
Tamu-tamu sudah mulai berdatangan, dari mulai orang tua sampai anak-anak remaja memadati pesta ulang tahun yang sangat meriah ini.
Ayu dan teman-teman yang lain sangat sibuk, sampai-sampai Ayu tidak memperhatikan siapa yang mengadakan pesta ulang tahun. Saat sedang menyapa para tamu yang mulai mendatangi standnya, dia mengenali beberapa anak populer yang sering muncul sebagai bahan gosip disekolah.
Astaga.....apa ini pesat Kak Lissa? Kenapa aku tidak bertanya dari awal pada Kak Rey. Benar Ayu, jam dan tanggal bahkan sama dengan yang tertera pada undangan yang dia dapatkan ( Ayu berbicara sendiri dalam hati ).
Ada rasa bahagia pasti dia bisa bertemu dengan sahabat-sahabatnya, tapi ada rasa khawatir pula karea Lissa sangat membencinya.
***
“ San, kita harus jemput Jofan. Dia tidak akan hadir kalo kita tidak memaksanya. Ayolah san”. Melani bergelayut ditangan Sandra. Sebenarnya Sandra sangat enggan untuk memenuhi permintaan sahabatnya. Tapi tidak akan seru jika hanya dirinya dan Melani saja yang datang.
Sandra memandang wajah Melani yang menengadah ke wajahnya. “ Kenapa kau memasang wajah memelas begitu?”. Sandra melangkah ke mobilnya . Melani masih saja bergelayut mesra pada Sandra.
“ Ayolah San”. Sandra masih tidak mengiyakan ajakan sahabatnya. Rumah Jofan tidak jauh dari tempat Sandra tinggal. Melani, Ayu dan Sandra pernah sekali datang ketempat Jofan saat dia tidak masuk dan tidak ada kabar.
Melani masih cemberut karena Sandra tidak mengiyakan ajakannya. Matanya asik memandang rimbunnya taman bunga yang ada di komplek tempat tinggal Sandra.
“ Ayo, turunlah”. Melani mengedarkan pandangannya. Dia mengenali rumah yang dia datangi, senyumnya merekah. Melani menghambur ke arah Sandra dan Memeluknya.
Tok...tok....tok.... Jofan....Jofan....( Melani berteriak memanggil Jofan)
“ Pencet bel Mel, Jofan mana mau keluar”. Melani hanya tersenyum, tangannya langsung saja memencet bel yang ada disisi kanan tempat dia berdiri.
Ting tong....ting tong.
Ting tong...ting tong.
Setelah memencetnya beberapa kali, Jofan akhirnya muncul dari balik pintu. “ Ada apa?”. Hanya kepala Jofan yang muncul dari balik pintu.
“ Ayo kita pergi kepesta Lissa”. Melani mendorong pintu dan masuk secara paksa. Sandra mengekor dibelakang Melani.
“ Tidak, aku tidak sudi”. Jofan memilih duduk di sofa ruang tamu.
“ Fan, please......( Melani memelas pada Jofan). Aku tidak akan pergi jika kamu juga tidak pergi. Siapa yang akan melindungi kita?”. Jofan pun tergugah oleh kata-kata Melani, bagaimanapun dia harus menebus kesalahannya pada Sandra dan Melani. Sahabatnya jauh lebih penting daripada egonya.
__ADS_1
Akhirnya Jofan pun mengiyakan ajakan Melani. Tidak terpikir dalam benak Sandra akan semudah itu merayu Jofan. Sandra hanya diam saja seolah tidak perduli dengan keputusan Jofan.
Sesampainya ditempat pesta, Melani dan Sandra mengikuti alur pesta yang sudah dibuat sedemikian rupa. Banyak hal-hal menarik dipesat, Lissa mengemas dengan sangat baik isi pestanya.
***
“ Kalian Lihat, Jofan datang. Dia sebenarnya tertrik padaku, hanya saja dia malu mengakuinya”. Lissa bangga karena merasa Jofan juga menyukainya.
“ Benar Lis. Aku tidak menyangka dia akan datang, tapi sahabatnya yang berkerudung tidak tampak Lis. Sepertinya dia tau diri untuk tidak muncul dipesta ini”. Barbie menganalisa keadaan.
Lissa sengaja mengundang sahabat-sahabat Jofan, dia tau Jofan sangat perduli pada ketiga sahabatnya. Dia pasti akan datang jika sahabatnya juga datang.
***
“Coba saja Ayu ada disini yah, pasti akan sangat seru”. Sandra merasa kasian Ayu harus bekerja saat mereka dan teman sebayanya hanya tau main saja.
Jofan menangkap sosok yang tidak asing dimatanya, pandangannya mulai mengikuti gerak tubuh orang yang sedang diawasinya.
“ Tunggu disini, jangan pergi terlalu jauh”. Jofan menyentuh pundak Sandra dan berbisik sebelum meninggalkan kedua sahabatnya.
“ Kak Rey!”. Jofan menghampiri Rey. Rey sontak saja kaget karena melihat Jofan ada di hadapannya saat ini.
“ Sedang apa Kak Rey disini?”. Jofan malah balik bertanya bukannya menjawab pertanyaan Rey yang mencurigainya.
“ Kau tidak lihat? Aku sedang bekerja, pulanglah. Jangan ganggu aku”. Rey mendorong tubuh Jofan. Tapi Jofan mematung tidak bergerak.
Pikiran Jofan menerawang, jika Kak Rey disini. Ada kemungkinan besar Ayu juga ada dipesta ini. Kenapa dia sangat bodoh tidak memberitahuku ada ditempat ini.
“ Apa Ayu juga ada disini?”. Jofan mencengkeram tangan Kak Rey sangat kuat.
“ Fan, ada apa?”. Rey merasa ada yang aneh. Jofan tidak merespon pertanyaan Kak Rey, dia berlari kesana-kemari mencari keberadaan Ayu.
Lissa yang melihat Jofan mencari sesorang memperhatikan Jofan. Pandangan matanya terlebih dahulu menemukan siapa sosok yang dicari Jofan.
Lissa tersenyum kecut, matanya melihat Ayu yang mengenakan seragam pelayan dipesta ulang tahunnya. Ayu terlihat menundukkan pandangannya, dia menghindari agar tidak ada yang memperhatikannya.
__ADS_1
“ Guys, kita punya mainan”. Seru Lissa pada sahabat-sahabatnya.
***
“ Ayu, kamu ada disini?”. Jofan lega saat melihat Ayu baik-baik saja. Masih terlihat kekhawatiran di wajah Jofan.
“ Mas Jofan kenapa?”. Ayu tersenyum palsu pada Jofan, dia malu terlihat dipesta Lissa menggunakan seragam pelayannya. Tapi dia menguatkan hatinya, tidak boleh lemah, harus kuat.
“ Kau baik-baik saja?”. Jofan sedikit berjongkok menyamakan tingginya dengan Ayu. Matanya memandang Ayu dengan sungguh-sungguh.
“ Iya Mas Jofan, Ayu baik-baik saja. Hari ini Ayu akan menjadi pelayan untuk kalian semua”. Ayu mengukir senyum yang membuat hati Jofan lega.
“ Apa benar tidak apa-apa? apa aku perlu ada disini?”. Jofan menawarkan bantuan, dia takut kalo Lissa akan menyakiti Ayu jika tau Ayu ada disini.
“ Tidak Mas Jofan, ada Bang Adit kapten Ayu disini”. Ayu memeberitahukan keberadaan Adit yang berdiri tidak jauh darinya. Ayu mendorong Jofan agar meninggalkan standnya. “ Aku baik-baik saja”. Ayu kembali fokus menjalankan tugasnya. Dan Jofan kembali ketempat Sandra dan Melani.
Setelah melihat keanehan Jofan, Rey baru mengetahui bahwa pesta yang diadakan adalah pesta teman sekolah Ayu. Rey sangat kaget karena membawa Ayu kepesta sebagai pelayan. Rey pun medatangi Ayu.
“ Yu, mereka teman-teman kamu?”. Rey menarik tangan Ayu menjauhi keramaian. “ Benar Kak”. Ayu masih menunduk.
“ Apa kamu bisa mengatasi situasi ini?”. Rey mencoba mendidik mental Ayu, dia harus siap dalam segala keadaan. Tidak boleh menyerah dan cengeng.
” Apa Ayu boleh mencobanya Kak? Ayu yakin mampu mengatasi semua ini “. Ayu mencoba tetap tegar dalam situasi apapun.
“ Ok, jangan terlihat lemah dihadapanku”. Rey menggenggam erat pergelangan tangan Ayu yang terbalut manset. “ Buktikan kalo aku tidak salah mengandalkanmu”. Rey kembali menarik Ayu dan meninggalkannya di standnya seperti sediakala.
***
" San, ada Ayu disini. Kita harus mengawasinya. Jika Lissa tau, aku yakin dia tidak akan tinggal diam". Jofan berbisik di telinga Sandra.
"Apa ini semua menu makanan restaurant Kak Rey?". Sandra sangat terkejut mendengar perkataan Jofan.
"Aku dan Melani akan kesana, dimana Ayu?". Sandra hendak melangkah, tapi Jofan mencegahnya. Jofan menarik tangan Sandra dan menggenggamnya.
Jantung Sandra kembali berdetak, padahal dia sudah berjanji akan mengubur dalam-dalam perasaannya.
__ADS_1
Melani tidak mengetahui apa yang terjadi karena masih sibuk dengan makanannya.
" Kita awasi saja dari jauh San, jangan membuat Ayu merasa diperhatikan. Aku takut dia akan canggung". Jofan memang sahabat yang sangat baik.