Gadis Desa Dengan Sejuta Mimpi

Gadis Desa Dengan Sejuta Mimpi
Bab 33 ( Salah Sasaran )


__ADS_3

Lissa bersama teman-temannya menyusun rencana untuk membuat Ayu malu, dia berusaha keras menjatuhkan Ayu didepan mata Jofan. Bagi Lissa, Jofan akan tertarik pada dirinya jika tidak ada sahabatnya yang bernama Ayu.


“ Yu....kamu Ayu kan?”. Sapa Lissa yang diikiti ketiga sahabatnya.


“ Iya Kak. Selamat ulang tahun ya Kak”. Ayu mencoba bersikap netral. Dia tidak mau mengecewakan Kak Rey yang sudah sangat baik pada dirinya.


Dari kejauhan Jofan sudah memperhatikan garak gerik Lissa dan teman-temannya yang menghampiri Ayu ke standnya.


“ Selamat bekerja ya Yu”. Lissa melangkah pergi, Ayu sangat senang karena Lissa tidak membuat masalah dengannya. Ayu sudah sangat lega karena ternyata Lissa hanya datang untuk menyapa. Namun baru beberapa langkah dia kembali berbalik.


Ternyata aku salah..... apa yang akan dia lakukan ya Tuhan ( suara hati Ayu)


“ Oh iya, tolong bawakan beberapa makanan ke mejaku ya Yu, mejanya ada di dekat kolam. Cepat ya Yu, aku tidak sempet makan jadi sangat lapar”. Lissa tersenyum sebelum benar-benar pergi meninggalkan Ayu.


Apa benar hanya itu yang akan terjadi? Sepertinya akan ada kejutan hari ini. Semoga dia tidak mempermalukanku Ya Allah. Aku harus menjaga nama baik restaurant Kak Rey.


Ayu pun berjalan menuju ketempat dimana Lissa duduk dengan teman-temannya. Ada rasa ragu dalam diri Ayu, namun dia tidak boleh bersikap semaunya. Harus profesional kata Kak Rey.


“ Permisi .... ( Ayu meletakkan semua makanan yang dia bawa di atas meja ), selamat menikmati. Saya permisi”. Ayu berbalik meninggalkan tempat Lissa.


Tiba-tiba saja kaki salah satu teman lissa yang berdiri di samping kolam menyandung kaki Ayu. Karena sedang jalan terburu-buru Ayu tidak memperhatikan dan hilang keseimbangan. Ayu kaget dan berteriak sekuat mungkin sambil memejamkan matanya.


Aaakkhhhhhhhh...........Byurrrrrrr......... ( Suara teriakan Ayu dan suara air kolam membuat semua yang ada disitu terkejut ).


Aku malu sekali Tuhan.... apa yang akan terjadi selanjutnya. Apa Kak Rey akan sangat marah padaku. Maafkan Aku. Aku membuat Kak Rey malu karena tidak waspada. Kenapa badanku tidak basah, kenapa aku hanya sakit saja tanganku tapi tidak basah sekujur tubuhku.... ( Ayu masih memejamkan matanya dan meraba badannya ).


Ayu membuka matanya dan kaget karena dirinya terlempar diatas rumput, padahal suara air yang terdengar ditelinganya nyata. Ayu mengedarkan pandangannya kekolam renang. Ada seseorang yang sedang berenang ke arahnya.


Matanya tidak berkedip, Ayu yakin dialah orang yang membantunya dan menarik tangannya. Ayu memperhatikan dengan mata yang terbuka lebar.

__ADS_1


Krecek....krecek...krecek.... ( Suara tetesan air dari tubuh pria yang baru saja keluar dari kolam ).


“ Kak Malik.....( Mata Ayu melotot melihat siapa yang ada dihadapannya )”. Ayu masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.


Malik menarik tangan Ayu dan membawanya keluar dari kerumunan pesta. Jofan dan teman-temannya yang menyaksikan kejadian itupun hanya mentap kepergian Ayu begitu saja.


Mereka tau jika Malik adalah orang baik yang ada disekitar Ayu. Mereka sudah tau jika Malik bukanlah Kaka Ayu.


Flash Back


Praakkk..... Ayah Malik meletakkan undangan diatas meja kerja Malik.


“ Datanglah, dia ingin mengenalkan anak sulungnya yang baru saja pulang dari Jepang”. Ayah langsung saja pergi meninggalkan ruang kerja Malik tanpa mendengar persetujuan Malik.


Malik sudah biasa dengan perlakuan Ayahnya yang maunya menang sendiri. Tidak bisa membantah jika sudah memerintahkan.


Malik tidak tertarik sama sekali, dia mulai menyibukkan dirinya dengan tumpukkan kertas yang membutuhkan tanda tangannya.


“ Permisi pak, aku sudah berhasil mengumpulkan semua laporan tentang Ayu”. Aldo meletakkan beberapa foto yang ada ditangannya.


Aldo mulai mejelaskan perjalanan foto yang ada di tangannya. Tidak terlewatkan sedikitpun, Malik terlihat beberapa kali mengembuskan nafasnya kasar mendengarkan penjelasan Aldo. Netranya berkaca-kaca, namun Malik menahannya.


Tangannya terkepal mendengarkan apa yang terjadi beberapa bulan terakhir. Bahkan saat ini Ayu sedang mencari rumah kos. Dia sudah menyerah tinggal ditempat Mbak Murni. Banyak sindiran yang didengar Ayu dan membuat Ayu tidak kerasan tinggal ditempat Mbak Murni.


“ Pak...Pak.... ( Aldo memanggil Malik yang terlihat melamun dan tidak fokus )”.


“ Iya... Maaf Al, aku banyak pikiran”. Malik menegakkan duduknya. Dia ingin segera menemui Ayu dan meyelamatkan pujaan hatinya.


“ Undangan itu ( Aldo menyahut undangan yang ada diatas meja Malik )”. Aldo mulai membacadan mencocokkan alamat rumah yang tertera pada undangan dan pada catatannya.

__ADS_1


“ Kenapa? Kau aneh sekali Al”. Malik menyambar catatan dan Undangan yang ada di tangan Aldo.


Mata Malik berbinar, ada senyum setelah kepahitan yang dia dengar. “ Aku akan datang, katakan pada Ayah jika aku meminta bantuannya untuk menyelesaikan dokumen ini”. Malik berlari setelah meyerahkan sisa dokumen yang belum ditanda tangani.


Sesampainya dirumah, Malik langsung saja berganti pakaian dan terburu-buru meninggalkan rumahya.


“ Nak.... Jangan terburu-buru, hati-hati”. Teriakan sang Mamih hanya dibalas lambaian tangan dan klakson mobil.


Untung saja Aldo tidak terlambat memberikan informasi, jika tidak aku akan kehilangan kesempatan menjaga Ayu. Aku harus membuat perhitungan dengan keluarga Lissa.


Sesampainya dipesta, Malik disambut hangat oleh keluarga Lissa. Mereka sangat mengenal laki-laki yang diincar untuk dijadikan menantunya.


Banyak pertanyaan dan pembicaraan yang dilontarkan kedua orang Tua Klara ( Kaka Lissa yang dijodohkan dengan Malik ), namun Malik tidak fokus matanya mencari kesana kemari sosok pujaan hatinya.Malik memperhatikan satu persatu pelayan yang meggunakan seragam, tidak satupun yang mengenakan hijab.


Bibirnya merekah saat melihat Ayu membawa nampan berisi beberapa makanan. Malik pun berpamitan untuk menemui seseorang. Dia langsung saja berlari tanpa mendengar jawaban orang-orang yang ada dihadapannya.


Malik tepat berada didepan Ayu saat tubuhnya jatuh, tangannya reflek menarik pergelangan tangan Ayu dan menyelamatkannya. Namun Malik malah mengorbankan dirinya dan tercebur.


Flash Back Off


“ San, Ayu tidak papakan?”. Melani sedih melihat Ayu pergi begitu saja dan tidak tau apa yang terjadi.


“ Tenang saja, Kak Malik orang yang baik. Pasti dia akan menjaga Ayu”. Sandra memeluk Malani dan mencoba menenangkannya, padahal Sandra juga sama khawatirnya.


Jofan merangkul pundak Sandra dan Melani, mengajak mereka untuk beranjak meninggaklkan pesta Lissa yang menegangkan. Mereka pun meninggalkan pesta tanpa berpamitan.


“ Tunggu sebentar, aku harus temui seseorang”. Jofan menghampiri Kak Rey yang berdiri di Stand Ayu menggantikan peran Ayu.


“ Kak.... maafkan Ayu. Ini semua pasti diluar dugaannya”. Jofan takut Rey kecewa karena Ayu membuat kekacauan.

__ADS_1


“ Hmmmm..... ( Mata Rey masih fokus menata kembali kue-kue kedalam piring yang sudah hampir kosong).Jofan pun pergi meninggalkan Kak Rey dan kembali melanjutkan perjalanannya.


Rey saat ini sedang bingung, dia menangkap sosok sahabatnya sewaktu SMA. Dia tau bahwa Ayu bukan sahabat biasa Jofan. Tapi saat ini ada sosok Malik yang juga menjaga Ayu.


__ADS_2