
Flashback On
Farrel menghentikan mobilnya tepat didepan rumah Metta, membuka selt belt nya kemudian turun setelah memastikan penampilan nya di kaca spion dalam.
"Perfext" gumamnya merapihkan rambut.
Farrel mengetuk pintu sambil mengucap salam, menunggu c empunya rumah.
" Mungkin aku terlalu pagi datang kesini, tapi sudah terdengar samar samar suara ribut didalam" gumam Farrel merekatkan badan mendekat pintu.
" Eeh nak Farrel, ibu kira siapa?" Sri membuka pintu.
" Em iyaa bu, em pagi bu maaf mungkin aku datang kepagian ya bu,"
" Gak apa apa, tapi mungkin nak farrel harus nunggu, ibu mau bangunin Sha dulu ya"
" Gak apa apa bu gak usah dibangunin, aku tunggu kakak bangun saja" ucap Farrel.
" Yaa sudah kalau gitu kamu masuk, sekalian sarapan didalam," Farrel mengekor Sri masuk kedalam.
" Yaa sudah, kamu keruang makan langsung saja yaa, ibu mau ke tukang sayur di komplek depan."
" Iyaa bu.." ucap Farrel.
Farrel melangkah menuju ruang makan setelah mendapat ijin Sri, terlihat Andra dan Nissa yang tengah menikmati sarapan nya masing masing.
" Wah, udah kesini aja lo" tukas Andra.
" Hem, " Farrel menggeret kursi dan mendaratkan tubuhnya.
" Lo gak lupa sama ucapan lo kan ndra"
" Sial, gue kira dia udah lupa"
" Iyaa gue inget harus manggil lo calon kakar ipar" ucapnya dengan ketus. Hup.. hup.. menyendok semakin lahap menahan kesal saat teringat janji nya sendiri.
" Pagi bang Farrel" ucap Nissa.
" Minyi..minyi.." Andra mengejek.
" Pagi Nissa makan yang banyak biar pinter" sahut Farrel terkekeh
" Abang, " Nissa meghentakkan kakinya di bawah meja makan.
" Oh iya kalian mau hadiah dari abang gak?" ucap Farrel tiba tiba, membuat Andra maupun Nissa terpengarah melihatnya.
" Enggak"
" Mau" kompak mereka dengan jawaban yang berbeda.
Andra menginjak kaki Nissa dengan kode" jangan mau lo peak"
" Aw..bang sakit" Nissa menunduk mengusap kakinya kebawah meja makan.
" Bego emang gue punya adik"
"Gimana mau gak?" Farrel merogoh dompet yang dsisaku belakang celana nya, mengeluarkan setumpuk uang berwarna biru. Meletakkan nya di meja, kemudian dengan sengaja membagi menjadi 2 bagian.
Seketika mata Andra dan Nissa membulat, melihat setumpuk uang berada di depan nya. Hati Andra mulai goyah, setan wara wiri di kepalanya dengan bisikan bisikan khasnya ditelinga. Sementara mulut Nissa mengangga. Jiwa miskin pliss gak usah muncul saat ini.
" Gimana?" Kedua bola mata Farrel mengerling pada tumpukan uang itu dengan sengaja.
"Pasti calon kakak ipar ada maunya yaa" Tukas Andra dengan memicingkan mata.
" Ah, aku ketauan" Farrel menggaruk tengguknya.
__ADS_1
"Bilang saja bang, kami akan membantu, iya kan bang" Nissa menyenggol lengan kakaknya yang tengah menatap curiga.
"Cx apaan sih, Lo aja gue enggak!" sahut Andra.
" Abang kok gitu sih"
"Minyi...minyi.." Andra kembali meledek adiknya.
" Malah ribut, kalau gitu aku simpen lagi deh uangnya" Farrel meraih uang yang dia tumpuk.
" Jangaan" ucap keduanya.
Farrel berseringai, " Jadi kalian mau membantu ku?"
Andra dan Nissa mengangguk, bak kerbau dicocok hanya bisa menurut tak berdaya.
" Oke kalau gitu, pertama kalian harus menjawab pertanyaan ku dengan jujur, kedua ?Akan aku fikirkan nanti kedua nya.
Andra dan Nissa saling pandang dengan saling menyenggol lengan satu sama lain.
" Apa pertanyaan nya, lama amat"
" Oke, yang pertama apa kesukaan Kakak yang kalian tau?"
" Kakak Sha suka semua" Nissa menjawab dengan polos, disertai anggukan dari Andra " Betul itu"
" Maksudnya apa kakak suka ke mall? suka berenang? suka belanja? nyalon"
Andra dan Nissa tertawa terpingkal, " Kecuali yang barusan disebutkan justru kakak tidak menyukainya!"
" Kenapa? bukan nya perempuan suka hal yang berbau mall, salon?"
" Tidak berlaku untuk kakak, dia sangat berhemat untuk bisa menyekolahkan kami dan menanggung semua kebutuhan rumah ini!" Farrel mengangguk ngngguk kan kepalanya.
"Oke kalau gitu" Farrel mangut mangut kemudian mendorong dua tumpukan uang itu kehadapan Andra dan Nissa, membuat manik hitam mereka membulat sempurna.
Andra dan Nissa mengangguk " Kalau itu mah tenang saja" Nissa menutup mulut kemudian dengan gerakan tangan mengunci dimulutnya.
"Udah calon kakak ipar, segitu doang?".
Farrel mengangguk" Berikan ponsel kalian padaku" ucap nya pelan.
" Untuk apa?" sahut Andra.
" Masukan nomor ku"
Dengan sigap Nissa memberikan ponselnya pada Farrel dengan suka rela" Ini bang, masukan diponsel ku aja, bang Andra emang gak tau di untung." Nissa menjulurkan lidahnya ke arah Andra.
Dengan tangan terulur Farrel mengambil ponsel Nissa
" Apa ini?" Farrel mengamati juntaian yang terpasang di ponsel Nissa.
" Ooh..itu kan hanya gantungan ponsel biasa, bisa pake huruf inisialnya juga kak, inisial nama kita, nama pacar, nama tetangga juga boleh"
" Ini inisial apa? T..K..Y.." Farrel menyebut satu persatu hurup inisialnya.
" Bukan T.K.Y, tapi K.. T..Y alias kim TaehYung."
" Siapa dia? pacar kamu?"
"Ppfft.." Andra menahan tawanya.
" Jadi calon kakak ipar tidak tau siapa dia?" Farrel mengerdikkan bahu.
" Aku memang tidak tau"
__ADS_1
" Wah parah kalau sampai tidak tahu, kak Sha saja menyukainya" Andra terkikik.
" Memangnya siapa, apa, kakak menyukainya?" Farrel terhenyak. " Bagaimana bisa kakak menyukainya," batin Farrel. " Kakak menyukaiku atau menyukainya."
Tak lama kemudian Metta keluar dari kamar nya, berjalan menuju kamar mandi dengan handuk melingkar di bahunya.
" Kak, jelaskan padaku! kakak menyukaiku atau menyukainya" seru Farrel menarik bahu Metta yang tengah melangkah.
" Heh"
" Apaan sih menyukaiku menyukainya, siapa?" tanya Metta.
Seketika Andra dan Nissa tertawa terpingkal pingkal melihat Farrel yang marah tidak jelas.
" Mereka bilang kakak menyukai kim taehyung, benar??"
Metta membulatkan mata mengarah pada kedua adiknya yang tengah tertawa terpingkal. " Heh, kalian membicarakan apa padanya" sungutnya.
" Tidak kak tidak" ucap mereka bersamaan.
" Ayo kak jelaskan!" Farrel bersidekap tangan.
" Cx, berikan ponselmu" Pinta Metta.
" Jelaskan dulu kak"
" Iyaa berikan dulu ponselmu Farrel sayang" ucap Metta lembut " Sha..tahan Sha" batin nya.
Metta mengotak ngatik ponsel Farrel, kemudian memberikannya ditelapak tangan Farrel. " Nih, baca sendiri ya aku mau mandi" Metta meleos.
Sementara Andra dan Nissa segera pamit pergi.
" Sialan, " Ucap Farrel kemudian.
.
.
Tak lama kemudian Metta telah siap mereka kemudian pergi setelah perdebatan kecil, setelah mengorek kedua adiknya Farrel memutuskan akan mengajak Metta ke tempat yang Metta jarang kunjungi. Dan membeli pula gantungan insial itu saat Metta melakukan perawatan disalon.
" Kenapa harus menyukai Kim taehyung, " gumam Farrel saat memilih gantungan inisial nama nya dan juga Metta.
.
.
.
" Bang, gimana nih koq kita jadi penghianat sih," bisik Nissa ditelinga Andra.
" Lo nyon yang penghianat," Andra menoyor kening adiknya.
" Ish,," Nissa mengusap kening, " Tapi abang ambil juga kan tadi,? malah jatah abang lebih banyak dari Nissa" sungutnya.
" Karena dia tau, kebutuhan gue lebih banyak daripada lo" Andra Memarkirkan motornya.
" Benarkan bang Farrel baik" Andra hanya mengerdikkan bahu " Kita lihat saja"
.
.
.
Jangan lupa like, komen disetiap babnya dan harus ingat aku udah bilang like kalian begituuuu berartinya buat aku🤭 jadi inga..inga..tring (eeh apaan)
__ADS_1
Makasih banget buat kalian yang ngikutin BM terus dari awal sampe skrg.
Makasih😘