Gadis Desa Dengan Sejuta Mimpi

Gadis Desa Dengan Sejuta Mimpi
Bab 25 (Sandra dan Jofan )


__ADS_3

Sudah beberapa hari berlalu, namun kecanggungan diantara Jofan dan Sandra masih belum selesai. Mereka masih cuek satu sama lain, Sandra bahkan meminta maaf duluan. Dia sudah bertekad, jikaJofan tidak meminta maaf, maka Sandra akan mengorbankan persahabatannya.


Saat jam istirahat tiba, Jofan dan Sandra yang biasanya akan bergabung dengan Ayu dan Melani ke kantin memilih mangkir.


Jofan beralasan ada perlu dengan anak-anak basket dan Sandra beralasan ada keperluan diperpustakaan. Tinggallah dua sahabat itu penasaran dengan apa yang terjadi.


“Ada yang aneh gak sih Yu?” Melani melipat kedua tangannya, menerawang seolah sedang berfikir keras.


“Jofan dan Sandra?”. Ayu sudah menebak arah pembicaraan Melani.


“ Iyakan? Gak Cuma aku yang merasa aneh?”. Melani menarik tangan Ayu untuk duduk di salah satu kursi kantin yang masih kosong.


“Sepertinya mereka sedang perang dingin Mel”. Ayu juga penasaran karena sama sekali tidak tau.


“Kita harus cari tau Yu, kalo begini terus persahabatan kita bisa jadi buliran jeruk Yu”. Melani mulai drama dengan perasaannya.


“ Bagaimana caranya? Sandra tidak akan cerita kalo kita paksa. Harus ada keinginan dari dirinya sendiri untuk cerita. Kitakan faham gimana Sandra Mel”. Ayu dan Melani mencoba mencari alasan kedua sahabatnya yang sedang bermasalah.


“Oh ya Yu, buku-buku kamu yang basah gimana? Apa sudah dikembalikan dari Jofan?”. Melani penasaran, karena setau Melani semua buku-buku Ayu dibawa Jofan.


“ Sudah di ganti yang baru oleh Jofan Mel, dia menyalin semua tulisanku”. Melani melotot ke arah Ayu.


“Aku tau kenapa mereka berdua bertengkar Yu”. Melani berbisik di telinga Ayu. Ayu yang mendengar perkataan Melani kaget dan spontan menutup Mulutnya dengan kedua tangannya.


“ Apa aku jadi sumber masalahnya Mel?”. Mata Ayu berkaca-kaca. Melani langsung saja memeluk Ayu. Ada penyesalan dalam diri Melani karena membuat Ayu menjadi sedih.


“ Bukan begitu, ini hanya salah faham”. Melani mengusap pundak Ayu agar sahabatnya tenang.


“Sekarang kita harus bicara dengan mereka Yu”. Melani menarik tangan Ayu untuk kembali ke kelas mencari kedua sahabatnya.


Saat ada di depan kelas, mereka melihat Sandra sedang duduk menyandarkan kepalanya di meja. Matanya dipejamkan dan telinganya terpasang earphone.


Ayu langsung saja menggenggam tangan Sandra. Mata Sandra langsung terbuka saat merasakan sentuhan di tangannya. Sandra melihat Ayu yang sedang berjongkok di hadapannya kaget.


Sandra langsung saja membuka earphone yang masih menempel di telinganya dan berjongkok mensejajarkan dirinya dengan Ayu.

__ADS_1


“ Kenapa?”. Sandra penasaran melihat raut muka Ayu yang terlihat sedih.


“ Apa aku yang membuat Sandra dan Mas Jofan saling menjauhi?”. Mata Ayu masih memandang Sandra dengan lekat.


Sontak Sandra tersenyum karena Ayu tidak ada hubungan dengan masalahnya. Tapi Sandra ingin mengerjai Ayu kali ini.


“ Kamu merasa bersalah? Apa kamu rela jika Aku memintamu menjauhi Jofan?”. Sandra menajamkan pandangannya.


“ San....kita kan....”. Melani tidak bisa meneruskan kata-katanya.


“JANGAN IKUT CAMPUR”. Sandra mendorong Melani dengan jari telunjuknya.


“ Aku akan menjauhinya. Aku bahagia sekali memiliki sahabat seperti kalian, aku tidak meminta lebih”. Ayu kembali meraih tangan Sandra. “ Melani, sandra dan Mas Jofan tidak akan terganti”.


“Lalu kalo aku ternyata menyukai Jofan bagaimana? Dan aku tidak suka kalo kamu dan Melani dekat-dekat dengan dia”. Sandra masih memancing-mancing ingin melihat Ayu marah, Sandra penasaran karena sahabatnya ini tidak pernah sekalian marah pada teman-temannya.


“ Jangan lepaskan persahabatan kita San, aku menyayangi kalian”. Ayu tidak bisa menahan air matanya.


Melani tidak tega melihat Ayu dan langsung memeluknya. “ Kita tidak akan pernah terpisahkan”. Melani mengeratkan pelukannya.


“ Aku juga tidak akan pernah melepaskan kalian hanya demi laki-laki yang tidak bisa menghargai perasaan perempuan”. Mereka bertiga saling berpelukan.


Jofan yang hendak mengambil HP nya yang ketinggalan tidak sengaja melihat ketiga sahabatnya. Dia tidak tau jika Sandra juga menghindari Ayu dan Melani.


Sepertinya kesalahanku fatal. Aku harus bicara pada Sandra. Ada hal yang di sembunyikannya. Jika dia tidak mau bicara, aku akan mengancamnya agar mau buka mulut.


***


Hari ini mbak Murni sudah kembali dari kampung halaman setelah mengurus pemakaman dan selamatan Buyut Ayu. Ayu bahagia karena rumah kembali ramai.


“ Yu, Mas Ali gak pulang selama Mbak di kampung?”. Mbak murni bertanya sambil tangannya sibuk membuka isi kulkas dan meneguk air dingin untuk meyejukkan dahaganya.


“ Gak Mbak, kalo pulang hanya ambil pakaian, itupun Ayu tidak tau pulangnya. Dan mas Ali kasih Ayu uang jajan biasanya di kasih note”. Ayu menunjukkan beberapa memo yang menempel di pintu kulkas.


“ Sepertinya Mas dan Mbak akan memindahkan Ayu setelah kenaikan kelas ya Yu”. Mbak murni menggigit apel yang sudah selesai dia cuci.

__ADS_1


Deg....


“Baik Mbak”. Aku tidak boleh menentang, aku memang tau kalo mbak Murni dan Mas Ali tidak begitu mewah dan berada. Pasti Buyut Ayu yang memaksa Mbak Murni memilihkan Sekolah yang terbaik.


“ Mbak sama Mas sudah tidak dapat bantuan dari Buyut”. Mbak Murni mengajak Ayu duduk disofa ruang tamu.


“ Iya Mbak”. Ayu hanya mengiyakan perkataan mbak Murni, ada kesedihan karena dia akan berpisah dengan teman-temannya. Tapi Ayu tidak boleh egois. Ini semua juga demi kebaikannya.


Setelah selesai Ayu lebih memilih berdiam di kamarnya, masih terngiang perkataan mbak Murni di benak nya.


Nanti juga dapat sahabat lain lagi. Pasti akan sama aja sekolah dimanapun. Tidak akan ada yang berbeda. (Batin Ayu )


Ayu mulai memasuki alam bawah sadarnya dan melupakan sejenak problem hidupnya.


***


Pagi ini Jofan datang lebih awal dari biasanya. Dia sengaja ingin menemui Sandra seorang diri. Perasaannya sudah sangat tidak karuan karena penasaran dengan apa yang membuat Sandra marah padanya.


Awalnya Jofan tidak berniat meminta maaf atau mencari tau. Tapi ternyata tindakannya membuat ketiga sahabatnya terluka.


Jofan tidak akan membiarkan siapapun manyakiti mereka termasuk dirinya sendiri. Sepertinya hari ini memang Jofan sedang beruntung.


Saat kelas masih sangat sepi dan hanya ada Jofan seorang, tiba-tiba saja Sandra masuk. Matanya yang terkajut membuat gerakkan badannya memutar dan mencoba menghindar agar tidak bertemu Jofan seorang diri.


Tapi kali ini langkahnya kalah cepat dari Jofan. Jofan menarik tangan Sandra dengan paksa agar memasuki kelas. Jofan juga mengunci kelas yang hanya ada mereka berdua.


Ceklek.......


“Jofan....Lepasin....Jofan....” . Sandra meronta mencoba melepaskan cengkraman Jofan.


“ Maaf San, aku tidak bermaksud”. Jofan melepaskan tangan Sandra.


“ Buka pintunya, nanti jika ada yang melihat, akan jadi fitnah Fan”. Sandra mencoba meraih kunci untuk membuka pintu, tapi tangan Jofan menahannya.


Sandra pun melotot ke arah Jofan “ Lepaskan aku atau aku akan anggap kamu tidak pernah ada sebagai sahabatku”. Sandra mengancam Jofan, padahal jantung nya berdetak sangat tidak beraturan karena perasaannya saat ini campur aduk.

__ADS_1


Kenapa dia yang mengancam. Kan aku yang mau mengancamnya. Tidak bisa di biarkan. (Jofan berkata dalam hati).


“Maaf kan aku”. Jofan menyentuh pundak Sandra dengan lembut. Mata Jofan seolah mampu meyihir keadaan membuat Sandra lupa akan amarahnya.


__ADS_2