
Pagi ini Ayu masih sekolah seperti biasa,berulang kali Ayu meyakinkan dirinya akan ada jalan keluar dari segala masalah yang sedang Ayu hadapi. Masih sangat dini untuk menyerah, kalo pun gagal saat ini, aku akan tetap mencari jalan keluar untuk tetap bisa sekolah.
Siang malam Ayu berdo’a dan mencari jalan keluar kesana kemari. Kalo memang harus bekerja juga tidak apa-apa. Asalkan tetap bisa membiayai sekolah dan tetap bisa bertahan.
Saat sedang melintasi penjual koran, Ayu terpikir untuk mencari info lowongan pekerjaan. Walaupun kecil kemungkinan mendapatkan pekerjaan di saat dirinya masih sekolah.
Sampai sekolah pun Ayu masih sibuk membaca koran. Di bolak balik lembar demi lembar seperti sedang mencari harta karun.
“ Sedang baca apa Yu?”. Kepala Melani tiba-tiba saja muncul di balik koran saat Ayu membalikkan lembar terakhir halaman koran.
“ Ya Tuhan Mel”. Ayu memegangi dadanya yang kaget setengah mati. “ Kalo aku sampai jantungan gimana?”. Ayu melotot ke arah Melani yang masih dengan tampang sok imutnya.
“ Hehehe, habisnya serius banget, sampe aku masuk saja gak kelihatan”. Melani meraih koran yang sedang dia baca.
“ Lowongan pekerjaan? Ayu sedang cari kerja?”. Mata Melani terbelalak melihat apa yang ada di dalam koran.
“ Iya Mel, tapi sepertinya mustahil. Pekerjaan yang di iklankan rata-rata sangat membutuhkan orang dengan pendidikan tinggi”. Ayu merasa sedih. Melani pun memeluk Ayu yang sedang sedih.
Sandra dan Jofan yang mendengar percakapan kedua sahabatnya itu hanya saling memandang. Ada simpati yang besar dari ketiga sahabatnya. Mereka sudah tau asal usul Ayu dan latar belakang keluarga Ayu.
Tapi mereka tetap tidak menyangka jika tiba-tiba saja Ayu harus mencari pekerjaan, padahal dia masih kelas 1 SMA.
Saat istirahat, Ayu lebih memilih duduk di kelas menyelesaikan pencariannya di koran. Ketiga sahabat nya memilih ke kantin untuk mengisi perut mereka yang keroncongan.
“ Mel, gimana caranya kita bisa bantu Ayu”. Sandra menyandarkan tangannya di pundak Melani. Mereka sedang antri membeli bakso kesukaan mereka.
“ Aku masih mencari ide. Tapi Ayu tidak akan mau jika kita bantu dengan uang, dia punya harga diri yang sangat tinggi San”. Melani masih fokus memandang Bakso favorit nya.
****
Tut....Tut...Tut... ( Jofan sedang menghubungi Kaka sepupunya )
“ Iya Fan. Kenapa?”. Suara di sebrang telpon
“ Kak Rey, apa Jofan bisa minta bantuan? Tapi ini sangat mendesak, dan tidak boleh menolak”. Ketus Jofan.
“ Minta bantuan atau mengancam?”. Kak Rey balik bicara kasar pada Jofan yang tidak sopan padanya.
__ADS_1
“ Baiklah, maaf kan aku kak. Aku mencintaimu”. Jofan merayu kak Rey dengan gombalan.
“ Ckckckck (Rey berdecak ), kau mau mati? Katakan saja kamu mau apa. Aku sibuk, banyak pelanggan”. Ray protes karena Jofan mengganggunya saat sedang menikmati waktu istirahatnya.
“ Tolong terima teman ku bekerja di restoran kak Rey”.
Hening, tidak ada sahutan dari balik telpon untuk beberapa saat.
“ Halo kak.....Kak Rey. Kamu masih mendengar ku?”. Jofan berceloteh sendiri karena tidak ada jawaban dari kak Rey.
“ Hehehehehe...... kamu pikir bisa Prank kak Rey dengan gampang?”. Rey tidak yakin dengan apa yang barusan dia dengar.
“ Aku serius kak”. Jofan mencoba meyakinkan kak Rey. Dia menjelaskan panjang lebar kenapa sahabatnya membutuhkan pekerjaan. “Tapi dia hanya akan bekerja di weekend dan sepulang sekolah”. Tukas Jofan.
“ kenapa aku harus menerima dia? Siapa dia? Pacarmu? Hey anak kecil, sekolah lah yang benar. Jangan pacaran dan membuat ku susah begini”. Rey menutup telpon sepihak, dia menganggap Jofan hanya bercanda.
Jofan masih tidak menyerah, berulang kali dia menghubungi Rey sampai membuat Rey mematikan ponselnya.
“ Arrrrggghhhhh”. Jofan Frustasi karena masih tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan.
***
Brakkkk.............
“ Lihat Fan, berantakan semuanya”. Ray emosi karena hasil karyanya berantakan. Dia akhirnya menyuruh anak buahnya membereskan pekerjannya. Dia harus meladeni bocah ingusan yang sedang kasmaran pikirnya.
Rey sudah hafal sifat Jofan. Dia tidak akan menyerah jika keinginannya tidak di kabulkan. Dia akan terus merengek sampai kepala Rey mau pecah rasanya.
“ Tolong terima dia”. Jofan masih tidak melepaskan pelukannya. Dia berjalan mengikuti langkah kaki Rey dengan tetap memeluk tubuh Rey dengan sangat erat.
“ Kau mau mati? Lepaskan, atau aku tidak mau menerima temanmu bekerja disini”.
Mendengar perkataan Kak Rey, Jofan langsung melepaskan pelukannya, dia berdiri tegak menghadap Kak Rey. Matanya berbinar-binar seolah ada malaikat di hadapannya.
Jofan kembali memeluk kak Rey, tapi kali ini pelukan penuh kasih sayang pada Rey. “ Terimakasih kakakku sayang”. Jofan masih memeluk Rey gembira, bibirnya tidak berhenti tersenyum. Jofan menjatuhkan ciuman di pipi kanan Rey sebelum berlari meninggalkan restoran Rey yang bernama REYMOON RESTO.
“ yiahhhhh..... ( Rey berteriak ) bocah tengik”. Rey mengusap kasar pipinya.
__ADS_1
“ Jofan kenapa sayang. Dia terlihat sangat bahagia sekali”. Terlihat Moana yang baru saja tiba di restoran setelah kepergian Jofan.
Moana adalah pacar dari Rey, dia indo keturunan Indonesia dan Korea. Paras nya sangat Ayu meskipun hidung nya tidak mancung. Kulitnya sangat putih dan matanya belo. Tidak seperti kebanyakan orang-orang korea yang bermata sipit.
Rey merentangkan tangannya siap memeluk sang kekasih yang baru saja datang. “ Kenapa lama sekali tidak kesini? Kamu datang di saat yang tepat An”.
Ray memeluk dan menjatuhkan kepalanya di bahu kekasih yang sangat dirindukannya.
Rey menggandeng tangan An ( Panggilan Rey ) ke ruangannnya. Dia ingin menuntaskan rasa rindunya, jika duduk di luar takut banyak yang iri.
“ Kamu sudah makan?. Aku bawakan makanan kesukaan kamu. Aku sangat sibuk mempersiapkan pameran minggu depan”. An mengeluarkan makanan dari jinjingan yang dia bawa.
“ Apa kamu pergi untuk waktu yang lama?”. Rey masih memeluk An dengan mesra.
“ Tidak, hanya beberapa bulan”. An memandang Rey sedih. Dia juga tidak rela berpisah dari kekasihnya terlalu lama.
“Aku akan menghadapi drama anak SMA, kamu tidak penasaran?”. Rey yakin jika kedepannya akan banyak drama-drama menanti perjalanan hidupnya. An hanya tersenyum, dia sudah tau kekacauan yang sering Rey dan Jofan ciptakan.
Sudah yah drama Rey dan An. Kita kembali pada Ayu.
***
Tok....Tok....Tok....
Terlihat Jofan berdiri di depan pintu rumah Ayu. Mengetok kencang tak beraturan. Dia sangat bahagia bisa membantu Ayu.
“ Iya...Tunggu sebentar.....”. Ayu meraih jilbab dan membukakan pintu.
Ceklek...
“ Mas Jofan.... tumben sekali, ada apa?”. Ayu kaget melihat ternyata Jofan yang datang bertamu.
“ Besok sepulang sekolah ikut aku. Kamu sudah bisa mulai kerja besok”. Jofan berkata dengan antusias.
Ayu terharu, dia tidak bisa berkata-kata dan menahan air matanya yang memaksa keluar.
“Terimakasih banyak Mas Jofan”. Ayu sangat bersyukur, doa-doa nya tidak pernah tidak di dengar oleh Allah. Selalu saja ada jalan keluar saat kesulitan datang.
__ADS_1