, orang yang justru menghancurkannya.
Farrel satu satunya orang yang mengetahui sisi lemah dirinya, mengetahui tangis yang selama ini disembunyikannya, dan dia juga lah sosok yang mampu menggeser nama Faiz dalam hatinya.
Tanpa disadari cinta itu tumbuh dengan sendirinya namun justru tumbuh ditengah ketakutannya.
" Aku...takut!" ucap Metta saat Farrel menggenggam tangannya.
" Apa yang kakak takutkan hem?"
" Aku takut akan ketinggian dalam rasa cinta Rel, dan kamu tau penyebabnya "
" Apa kakak sedang menyamakan aku dengan Pria itu?" Farrel mengeryitkan sebelah alis tebalnya.
Metta terdiam sesaat "Aku bahkan menyamaratakan semua pria" batin nya
" Lihatlah aku kak, lihatlah aku seorang " lanjut Farrel.
" Kata kata itu sering aku dengar dari Dinda, kata kata tentang novel kesukaannya."
batin Metta.
" Kalau kakak masih tidak percaya, aku tetap tidak akan menyerah membuktikannya"
"Aku mungkin mulai mencintaimu Rel" suara hati Metta ikut menjawab, namun lidah nya masih kelu.
" Ijinkan aku menjadi bagian hidup kakak, karena kakaklah alasan aku untuk menjadi lebih baik" Farrel terus meyakinkan rasa yang selama ini di rasainya, tangannya masih terus menggenggam tangan Metta.
" Mungkin inilah saat yang tepat aku mengatakannya juga." batin Metta.
" Farrel, aku....ju "
" Farrel ? Metta melepaskan genggaman tangan Farrel.
Perkataan Metta terjeda karena suara pintu terbuka dan .
" Farrel..?"
Farrel dan Metta menoleh bersamaan ke sumber suara.
"Tasya..?"
" Akhirnya, sedang apa kamu disini? ah, dengan kakak ini rupanya"
Tasya melangkah mendekati Farrel dan memandang sinis kearah Metta.
" Sedang apa kau disini?" ucap Farrel.
" Aku yang seharusnya bertanya seperti itu? sedang apa kamu disini bersama dia" Tasya menunjuk ke arah Metta yang masih terdiam.
" Bukan urusanmu"
" Bukan urusanku ya?" Tasya tersenyum sinis.
" Itu sudah menjadi urusanku, karena aku tau kamu mencintaiku juga kan!" ucap Tasya penuh penekanan.
" Hah...?" Farrel tersentak,
Tak kalah kaget dengan Farrel, Metta lebih tersentak lagi.
" Sorry Rel, dia maksa gue buat kesini" sahut Doni dengan suara terengah engah muncul dari belakang Tasya.
" Heh..?" Farrel melihat dengan heran kearah Tasya yang memegang lengannya.
sementara Metta mundur beberapa langkah, kemudian berlalu menuju pintu keluar.
__ADS_1
" Bodoh kamu Sha, bodoh" Metta berlri sambil menangis.
Farrel yang melihat Metta berlari kemudian mengejarnya, namun begitu Farrel sampai di luar Metta sudah terlebih dahilu bersembunyi.
tangis nya pecah saatbitu juga.
" Bodoh, bodoh sekali hik..hik.."
Farrel mengejar Metta yang bahkan dia tidak tau ke arah mana Metta berlari.
" S hit Kakak pasti salah paham,"
" Ini semua gara gara si pengganggu " Farrel mengepalkan tangannya kemudian kembali masuk kedalam.
" TASYA"
Farrel berteriak, memanggil Tasya, amarah nya membuncah seketika.
" Kau.."
" Apa aku salah,? kenapa justru marah." Tasya memang takut ketika melihat Farrel marah seperti itu.
Farrel mencengkram lengan Tasya hingga dia meringis kesakitan.
" Kau menghancurkan semua nya Tasya!" kau PUAS."
" Aku mencintai kamu Farrel, dan kamu juga kan, aku tidak salah kau yang mengatakannya waktu itu."
" Kapan aku mengatakan aku menyukaimu?"
Flashback On
"Jadi loe yakin suka sama kekasih loe itu" Doni mengulang pertanyaannya untuk memastikan.
" Iyaa gue yakin gue suka sama kakak Sha"
Bertepatan dengan itu Tasya sedang berjalan, melihat Farrel dan Doni sedang duduk dikursi samping hotel tempat mereka menginap,
" Farrel?"
" Dia menyukaiku?" Tasya melengkungkan bibirnya penuh, mendengar Farrel menyukainya.
" Ternyata dia juga diam diam menyukaiku, tapi kenapa tidak langsung mengatakannya padaku?"
" Apa mungkin Farrel ingin membuat kejutan untuk ku, dengan senang hati aku akan membalas cinta nya."
Tasya merapatkan tubuhnya ke tembok dengan memgang dadanya, merasakan rasa bahagia karena selama ini ternyata rasa suka nya terbalas meski belum terucapkan langsung.
" Setidaknya aku sudah mengetahuinya, dan aku akan menunggu kamu mengatakannya sendiri Rel"
Tasya pun menghampiri Doni, bertempatan dengan perginya Farrel.
" Doni, Farrel kemana?"
" Loe tuh ngapain nanyain yang gak ada,? sekali sekali tanyain gue kek," Doni memutar matanya dengan malas ketika melihat Tasya memghampirinya.
" Ngapain nanyain loe yang jelas jelas wujud nya ada depan mata."
" Ya kali aja gitu, loe kangen sama gue Sya"
" Ngapain harus kangen sama loe, cepet loe bilang kemana Farrel,?" Ucap Metta dengan gaya manja nya.
" Gue gak tau, loe cari aja sendiri " Doni mengerdikan bahunya.
" Awas loe yaa "
Flashback Off.
.
__ADS_1
.
" Kau gila Sya, aku bukan menceritakan kamu, yang aku maksud adalah kakak."
Tasya semakin meringis, tangannya terasa sakit.
"Rel lepas kau menyakitiku!"
" Menyakitiku kau bilang hah? " tatapan Farrel semakin menajam kearah Tasya
" Kau bahkan menghancurkan semuanya"
" Yang ku maksud itu Mettasha, Sha, bukan Tasya, Sya, " Farrel semakin mencengkram lengan Tasya dengan kuat, amarah nya membuncah.
" Dan aku tidak menyukaimu, apalagi mencintaimu," ucap Farrel penuh amarah.
" Rel lepaskan dia! "
Ucap Doni saat berusaha menjadi penengah.
" Diam kau, ini bukan urusanmu"
" Rel, ayo lepaskan! dia kesakitan."
Farrel akhirnya menghempaskan Tasya dengan kasar, bahkan Tasya tersungkur.
" Ah, kalian berdua sialan."
" Aw, Farrel" Doni menghampiri dan menolong Tasya.
" Kamu kasar sekali."
Tasya menangis sesegukan, tidak menyangka bahwa sangkaan nya itu salah, Tasya salah mendengar, lebih sakit lagi karena ternyata Farrel tidak pernah menyukainya, apalagi mencintainya.
Tasya berlari keluar meninggalkan mereka,
" Sialan, sialan, wanita sialan"
" Gara gara dia, Farrel bahkan menyakitiku" batin Tasya.
Sementara Farrel dan Doni terdiam melihat Tasya keluar dari sana, tak ada seorang pun yang mengeluarkan suara.
" Loe tau semua ini Don?"
" Gue gak tau Rel bakal jadi begini akhirnya,"
" Tapi loe tau tempat ini "
" Ingat pada saat loe pinjem hape gue buat cari referensi tempat untuk pergi bersama perempuan?,"
Saat itulah gue nemuin tempat ini, karena gue lihat riwayat pencarian di ponsel gue. dan ternyata tidak salah, loe memang datang kesini"
" Dan Tasya memaksa ke sini, karena dia bilang ada sesuatu yang penting buat dia sampaikan ke loe, gua juga gak tau dia mendengar pembicaraan gue sama loe"
Farrel terdiam mendengar apa yang di jelaskan Doni sahabatnya. Yang difikirannya saat ini adalah Metta.
Kemana kira kira Metta pergi?
Visual Farrel.😍
.
.
Tapi kalo Metta aku belum nemu yang cocok nih..😂 kalo kalian ada ide boleh komen yaa
Sosok Metta kalo artis indonesia.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen disetiap bab yaa.
Terima kasih.😚