Gadis Desa Dengan Sejuta Mimpi

Gadis Desa Dengan Sejuta Mimpi
Bab 127 ( Penangkapan )


__ADS_3

Adam datang tergopoh-gopoh dengan perasaan bercampur aduk. Ada sedikit perasaan bahagia saat tau putranya lahir dengan selamat. Tapi perasaan bahagia belum bisa Adam rasakan seutuhnya, Sarah masih di ruang operasi dengan peralatan seadanya, hal yang bisa saja membahayakan nyawa Sarah.


Adam membuang kasar nafasnya, dadanya seolah ditimpa batu besar yang membuatnya sulit bernafas.


“Dokter, putra Dokter lahir dengan selamat.” Pras memeluk Adam yang baru saja sampai. Perasaan haru menyelimuti kelahiran putranya, dia berhasil berjuang sampai bisa terlahir dengan selamat ke dunia.


Hans memaksakan senyum di bibirnya melihat Adam mampu tersenyum dan terlihat tenang dalam keadaan genting. Dia benar-benar sosok laki-laki yang selalu bersikap dewasa.


“Bagaimana keadaan Sarah? Apa dia baik-baik saja?” Air mata tidak lagi bisa Adam bending. Sarah wanita yang sangat kuat selama ini, dia yang menjaga Adam sampai bisa seperti sekarang ini. Adam mengusap air matanya kasar.


“Dokter sedang berusaha menyelamatkan Sarah. Tenang lah, dia wanita yang luar biasa.” Pras menarik tangan Adam menjauhi ruang operasi. Mereka punya waktu selagi Kala tidak memeperhatikan pergerakan mereka.


“Kita harus buat strategi. Kala saat ini sedang fokus pada operasi dan keselamatan Sarah. Kita punya waktu memikirkan cara untuk menyelamatkannya dan menangkap Kala.” Adam tersadar, bukan waktu tepat menyelami kesedihan. Dia harus focus pada keselamatan Sarah dan penangkapan Kala.


“Kala hanya sendiri, tapi dia orang yang tidak gegabah. Dia bahkan mengancam mengakhiri hidupnya sendiri dan Dokter Sarah.” Hans ingat bagaimana Kala mengancam dan meodongkan pistol di kepala Sarah yang sedang terkapar di pelukkannya.


“Apa dia tidak bisa kita ajak bernegosiasi? Apa yang dia inginkan dari Sarah!.” Adam masih belum tau kisah Kala dan Sarah sampai Kala begitu menginginkanya.


“Apa Dokter tidak tau?” Hans dan Pras saling pandang. Mereka tahu cerita detail saat dalam perjalanan. Semua informasi mereka daparkan dari Oji yang Rama mintai keterangan.


“Jangan sembunyikan apapun dariku.”Adam merasa ada yang aneh. Hans dan Pras pasti tau alasan dari perbuatan Kala.


“Menurut keterangan yang kami dapat, Kala adalah alasan kenapa Dokter Sarah kabur dan melanjutkan sekolah di luar ngeri.” Adam mengernyit. Itu cerita kelam yang sudah Sarah kubur. Hanya dia dan Malik yang tau bagaimana masa lalu Sarah.


“Apa maksud kalian?” Pras merasa tidak enak hati meneruskan cerita yang dia tau. Tapi Hans menganggukan kepala agar Pras melanjutkan ceritanya.


"Dia laki-laki yang dahulu membeli dokter Sarah." Pras merasa lega tapi juga menyesal.


“Dokter tenanglah, ini bukan waktu yang tepat untuk membahas masa lalu. Kita harus bergegas sebelum Kala membawa dokter Sarah.” Adam terduduk lemas, dia tidak menduga sedikitpun siapa Kala.


Kaki Adam tiba-tiba saja lemas tidak bertenaga, pantas saja sikap Sarah pada Kala selama ini sangat dingin. Rupanya Sarah menyembunyikan kebenaran darinya. Dia menghadapi rasa takutnya sendirian.


Pantas saja selama ini Sarah begitu melarang dirinya bergaul dengan Kala. Adam tidak pernah berpikir sejauh ini, Sarah hanya menyuruhnya menjauhi Kala tanpa mengatakan siapa Kala sebenarnya. Sarah pasti tau Aku tidak akan tinggal diam saat tau siapa Kala sebenarnya.


Adam masih emosional, dia merasa selama ini memahami Sarah dengan baik, tapi nyatanya ada rahasia besar yang dirinya tidak ketahui. Adam merasa tidak berararti saat ini.


Tapi adam harus membuang perasaannya, Sarah sudah berjuang keras menjaga cinta dan kesetian pada nya. Dia bahkan mengorbankan nyawanya demi keselamatan buah hati mereka.


“Kita harus bertindak, katakan pada Tuan Rama kita akan menjalankan strateginya. Aku ingin putra dan istri ku selamat.” Pras segera menjalankan perintah Adam. Dia sama seperti putra bagi Rama.

__ADS_1


Rama sudah menyusun rencana agar Kala menyerah dan tidak bisa berkutik. Meskipun sedikit berbahaya bagi dirinya dan Sarah. Tapi usaha nya tidak bisa gagal agar tidak ada korban jiwa saat menangkap Kala.


“Dok, sebentar lagi operasi selesai. Kita harus bersiap menyergap Kala agar dia tidak bisa berhasil kabur.” Hans mengingatkan Pras dan Adam saat mendapat kode dari suster yang baru saja keluar dari ruang operasi.


Adam bergegas menggunakan seragam dokter dan menggunakan masker memasuki ruang operasi. Berusaha tenang dan tidak terlihat mencurigakan agar Kala bisa dia kelabuhi. Rasa rindunya sedikit terobati melihat wajah Sarah. Dia terlihat sangat tirus padahal hanya beberapa hari tidak bertemu.


“Kau, siapa kau? Aku tidak melihat ada Dokter lain selain dia dan dia.” Kala mengintrogasi Adam saat masuk ke ruangan.


“Aku dokter yang kan membantu merawat pasien paska operasi.” Kala menyipitkan mata. Klinik kecil tapi dokter nya banyak, tidak hanya dua, tapi ada 3 orang.


“Kalian semua akan mati bersamaku jika macam-macam dan tidak menuruti perintahku!” Kala mengancam dengan pistol tidak lepas dari tangannya.


Adam memeriksa seluruh alat vital Sarah, dia lega karena Sarah sangat kuat bahkan dalam keadaan nya sekarang. Adam tidak boleh lemah, dia harus lebih kuat dari Sarah dan Putranya.


“Tuan kami harus membawa pasien ke ruang rontgen untuk memastikan semuanya dalam keadaan sehat.” Misi penyelamatan di mulai.


"Tuan ada masalah kecil yang harus kami periksa lebih lanjut." Kala mendekat pada Adam dan dokter lain saat mendengar sedikit perdebatan di antara mereka.


"Lakukan saja di sini." Berbahaya jika keluar, bisa saja ini hanya jebakan untuk menagkapnya.


"Kami tidak bisa melakukannya di sini Tuan. Ruanganya ada di sebelah ruangan ini Tuan." Dokter bicara setenang mungkin.


“Tidak! Tidak ada satu orang pun bisa membawanya.” Kala masih tetap pada pendiriannya. Jika keluar sama saja menyerahkan diri.


Kala menggaruk kepalanya yang tidak gatal, rasanya frustasi menghadapi nya. Tapi perbuatan Kala sejauh ini untuk mendapatkan Sarah. Apa artinya semua ini jika sampai Sarah terluka.


“Suruh anak buah Adam masuk, aku harus bicara padanya.” Perintahnya pada seorang suster. Kala berdiri di samping Adam yang sedang berpura-pura memeriksa Sarah.


“Iya Tuan, ada yang bisa saya bantu?” Pras bicara dengan tubuh tegap namun penuh ketegangan.


Tiba-tiba saja Kala menodongkan pistol di kepala Adam, ternyata dari awal Kala sudah tau Adam yang masuk ke dalam ruang operasi. Kala sangat jeli dan tidak bisa begitu saja dibodohi. Semua tertipu saat Kala percaya Adam adalah dokter klinik, raut wajahnya tidak sedikitpun menampakkan kecurigaan.


“Hahahahahaha…..kalian piker aku bodoh! Apa kalian semua sudah bosan hidup?” Kala menarik Adam lebih dekat dengan Sarah.


“Kau mau mati bersama kami? Kenapa tidak kau urus saja putramu yang sudah menyusahkan Sarah dan pergi dari kehidupan kami!.” Kala naik pitam melihat Adam ada di hadapannya.


“Apa kau tidak salah bicara? Seharusnya aku yang bicara begitu.” Adam terpancing, Kala tidak tau diri saat bicara padanya. Padahal seharusnya dia yang pergi dan tidak mengganggu rumah tangga nya.


"Apa kau bilang! Dia milikku. Dia sudah aku beli dengan harga yang tinggi." Kala mendorong Adam sampai terpojok di sudut ruangan.

__ADS_1


Pras dan Hans segera membantu Dokter membawa Sarah dari ruangan, Kala sedang terpecah konsentrasi nya karena terpancing emosi.


"Aku akan mengembalikan uangmu, berapapun jumlah yang kau minta!" Adam terus memancing emosi Kala sampai perhatiannya tertuju pada Adam seorang.


"Uang itu sudah tidak ada artinya. Aku hanya ingin menghancurkan perempuan yang sudah membuatku hancur!." Kala mendorong keras tubuh Adam.


Kala kembali berbalik saat tidak mendapati Sarah di ranjangnya. Rupanya Adam memancing emosinya untuk mengalihkan perhatiannya. Kala merasa tertipu, darah serasa mengalir cepat sampai ke ubun-ubunnya.


Duarrrrr......


Kala melepaskan tembakan dekat dengan kaki Adam. Adam gemetar tapi tetap kokoh berdiri. Adam siap menerima resiko apapun demi keselamatan Sarah. Rasanya lega Sarah sudah keluar dari bahaya.


"Hah....kau mengelabuiku. Berani nya kalian mempermainkan aku!!!!!!" Kala berteriak mengacungkan pistol pada Adam, Pras dan Hans yang ada di dalam ruangan.


Perlahan Kala melangkah menuju pintu keluar, tapi pintu sudah terkunci rapat. Lagi-lagi Kala merasa di curangi oleh mereka semua. Dia harus menyelamatkan diri.


"Serahkan kunci nya padaku." Mata Kala melotot pada Pras.


"Kau tidak akan bisa lolos, menyerahlah." Ucap Pras penuh percaya diri.


"Kalian akan mati bersamaku jika tidak membiarkan ku pergi." Ancam Kala.


"Maka itu lebih baik bagi Sarah dan putra ku." Sahut Adam seolah mengejek.


"Kalian pikir aku sedang main-main! Cepat buka." Kala menyenderkan tubuhnya di pintu saat seorang petugas kepolisian membuka pintu dengan tiba-tiba.


Brugggggg.....


Duarrrrrrrrrrr.......


Tubuh Kala terjerembab, pistol di tangannya lepas kendali dan melepaskan tembakan ke sembarang arah.


Awwwwwww...


"Passs...." Teriak Adam terkejut melihat tangan Pras berdarah.


Peluru mendarat di tangan kiri Pras, untung saja sedikit melesat sehingga luka tidak terlalu serius. Tapi tetap saja membuat semua orang khawatir saat mendengar teriakan Pras.


"Aku tidak apa dokter, aku hanya terkejut." Pras malu karena teriakan nya cukup keras.

__ADS_1


"Tangan mu berdarah dan kau masih bisa tersenyum." Adam merasa bersalah.


Kala berhasil di amankan oleh pihak berwajib. Adam langsung membawa Sarah dan Putranya ke rumah sakit besar milik Rama untuk mendapatkan perawatan terbaik.


__ADS_2