Gadis Desa Dengan Sejuta Mimpi

Gadis Desa Dengan Sejuta Mimpi
Bab 21 ( Geng Lissa )


__ADS_3

Tidak ada keputusan Tuhan yang mampu kita hindari. Manusialah yang pandai berencana, tapi Tuhan maha tau apa yang terbaik.


Dalam hati Ayu yang terdalam, Ayu sangat yakin bahwa keteguhan hatinya dan perjuangannya akan membawa pada hasil yang membanggakan.


Biarkan setiap apa yang aku lalui akan menjadi warna-warna indah saat aku mampu melewatinya. Memang tidak mudah, karena itu aku tidak boleh sekalipun menyerah.


Tetap kokoh seperti karang, meskipun aku tau kapanpun aku bisa saja menjadi butiran pasir yang tersapu ombak.


Tumben sekali pak Imron tidak langsung menutup pintu gerbang. Padahal bel sudah berbunyi 1 menit lalu. Apa aku sedang mujur yah, Alhamdulillah Ya Allah. Aku gak telat hari ini.


Dari kejauhan Ayu melihat Melani.


" Mel....tunggu Mel". Ayu berlari menghampiri. Melani yang melihat Ayu, merentangkan tangannya menyambut Ayu. Dua sahabat yang setiap hari bertemu itupun berpelukan seperti sudah lama tidak bersua.


“Apa cintaku hari ini baik-baik saja?”. Melani meraba dahi dan wajah Ayu berurutan". Apa aku terlihat pucat? Aku malu sekali karena pingsan kemaren”. Ayu mengusap wajahnya dengan kasar.


“Tenang saja sayang, kamu akan baik-baik saja. Tidak akan ada yang berani membulimu sayang”.


Melani sangat mesra hari ini, apa dia salah minum obat yah? Ayu tidak menghiraukan sikap Melani, sahabatnya ini memang kadang-kadang suka sekali menjadi wanita yang aneh.


Tidak terasa bel istirahat pun berbunyi, waktunya anak-anak yang menginjak remaja ini untuk istirahat dan mengisi perutnya yang sudah keroncongan.


Brugggggg.....


Jofan melemparkan kotak persegi di atas meja Ayu.


“Makanlah..........JANGAN PINGSAN LAGI”. Jofan berjalan meninggalkan Ayu bersama Melani dan Sandra yang sedang siap-siap menuju kantin.


Cie....cie...cie.....

__ADS_1


Melani dan sandra menggoda Ayu yang di perhatikan Jofan. Sahabatnya itu memang tidak bisa di tebak sikapnya, dia baik hanya pada orang-orang tertentu saja.


“ Kayaknya Jofan suka sama kamu deh Yu”. Celetuk Sandra


“Bisa jadi San, coba kalo sama kita, dia itu super jutekkan? Iya kan?” Melani ikut-ikutan saja mengiyakan perkataan Sandra.


“Jangan membuat gosip yang tidak-tidak, nanti kalo kalian salah bagaimana? Kan kita sahabat?” Ayu mencoba membela diri. Padahal Ayu sangat GR dengan perhatian Jofan padanya.


Melani, Ayu dan Sandra memilih makan dibawah pohon yang rindang beralaskan rumput hijau. Mereka makan sambil bercanda tawa riang gebira.


“Yu, bukalah bekal dari Jofan. Aku penasaran


Yu”. Pinta Sandra.


“Baiklah, aku akan buka”. Ayu sengaja membuat adegan membuka kotak makan dengan waktu yang lama. Dia ingin melihat reaksi kedua sahabatnya.


yakkkkkkk.......


Karena terlalu kencang, kotak bekal itu malah terlempar ke arah kerumunan Geng lain yang duduk tidak jauh dari tempat mereka.


“Awwwwww......”. suara teriakan dari gerombolan anak-anak yang terkena lemparan.


“Siapa yang lempar kotak bekal ini”. Salah satu dari mereka menghampiri Geng Ayu.


“Kami tidak sengaja Kak, kami minta maaf ya Kak”. Ayu mengatupkan kedua tangannya di dada.


“Anak-anak baru ini harus di kasih pelajaran, liat bajuku”. Lissa mengangkat baju putihnya yang kotor terkena makanan.


Sandra, Ayu dan Melani hanya diam tidak bisa melawan. Mereka pun takut karena Geng Lissa termasuk yang ditakuti karena mereka tidak mau kalah dari Geng lain di sekolah.

__ADS_1


“Kami tidak sengaja Kak.....”. Sandra berbicara dengan lirih, dia takut akan memperkeruh keadaan.


“Tidak ada ampun, kalian tidak tau siapa kami? Hah...kalian tidak tau?”. Karla menunjuk nunjuk dan berapi-api saat bicara.


Tak ada yang menjawab, hanya tatapan tatapan sinis dan penuh amarah yang mereka dapatkan. Mereka hafal betul apa yang akan terjadi jika melawan mereka semua.


Plakkkk...............


Lisa melayangkan pukulan ke pipi Ayu. Mereka semua termasuk anak Geng Lissa pun kaget.


Ayu memegangi pipinya yang memerah akibat pukulan tangan Lissa. “Kenapa aku di pukul, kan kita tadi gak sengaja Kak”. Ayu yang melankolis tidak bisa menahan air matanya.


Sandra dan Melani memeluk Ayu dengan Erat.


“ Kenapa tidak memukulku saja?”. Sandra mencoba membela Ayu. Melani ikut menangis melihat Ayu menangis.


“Kau mau juga aku pukul?”. Lissa sudah mengangkat tangannya. Tapi tiba-tiba bel sekolah berbunyi.


Mereka berempat pun pergi meninggalkan Ayu CS dengan penuh emosi.


“Sakit ya Yu?” Melani membelai mesra pipi Ayu yang memerah. “Ayo kita masuk”. Ayu menggandeng tangan Melani dan Sandra.


“Siapa mereka? Kenapa mereka galak sekali?” Ayu tidak mengenal geng lisa.


“Mereka itu geng berandalan, tidak ada yang mau bermasalah dengan mereka”. Sandra mencoba mejelaskan.


“Kita harus hati-hati dengan mereka”. Sambung Melani.


Hati Ayu masih sakit dengen perlakuan Lisa dan teman-temannya, tapi mendengar penjelasan Melani dan Sandra. Ayu ciut mencari masalah dengan mereka.

__ADS_1


__ADS_2