
Apa yang akan dilakukannya, jika aku bersedia membayar semua biaya tagihan Rumah Sakitnya yah? apa dia akan berterimakasih padaku? Apa dia merasa seperti di tolong malaikat baik hati?. Malik berkhayal dengan khayalan tingkat dewanya. Bibirnya tersenyum-senyum sambil memperhatikan Ayu yang sedang kebingungan.
“Ayuna” Malik memanggil nama Ayu dengan lengkap. Ayu langsung saja berbalik melihat Malik yang memanggil nama lengkapnya. Padahal Ayu baru pertama kali melihat dia.
“Ayu, kau baik-baik saja? Apa ada yang terluka?” Langkah kaki Malik terhenti karena kedatangan seseorang.
“Kak Oji, bagaimana ini Kak”. Ayu sangat bingung dan panik. Kedatangan Kak Oji seperti air segar di gurun pasir.
“Tenang saja, Kaka akan bayar semua tagihannya”. Oji mengeluarkan kartu creditnya dari dompet. Malik hanya tertegun dengan kejadian yang di luar dugaannya.
Adam dari sudut rumah sakit yang jauh memperhatikan kejadian itu. Bibirnya tak henti menorehkan senyuman karena merasa sahabatnya ditikung anak ingusan.
Ayu dan Oji pun pergi, karena rasa paniknya, Ayu tidak ingat akan keberadaan Malik yang berdiri menunggunya dari tadi.
Malik mengacak rambutnya kesal, dia kesal pada dirinya karena tidak bisa mengendalikan keadaan dengan baik.
Malik melihat Adam yang sedang menertawakannya. Malik pun langung mengejar Adam. Adam langsung saja menutup pintu ruangannya. Malik menggedor-gedor pintu ruangan Adam dengan keras.
“Dor...dor...dor..., Adam buka, akan aku habisi kau Dam. Dor....dor...dor....Adammmmmmm”. suara Adam dan Malik membuat suasan rumah sakit jadi sangat gaduh. Sarah yang mendengar kegaduhan itupun menghampiri ruangan Adam.
“Malik.....kenapa kalian ribut sekali, inikan Rumah Sakit sayang. Tolong jagan ke kanak-kanakan adik-adikku yang manis”.
__ADS_1
Sarah adalah Istri Adam, usianya lebih tua 5 tahun dari Adam. Tapi paras nya yang cantik membuat nya terlihat awet muda. Bahkan lebih muda dari wajah Adam.
“Kaka Ipar, lihatlah suamimu yang bayi itu. Dia menertawakan aku Kak”. Malik menyenderkan kepalanya di bahu Sarah dengan mesra.
“Hey jomblo, jauhkan tanganmu dari istriku yang cantik ini”. Adam menarik tangan Sarah dengan lembut. Adam memang orang yang sangat romantis, berbeda dengan Malik yang cuek.
“Sudah-sudah, kalian ini seperti anak kecil saja. setiap bertemu selalu saja berdebat”. Sarah membawa Malik dan Adam masuk ke ruangan Adam.
“Malik jatuh hati pada anak kecil”. Adam mulai meledek Malik yang sedang uring-uringan. Sarah sudah biasa mendengarkan keluh kesah kedua pria yang dia anggap anak kecil.
“Kak, dia sangat lucu. Aku selalu bahagia kalo ada dia di smapingku Kak”. Malik memasang muka manjanya pada Sarah. Hanya pada Mami dan Sarah Malik bisa memperlihatkan kelakuan nya yang kanak-kanak ini. Selebihnya dia akan bersikap kaku di depan semua orang.
“Sepertinya kau benar-benar jatuh hati padanya”. Sarah heran karena sudah lama tidak meihat Malik bertingkah berlebihan seperti anak kecil.
Banyak gadis-gadis yang menggandrungi Malik, bahkan dari kalangan orang-orang terpandang. Tapi malik tidak meresponnya. Bagi Malik, mereka tidak tulus.
“Yu, kamu kenapa bisa pingsan? Kenapa gak telpon kak Oji Yu?”. Oji sangat khawatir dengan keadaan Ayu. Dia tau Mbak Murni sedang berkabung dan pulang ke kampung halaman. Oji memang sering mengintai kediaman Murni hanya untuk melihat Ayu.
Hari ini Oji ada Tes Masuk Universitas, dan dia baru mendengar kabar Hans (dari teman sekelas ayu yang diminta Oji untuk mengintai Ayu) bahwa Ayu pingsan dan di bawa ke Rumah Sakit.
“Kak Oji, aku baru inget Kak. Tadi ada mas-mas ganteng yang bantu in aku. Aku sampe lupa loh tadi dia masih ada disamping aku. Kemana yah dia ya Kak?”. Ayu celingukan mencari keberadaan Malik.
__ADS_1
“Siapa? Gak ada siapa-siapa kok, udah ah ayo kita pulang”. Oji mengulurkan tangannya pada Ayu, tapi ternyata Ayu sudah pergi ke arah lain. Entah apa yang sedang di carinya pikir Oji.
“Mbak, lihat mas-mas yang tadi sama saya gak mbak?” Ayu bertanya pada petugas administrasi yang tadi melayaninya.
“Dia itu.....ehm....gak liat mbak” Petugas yang ditanyai Ayu takut salah. Dia lebih baik cari aman saja pikirnya.
“Ya sudah mbak terimakasih banyak ya Mbak, selamat bekerja”. Ayu boleh saja orang kampung, tapi dia sangat supel. Makanya temen-temennya sangat sayang pada Ayu.
Oji mengikuti kemanapun langkah Ayu. Sampe tiba-tiba saja Ayu yang tidak fokus menabrak seseorang yang berdiri membelakanginya.
Ayu menabraknya cukup keras sampai dia terjatuh sendiri karena ulahnya. Sontak saja laki-laki yang ditabraknya pun berbalik badan.
“Ayuna”. Malik sangat senang melihat Ayu ada di hadapannya. Tapi lagi-lagi langkahnya kalah dari Oji.
“Kamu ini ceroboh sekali, kenapa bisa jatuh” Oji membantu Ayu berdiri.
“hehehe, aku hari ini sudah 3 kali jatuh”. Ayu malu karena terlihat bodoh di depan semua orang.
Sarah yang masih ada di dalam ruangan Adam langsung keluar saat mendengar Malik menyebut nama Ayuna.
“Hai Ayu, aku Sarah”. Sarah mengulurkan tangannya. Senyumnya sangat manis, dan paras nya sangat cantik membuat Ayu bingung. Apa aku sudah tidak di bumi lagi, kenapa mereka semua sangat cantik dan tampan (gumam Ayu dalam hati).
__ADS_1
“Ayu, kau tidak papa?” Ayu diam saja melongo melihat kecantikan Sarah. “Oh iya kak, eh Dok...” Ayu pun mengulurkan tanganya.