
Semalaman kaki ku terasa ngilu dan nyeri, sangat sulit mataku terpejam merasakan kenikmatan yang menjalar di kakiku.
Menjelang pagi aku baru bisa memejamkan mataku. Baru saja terpejam, tiba-tiba saja jam alarmku berbunyi dengan sangat nyaring. Kaki ku masih terasa berdenyut, tapi aku paksakan ke kamar mandi. Aku harus mandi dan siap-siap untuk mengerjakan pekerjaanku sebelum sekolah.
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan Pukul 06.00 pagi, akupun segera bergegas untuk berangkat sekolah. Setiap pagi aku tidak membangunkan Mbak Murni dan Mas Ali. Jadi setiap pagi aku hanya menyiapkan sarapan sesuai dengan request yang sudah di tempelkan di kulkas.
Pukul 06.30 aku sudah sampai di depan kelas, masih sangat sepi. Aku hanya seorang diri, aku mencari kesana kemari teman-temanku tapi mereka belum kunjung datang.
Mereka sangat tidak disiplin sekali, sudah jam segini masih belum juga datang......(berbicara sendiri dalam hati).
Setengah jam setelah aku datang, barulan anak- anak ramai berdatangan satu persatu. Hari ini adalah hari pertama kami mengikuti pelajaran. Aku sangat antusias mengikuti pelajaran sekolah hari ini.
Melani : Ayu.......(berlari memelukku)
Aku membalas pelukan Melani sama eratnya, aku bahagia punya sahabat yang baik seperti Melani, Sandra dan Jofan.
Jofan : Udah sehat lw?
Ayu : Sudah enakan, Mas Jofan ko tau ?
Jofan langsung meninggalkanku pergi tanpa merespon balik pertanyaanku. Dia memang anak yang sangat dingin sekali.
Sandra : Melani.......Ayu......(Berlari sambil merentangkan tangan)
Kami pun menyambutnya dengan penuh kehangatan.
Sandra : Aku kesepian.......(Memanyunkan bibir nya)
Melani : Tenang aja, kan kita istirahat bisa bareng-bareng. Iya kan Yu ?
Ayu : Iya San, bener banget kata Melani.
Sandra : Tapi bohong.....(Sambil berjalan masuk ke kelas, kami pun mengikutinya karena kami berada di luar kelas)
Ayu : Maksudnya gimana San?
__ADS_1
Sandra : Aku satu kelas dengan kalian......yeeeeeyyy (bersorak bahagia)
Kami berteriak sangat girang, membuat seisi kelas memperhatikan kami bertiga. Saat sedang asik bercakap dengan teman-teman. Tiba-tiba saja tangaku di tarik oleh kak Oji menjauh dari teman -temanku.
Tarikan yang sangat kuat membuat bekas merah di pergelangan tanganku, tapi aku tau kenapa Kak Oji sangat marah padaku hari ini.
Flash Back
Bel rumah Mbak Murni di pencet berkali-kali. Setelah kurang lebi 10 menit, barulan pintu rumah di buka.
Mbak Murni : Cari siapa pagi-pagi begini?
Kak Oji : Ayu Mbak.
Mbak Murni langsung mengucek matanya karena memang dia baru saja terbangun karena bunyi bel yang berkali-kali.
Mbak Murni : Oh Nak Oji, sebentar Mbak panggil yah.
Kak Oji : Baik Mbak. (Tersenyum bahagia )
Mbak Murni : Nak, ternyata Ayu sudah berangkat. Hp nya juga ketinggalan di atas meja belajar gak di bawa.
Kak Oji : Apa Mbak tidak mengingatkan?
Mbak Murni : Maaf yah, aku belum bangun tadi Nak.
Kak Oji : Baiklah.....(pergi bgitu saja karena kecewa)
Flas Back Off
Kak Oji : Kenapa?
Ayu : Maksudnya Kak? (Aku pura pura tidak tau apa yang Kak Oji maksud)
Kak Oji : Kenapa tidak menungguku Yu, kamu malu? Kamu gak mau aku anter?
__ADS_1
Ayu : Maaf Kak.............(meremas ujung hijab karena takut )
Kak Oji : Kenapa minta maaf? Kamu tau kan kesalahan apa yang udah kamu buat?
Kak Oji terlihat sangat marah padaku, mukanya merah dan matanya melotot padaku. Aku tidak pernah melihat siapa pun semarah itu padaku. Bahkan kedua orang tuaku tidak pernah memarahiku seperti itu.
Ayu : Ayu lupa kalo Kak Oji mau jemput Ayu kak.....maaf Kak (Menunduk dan meneteskan air mata)
Kak Oji : Kaka tidak bermaksud marah Yu, maafin Kak Oji yah.
Kak Oji berusaha meraih tanganku namun aku tolak, kami bukan muhrim. Aku tidak boleh bersentuhan dengan dia. Itu di larang, aku akan dosa jika melakukan kontak fisik dengan lawan jenis.
Ayu : Maaf Kak, kita bukan saudara, jadi kita gak bisa bersentuhan. Kita lawan jenis.
Kak Oji : Ok, tapi jangan menangis. Aku bersalah
Kak Oji berkata dengan penuh kelembutan, berbeda sekali dengan awal saat menyeret tanganku tadi. Tiba-tiba saja bel sekolah berbunyi. Aku sangat lega, akhirnya bisa lepas dari satu masalah.
Ayu : Maaf Kak, sudah bel. Aku ke kelas duluan ya Kak. Aku tidak menangis (sambil mengusap sisa air mata), Ayu paham kenapa kaka marah. Ayu janji tidak akan merepotkan kak Oji lagi.
Kak Oji : Iya baiklah, pulang nanti aku tunggu di parkiran (berjalan meninggalkan aku)
Ayu : Tapi Kak.....
Tidak di tanggapi, hanya tangannya saja yang melambai padaku dan pergi meninggalkan aku.
Sandra : Dari mana saja Yu?
Ayu : Maaf yah, aku tadi ada.......(Jofan menyela pembicaraan kami )
Jofan : Jangan berurusan dengan dia.
Aku, Melani dan Sandra hanya saling pandang tidak tau apa maksud dari perkataannya.
Kelas pertama pun di mulai. Aku sangat antusias mengikuti kelas hari ini.
__ADS_1