Gadis Desa Dengan Sejuta Mimpi

Gadis Desa Dengan Sejuta Mimpi
Bab 44 ( Salad Cinta )


__ADS_3

“Pras...” Pak Rama berjalan diikuti Pras seperti biasanya. “ Jangan pacaran saat dikantor” Sebenarnya Pak Rama hanya menggoda Pras. Dia merasa bersalah karena memisahkan 2 sejoli yang baru saja jadian.


Tapi apalah daya, saat ini kondisi kesehatannya jauh lebih utama. Harus lebih banyak waktu untuk istrinya sekarang. Karena sudah cukup banyak waktu yang dikorbankan atas semua yang sudah dicapainya saat ini.


“Kita kemana Tuan? Apa langsung saja pulang, atau....” Kata-kata Pras menggantung melihat kepala Tuan nya menggeleng. Sepertinya suasana hatinya sedang kurang baik.


Pras memilih diam, bisa saja dia salah bicara jika tidak menjaga mulutnya. Banyak scedule yang harus dikerjakan, tapi melihat raut wajah Pak Rama, membuat nyali Pras menciut.


Ikuti saja apa maunya saat ini. Pras sudah tau betul watak dari Tuannya, dia tau harus bersikap dan berbuat seperti apa.


Mobil berjalan keluar dari gedung berlantai 20 itu, pandangan mata Rama masih menerawang. Masih jelas bayangan gadis lugu dan kecil yang saat ini sedang memikat hati anak nya.


“Aku lelah sekali rasanya Pras, kita pulang saja” Mata terpejam, kepala sudah disenderkan. Rasanya pusing memikirkan anak nya saat ini.


“Baik Tuan” Pras hanya menjawab sekenanya. Tidak mau panjang lebar, dia langsung membuat jadwal ulang dengan klien yang seharusnya ditemui Pak Rama hari ini.


***


“Ayu, kenapa sekarang ini kamu sering sekali membuat ku khawatir?” Malik menatap netra Ayu dengan lekat. Masih terbayang kejadian yang membuat Malik lari kalang kabut dengan perasaan khawatir.


“Ayu tidak apa Kak. Mungkin kurang hati-hati” Ayu tidak berani menceritakan kejadian sebenarnya. Pasti Malik akan sangat marah jika tau kejadian yang membuat Ayu juga merasa sangat takut.


“Sekarang istirahat yah, setelah ini aku akan masak untuk makan Malam” Malik masuk ke kamarnya setelah mengantarkan Ayu ke kamar tamu.


Malik menyerahkan kunci pintu kamar agar Ayu merasa aman. Malik tau sekali bagaimana sifat Ayu, dengan begitu Ayu tidak akan menolaknya lagi.


Tadi Kak Malik bilang ada baju aku di lemari, coba kita lihat. Ayu bergumam pada diri sendiri


Mata Ayu membulat, banyak sekali pakaian muslim lengkap dengan hijab yang berwarna senada teronggok di dalam lemari.


Wah....ini keren sekali. Ya Tuhan yang ini sangat bagus....!!!


Dari Balik tembok Malik tersenyum mendengar teriakan Ayu yang menyukai setiap pakaian yang ada di dalam lemari.


Kerja kerasku terbayar sudah, setelah seharian berbelanja . Malik merasa bangga dengan ide kreatif nya. Padahal nyatanya Aldo lah yang memilih semua pakaian yang ada didalam lemari.


Ayu memegang satu persatu baju-baju muslim yang ada di lemari. Rasanya ingin mencoba satu persatu, tapi itu tidak sopan.


Aku pinjam satu saja yah, yang ini spertinya cocok untuk santai.

__ADS_1


Ayu bergegas ke kamar mandi dan membersihkan diri.


***


Malik sudah sibuk memasak makanan di dapur, tangannya cekatan memotong sayuran, seafood dan beberapa bahan pelengkap lainnya.


Terlihat Ayu juga sudah selesai bersih-bersih dan menghampiri Malik di dapur. Ayu tersenyum melihat Malik yang fokus dengan bahan makanan sampai tidak menyadari kehadirannya.


“Kak, apa ada yang bisa aku bantu?” Ayu berdiri disebelah Malik yang sedang membersihkan daging kepiting dari cangkangnya.


Air liur Ayu rasanya mau tumpah membayangkan rasa daging kepiting yang manis dan lezat. Berkali-kali ayu menelan air liurnya.


Malik tersenyum melihat Ayu yang terlihat tidak sabaran. “Tidak akan ada yang berani mengambilnya darimu” Malik memindahkan daging kepiting dari pandangan mata Ayu.


Mata Ayu mengekor mengikuti daging kepiting pergi. Ayu mendengus kesal saat melihat Malik tersenyum melihat tingkah konyolnya.


“Suka sekali mengerjaiku” Ayu kembali duduk karena Malik melarangnya memegang apapun yang ada di dapur.


Setelah menonton adegan keren didapur, secara yah, yang masak itu ganteng kaya artis korea Lee Min Hoo. Hehehe....bagi penggemar korea kaya aku.


“Tara.....” Malik membawa salad sayur dan aneka seafood yang hanya ditumis dengan bumbu sederhana.


Ayu sumringah melihat makanan yang menggoda selera. Sendok dan garpu yang sudah di tangan siap memangsa makanan yang ada didepan mata.


“Apa lagi kak?” Ayu sudah tidak sabar merasakan manisnya daging kepiting, udang, cumi, dan kerang yang sangat menggoda. Matanya memandang Malik dengan serius.


“Kita harus memberi nama makanan ini” Tangan Malik menahan sendok dan garpu dari tangan Ayu. Sambil berpiki keras nama yang cocok.


“Tidak perlu kak, itu lihat. Seafood nya menangis meminta kita untuk segera makan” Ayu mencoba melepaskan sendok dan garpu yang dipegang Malik erat.


“Pikirkan dulu sebentar, cari nama yang sederhana tapi berkesan” Dahi Ayu berkerut. Aneh-aneh saja Kak Malik ini.


“ Aha....aku sudah tau nama yang cocok” Mata Malik berbinar, senyum yang menyeringai mencurigakan di benak Ayu.


“Salad Cinta”


“Hahaha....(Ayu terbahak mendengar nama yang dilontarkan Kak Malik). Apa tidak ada nama lain?” Mata Ayu berkaca-kaca karena tertawa berlebihan.


“Bagaimana dengan seafood nya?” Malik bingung memberi nama Seafoodnya. Hanya salad saja yang diberi nama oleh Malik.

__ADS_1


“Sudah Kak, aku sudah tidak sabar” Kali ini Ayu merengek layaknya anak kecil. Pasti Kak Malik akan luluh dengan tingkahku yang seperti anak bayi. Pikir Ayu


“Baiklah, makanlah” Malik menyodorkan hasil maskannya pada Ayu. Dengan telaten Malik mengisi piring Ayu, dia sangat bahagia karena Ayu terlihat menikmati hasil karyanya kali ini.


“Kak Malik tidak makan?” Ayu berhenti makan saat melihat Malik hanya asik menyendokkan seafood dan salad ke dalam piringnya. Sementara piringnya sendiri kosong.


Ayu menarik piring Malik, Ayu mulai mengisi piring dengan makanan yang ada.


“Kaka juga harus menjaga kesehatan Kak Malik. Bagaiman mau menjaga ku kalo Kaka saja tidak bisa menjaga diri” Ayu kembali menyuapkan udang ke dalam mulutnya.


Deg.....


Kata-kata Ayu menghujam jantung Malik seketika.


Gadis kecilku sudah mulai dewasa sekarang, dia tau saat ini ada orang yang sedang memperjuangkan cintanya.


Malik hanya tersenyum, terpaksa Malik makan padahal dia tidak lapar. Selera makannya hilang karena seharian hanya memikirkan Ayu.


“Apa tangan mu sudah baik-baik saja?” Mereka berdua sedang duduk di ruang santai sambil menonton kartun. Sementara Malik fokus dengan laptop nya.


“Sudah tidak sepanas tadi Kak” Ayu mengangkat tangannya dan menunjukkannya pada Malik. Mata Ayu melirik jam yang tergantung di dinding.


“Kak, antarkan aku pulang” Ayu berdiri menghadap Malik yang sedang sibuk dengan lapotopnya. Dia sedang mengecek email yang menumpuk.


“Menginap saja, aku tidak akan macam-macam” Malik masih saja fokus dengan pekerjaannya. Dia tidak menggubris permintaan Ayu.


“Aku tidak mau, kita bukan Muhrim” Malik mendongak, dia memandang Ayu sebentar dan berdiri. “Baiklah” Malik berjalan menyambar jaket dan kunci mobilnya. Ayu mengikuti Malik dari belakang.


Baru saja membuka pintu, Malik sudah disambut kedua sahabatnya yang baru saja datang.


“Hey Malik, pas sekali. Kita baru saja sam....” Adam kaget melihat sosok yang mengekor dibelakang Malik.


“Ada Ayu juga?” Sapa Sarah sopan, sudah pemandangan biasa. Sarah yakin Ayu dan Malik tidak mungkin macam-macam.


Ayu gadis yang sangat baik dan sangat patuh pada Agama nya. Sarah bahkan menyesal sempat berpikir yang tidak-tidak pada Ayu.


“Masuk lah, aku akan mengantar Ayu sebentar” Malik meninggalkan kedua sahabatnya.


“Mari Doket Adam, Dokter Sara. Ayu pamit yah” Ayu berlari kecil menyusul Malik yang sudah berjalan duluan. Sarah hanya melambaikan tangan.

__ADS_1


“Melihat mereka aku sangat iri. Ayu sangat beruntung” Adam melotot pada Sarah. Dia tidak terima dibanding-bandingkan dengan Malik.


“Hei wanita ku” Adam menangkup pipi Sarah dengan kedua tangannya, sarah sudah menebak reaksi Adam akan seperti ini. “ Jangan macam-macam” Adam menarik tangan Sarah mengajaknya masuk ke apartmen Malik.


__ADS_2