Gadis Desa Dengan Sejuta Mimpi

Gadis Desa Dengan Sejuta Mimpi
Bab 166 ( Mereka Sudah Jadi Wanita Dewasa )


__ADS_3

“Ayu, apa kalian lelah? Kak Malik bilang akan pulang terlambat mala mini. Kalian bisa istirahat, kami akan berjaga di ruang tamu.” Ayu semakin merasa khawatir.


“Apa terjadi sesuatu? Kenapa Kak Malik tidak menghubungiku.” Ayu memeriksa ponselnya yang tidak bordering atau bergetar.


“Tidak, dia baik-baik saja. Hanya saja ada pekerjaan yang harus Kak Malik selesaikan malam ini juga. Dia tidak bisa kembali dengan cepat.” Hans merasa bersalah karena membohongi Ayu. Malik sudah menjelaskan apa yang terjadi pada Hans agar Hans bisa memastikan Ayu tidak khawatir.


Hans orang kepercayaan Ayahnya saat ini, Malik bisa mempercayakan Ayu padanya malam ini. Dia sudah membuktikan dirinya yang bisa menjaga kepercayaan Rama selama bekerja dengnnya. Hans sudah benar-benar membuktikan dirinya bisa dipercaya.


“Jangan khawatir, terkadang laki-laki tidak bisa membagi semua yang dia lakukan hanya untuk melindungi orang yang dia cintai.” Kata-kata Oji membuat Ayu tidak bisa membantahnya. Dia benar-benar jadi laki-laki yang bijaksana sekarang.


“Masuklah, San… ajak Ayu istirahat. Kita tunggu di ruang tamu sampai Pak Malik pulang.” Sandra menarik tangan Ayu agar bisa segera istirahat sesuai perintah Malik.


“Apa kalian tidak berpikir ada yang aneh? Aku merasa Kak Malik sedang menyembunyikan sesuatu dariku.” Ayu benar-benar penasaran. Sandra juga punya perasaan yang sama tapi tidak berani berargumen, takut Ayu malah semakin penasaran.


“Bagaimana jika kita main game saja. Kita sudah lama tidak memainkan game kita semenjak kamu menikah.” Melani antusias. Permainan seru yang bisa meningkatkan mood nya.


Melani, Sandra dan Ayu sering main tebak kata dengan gerakkan tubuh. Siapa yang menebak paling banyak akan dapat makan gratis selama satu minggu berturut-turut di kantin sekolah. Permainan seperti ini seringkali membuat mereka harus menguras uang jajannya selama satu minggu ke depan. Ayu tidak pernah kalah dalam permainan ini. Ada unsur kesengajaan agar Sandra dan Melani bisa membantu Ayu tanpa Ayu tau.


“Kali ini aku tidak akan kalah. Aku akan memenangkan permainan ini.” Melani sudah bersiap menebak gerakkan pertama yang Sandra peragakan.


Suara ketiganya membahana di dalam kamar utama, Oji dan Hans hanya tersenyum mendengar perdebatan-perdebatan diantara ketiga wanita yang sedang asik bermain game.


“Mereka seperti punya dunianya sendiri.” Oji tersenyum mendengar perkataan Hans. Tapi benar, mereka seolah lupa sedang berada di tempat siapa sekarang.


Hans dan Oji menghabiskan waktu menikmati film yang sedang mereka putar, mereka memang sudah dekat sejak dulu jadi tidak ada jarak diantara keduanya. Oji dan Hans tau sama tau bagaimana satu sama lain. Mereka sahabat sejati yang terlahir dari kedekatan yang tidak di sengaja.


Ditengah film yang seru tiba-tiba saja gadis-gadis yang saling berteriak sudah keluar dan duduk di ruang tamu. Hans sepertinya bisa membaca pikiran mereka, pasti mereka kelaparan karena membuang banyak energy dari tubuhnya karena terlalu banyak berteriak.


“Apa kalian keluar karena lapar?” Hans bersiap ke dapur. Ketiganya mengangguk dengan senyum bahagia di wajahnya.


“Aku dan Kak Oji akan membuatkan kalian nasi goring lezat.” Oji mengernyit, seumur hidup dia tidak pernah memasak dan masuk ke dapur. Hans menariknya dengan paksa. Oji hanya bisa pasrah mengikuti Hans.


Tidak lama nasi goring kampung yang Hans buat seorang diri sudah jadi. Oji tidak melakukan apapun, dia hanya berdiri mematung melihat Hans memasak dengan cekatan. Semua makan dengan lahap, Ayu sangat bersemangat karena makanan yang dimakan ramai-ramai terasa lebih enak dan nikmat.

__ADS_1


Sudah pukul 11 malam tapi Malik belum juga kunjung pulang. Sandra, Melani dan Ayu tidur di ruang tamu karena merasa tidak nyaman tidur di kamar utama yang Malik tempati, padahal Ayu sudah membujuk kedua sahabatnya. Alhasil mereka bertiga tidur dengan kasur busa yang ada dikamar tamu yang mereka pindahkan ke ruang tamu.


Tidak butuh waktu lama mereka bertiga tidur, sepertinya mereka sangat lelah sampai bisa dengan cepat terlelap. Hans sampai teringat bagaimana perbuatan jahatnya dulu yang menjebak Ayu demi perempuan yang tidak punya moral dan hati nurani yang sangat dia cintai.


Hans dan Oji sudah berhasil memenangkan hati mereka dengan nasi goreng lezat buatannya jadi tidak lagi canggung. Oji sendiri merasa bahagia karena dirinya bisa diterima dengan baik meski butuh proses. Cara yang Hans lakukan ternyata ampuh.


Ceklek…..


Terdengar pintu yang terbuka, Hans segera lari ke pintu utama menyambut Malik datang. “Bos sudah pulang.” Hans tersenyum ramah, wajah Malik tampak sangat lelah.


“Terimakasih mau menjaga Ayu. Ada dimana istriku?” Malik segera menemukan Ayu yang tidur dengan kedua sahabatnya di ruang tamu.


“Mereka menolak tidur di kamar Bos.” Malik tau alasannya.


“Tidak apa, mereka bertiga memang sulit dikendalikan.” Malik tersenyum, wajahnya kembali bertenaga setelah melihat wajah Ayuna. “Kalian sudah makan malam?”


“Sudah Bos. Kami masak bersama tadi. Nona kelaparan setelah main bersama Sandra dan Melani.” Malik sangat berterimakasih lewat sorot matanya yang bersahabat. Tidak di ucapkan namun Hans bisa mengerti makna dari tatapan matanya. Malik memang terkenal laki-laki yang tidak bisa mengumbar rasa terimakasih dengan kata-kata.


“Aku tidak tega membangunkan mereka berdua. Mereka sangat manis saat tidur.” Malik tersenyum sendiri melihat anak-anak muda yang besar bersama dirinya sangat cepat tumbuh jadi wanita cantik.


“Oji, jangan menolak jika aku minta bantuanmu yah. Aku butuh ide-ide bodoh kedepan untuk menjebak seseorang.” Malik bicara pelan agar tidak ada yang mendengar ucapannya. Oji mengangguk setuju, dia ahli dalam strategi kejahatan karena ruang lingkup keluarganya selama ini memang tidak jauh dari pekerjaan-pekerjaan illegal.


Sandra dan Melani segera bangun, Malik tersenyum melihat muka mereka yang terlihat bengkak. “Apa tidak mau menginap?” Mata Sandra membulat saat sadar Malik ada di depannya. Sandra merasakan hal yang sama dengan Melani. Memalukan tertidur di rumah orang lain tanpa rasa malu.


“Kami pamit ya Kak, terimakasih makanannya. Kami kekenyangan sampai jadi mengantuk. Hahhahahaha…” Mencari alasan kenapa dia sampai tertidur.


“Tenang saja Mel, kalian tetap cantik. Tapi Ayu yang paling cantik.” Keduanya tersenyum tersipu malu. Ayu masih asik tidur tanpa terganggu kebisingan.


“Kami pamit Kak. “ Sandra menarik Melani. “Sudah jangan membual. Kita malah jadi semakin memalukan.”Sandra berbisik setelah meninggalkan ruang tamu. Oji dan Hans mengikuti dari belakang.


Malik tidak langung membangukan Ayu. Dia harus mengepak barang-barang Ayu satu minggu kedepan karena Ayu akan Malik titipkan pada Rey. Berat tidak berada di sisinya, tapi ini demi keamanan Ayu. Berbahaya jika saat ini Ayu berada di sisinya.


Malik menitikkan air mata memperhatikan satu persatu pakaian milik Ayu. Dia bangga saat ini Ayu bisa menikmati hasil kerja kerasnya meski tidak pernah Ayu menggunakan uangnya secara langung. Malik bahkan harus meminta Mamih membelanjakan pakaian-pakaian bagus yang bisa Ayu pakai dengan nyaman.

__ADS_1


Selesai dengan pekerjaannya Malik memindahkan Ayu ke dalam kamar agar bisa istirahat dengan nyaman. Ayu bahkan tidak terbangun saat Malik menoel pipinya karena gemas. Malik ikut terlelap setelah puas memandangi wajah cantik Ayu.


“Kak….Kak bangun….Kak…”Malik seperti sedang bermimpi saat Ayu membangunkannya. Malik duduk memperhatikan wajah Ayu yang terlihat marah padanya. “Apa maksudnya!” Ayu menunjuk koper besar miliknya yang teronggok di depan sofa.


“Oh…”Malik kembali tiduran dan tidak menanggapi dengan serius pertanyaan Ayu.


“Aku akan jelaskan nanti. Beri aku 30 menit lagi.” Ayu menarik bantal guling yang Malik peluk dengan erat. Malik duduk dengan wajahnya yang masih muka bantal.


“Jelaskan. Apa kau mengusirku!” Malik kaget mendengar ucapan Ayu.


“Kau….kenapa memanggilku seperti itu!” Ayu mundur beberapa langkah marasa terkejut. Seharusnya dirinya yang marah bukannya Kak Malik. “Ayu tidak pernah memanggil Kak Malik seperti itu. Apa Ayu meragukan cinta Kak Malik?” Ayu menggeleng.


“Kenapa mengemasi barang-barangku. Jelaskan padaku.” Suaranya lebih lirih. Malik meraih tangan Ayu, membawanya dalam pangkuan Malik. Malik mendekap erat tubuh Ayu dalam pelukannya.


“Kemarin Ayu bilang ingin bersama Jofan sebentar kan?” Ayu ingat ucapannya.


“Kak Malik akan kasih beberapa hari Ayu tinggal di sana.” Ayu lebih suka saat Malik melarangnya pergi, sikap Malik saat ini seperti dia sedang mengusirnya dengan halus. “Kamu mau tinggal disana beberapa hari?” Ayu menggeleng. Air matanya meleleh begitu saja. Malik tidak tega melihat kesedihan di wajah Ayu.


“Kenapa kamu menangis?” Ayu menyembunyikan wajahnya.


“Aku tidak mau pergi. Aku mau di sini saja.” Ayu tidak tau apa jadinya jika dirinya jauh dari Malik yang selalu menjaganya selama ini.


“Baiklah, kita cari solusi lain. Aku tidak akan memintamu tinggal disana. Sudah” Malik mengusap air mata Ayu. “Jangan menangis, hatiku sakit melihatnya.” Ayu tidak bisa menghentikan air matanya. Malik memeluk Ayu agar tenang.


Malik memutuskan mencari cara lain agar Ayu bisa tinggal di tempat Jofan setelah dia tenang. Saat ini Malik tidak bisa memaksa Ayu menuruti keinginannya. Wajah Ayu masih terlihat sedih karena masih terbawa perasaan. Berulang kali Malik menggodanya tapi senyum Ayu masih terlihat palsu.


Mereka sudah sampai di depan lobby sekolah, tidak ada acar tapi halaman sekolah terlihat sangat ramai pagi ini. malik turun untuk mengantarkan Ayu ke depan kelasnya. Beberapa orang tua murid yang mengenal Malik menyapanya dengan ramah.


Ayu berjalan lebih cepat agar tidak ada yang tau keberadaannya yang berjalan bersama Malik sebelum Malik dicegat salah satu orang tua murid.


“Pak Malik, kenapa bapak membiarkan sekolah ini di pimpin oleh orang yang tidak pantas Pak. Mau jadi apa anak-anak kami kelak Pak!.” Malik masih tidak paham dengan apa yang mereka semua bicarakan.


“Bagaimana jika masalah ini kita bicarakan dengan kepala dingin. Kita bisa gunakan ruang rapat. Mari….”Semua wali murid yang berkumpul mengikuti Malik. Kepala sekolah yang berjalan dengan cepat berputar arah mengikuti kemana Malik pergi.

__ADS_1


Malik menghubungi Aldo agar segera membawa Ayu pergi dari sekolah. Sepertinya apa yang orang tua murid permasalahkan ada hubungannya dengan keberadaan Ayu yang sudah terbongkar identitasnya sebagai anak kandung kepala sekolah.


__ADS_2