Gadis Desa Dengan Sejuta Mimpi

Gadis Desa Dengan Sejuta Mimpi
Bab 153 ( Aku Tidak Akan Mengganggu Kalian Lagi )


__ADS_3

Malik menepikan mobilnya tiba-tiba, Malik memeriksa kondisi Ayu dengan tangannya sendiri sebelum membawanya ke rumah sakit. Dan benar saja, ada luka yang cukup dalam di pergelangan kaki Ayu. Malik ingat ada darah yang dia lihat di dekat pagar jembatan saat memeriksa lokasi.


“Dia menyakitimu!” Ayu menggeleng. Wajar jika Malik marah saat ini, bisa saja dirinya dalam bahaya jika Nikita benar-benar menculik dan menyakitinya.


“Aku baik-baik saja Kak, ini hanya luka kecil saat menolong Kak Nikita.” Malik menajamkan matanya. Tidak paham apa yang sebenarnya terjadi.


“Ed, cari informasi CCTV kejadian di jembatan yang jadi lokasi terakhir Nikita ditemukan.” Malik ingin melihat sendiri apa yang sebenarnya terjadi.


“Bos, bukankah Nona sudah di temukan?” Edward merasa sedikit lelah, baru saja menempelkan tubuhnya dengan kasur empuk yang sangat nyaman sudah ada tugas lagi yang harus dia kerjakan.


“Lakukan saja apa yang aku katakan.” Malik menutup panggilannya sepihak seperti biasanya. Dia merasa ada yang Ayu tutup-tutupi. Dia jelas melihat dua laki-laki membekap Ayu dan membawanya pergi bersama Nikita.


Perbuatan Nikita sudah jelas bukan tindakan baik, dia menculik istrinya meskipun Ayu saat ini mengatakan dirinya baik-baik saja dan apa yang terjadi hanya salah paham belaka. Ayu seringkali melindungi orang jahat yang menurutnya ingin berubah. Malik tetap ingin menghukum siapa saja yang berusaha mencelakakan Ayu.


“Kak, apa tidak bisa lupakan saja apa yang sudah terjadi! Kak Nikita tidak ada niat jahat Kak.” Ayu merasa kasian jika Nikita harus menerima hukuman.


“Jangan membela orang yang tidak pantas. Aku tidak bisa membiarkan dia hidup tenang setelah apa yang dia lakukan.” Malik kembali melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Meskipun Ayu terlihat baik-baik saja, Malik tetap ingin memastikan kondisinya secara medis.


Tidak ada yang bisa mencegah Malik jika sudah punya keinginan. Ayu sekalipun tidak bisa membantah apa yang sudah jadi keputusan Malik. Saat ini Ayu menyalahkan dirinya yang membuka pintu tanpa berpikir panjang bahaya yang mengintainya. Penyesalan tidak lagi bisa mengembalikan keadaan seperti semula.


Adam sudah berdiri di depan ruang UGD dengan beberapa staff ahli yang siap membantunya. Ayu sangat takut karena tidak ada sedikitpun senyum di wajah mereka. Seperti memasuki rumah hantu yang di dalamnya banyak zombie yang tidak bicara satu sama lain. Adam yang biasa suka sekali bercanda tiba-tiba jadi dokter yang seperti tidak mengenal Ayu. Semua orang tampak asing saat sedang bekerja secara serius.


Adam memeriksa dengan teliti setiap bagian tubuh Ayu. Memastikan Ayu dalam keadaan sehat dan baik-baik saja. Adam sangat takut saat mendengar Ayu di culik Nikita tengah malam. Ditambah saat ini Ayu dalam kondisi yang masih belum stabil.


“Semua hasil pemeriksaan akan keluar kurang lebih 30 menit. Aku akan infokan jika semuanya sudah keluar. Sekarang Ayu harus istirahat.” Hanya itu yang Ayu dengar, selebihnya dia tidak tau apa yang Malik dan Adam bicarakan.


Malik kembali masuk ke ruang perawatan setelah selesai berbincang dengan Adam. Ayu tidak bisa tidur merasa khawatir dengan masa depannya. Malik dan Adam tidak menegurnya beberapa saat membuatnya sedih, dia seperti orang asing yang tidak mereka kenal.


Malik duduk di sofa memperhatikan Ayu dari jauh. Dia tidak bicara sepatah katapun hanya menatap Ayu dengan tajam. Ayu merasa risih dengan sikap Malik. Lebih baik dia diomeli daripada didiamkan seperti saat ini.


“Kenapa? Kau tidak bisa tidur? Tenang saja sayang, aku akan menjagamu di sini.” Dada Ayu mendadak berdetak sangat cepat.

__ADS_1


Malik terlihat sangat marah padanya, tapi sikapnya sangat berbeda dengan kenyataanya yang Ayu lihat. Kenapa sikapnya mengingatkanku pada sikap penculik yang sangat mencintai Kak Sarah. Ayu masih ketakutan saat ingat kejadian penculikannya bersama Sarah. Itu pengalaman buruk yang benar-benar tidak akan bisa dilupakkan.


“Tidurlah sayang.” Malik sudah berbaring memeluk tubuh Ayu dalam dekapanya. Ayu berusaha membuang perasaan takutnya. Saat ini Malik yang ada di sampingnya, bukan penjahat yang mencoba mecelakaknnya.


Tidak lama Malik meninggalkan Ayu setelah Ayu terlelap dengan damai. Malik menuju ruang perawatan Nikita yang saat ini sedang Aldo jaga. Malik hanya ingin tau apa motif Nikita membawa Ayu kabur dari apartemennya.


Tring……


Dering pesan masuk menghentikan langkah Malik. Dia memeriksa pesan video yang Edward kirimkan. Malik memutuskan duduk dibangku untuk memeriksa isi video tersebut. Malik geram melihat Ayu yang kesulitan menahan tubuh Nikita yang sudah berdiri di pagar pembatas jembatan. Ayu memang tidak bisa disalahkan, tapi kejadan seperti ini bisa saja membahayakan nyawanya sendiri.


Malik bergegas mempercepat langkahnya menuju kamar perawatan Nikita. Kepalanya sudah panas dipenuhi amarah yang dia tahan sedari tadi.


Brugggg…..


Malik membuka pintu dengan sedikit membantingnya. Emosi sudah memenuhi isi kepalanya sampai tidak bisa mengontrol gerakan tubuhnya. Malik medekat kea rah Nikita yang sedang duduk dikasur perawatannya. Nikita tau saat ini Malik pasti sangat marah padanya, dadanya bergemuruh siap mendapat cacian dari orang yang sangat dia cintai.


Malik mengepalkan tangannya, andai Nikita seorang laki-laki, Malik pasti sudah menghajarnya smapai babak belur. Malik menatap wajah Nikita dengan geram. Otot-otot di wajahnya terlihat menonjol mehana amarah.


Brugggg…..


Aldo lari meraih tangan Malik yang bercucuran darah. Berulang kali memanggil siapa saja yang bisa menolongnya membantu menenagkan Malik yang sedang terbawa emosi. Adam yang mendengar teriakan suara Aldo segera lari mencari tau apa yang sedang terjadi.


“Jika sekali lagi kau berani menyentuh Ayu, aku tidak akan segan-segan memukulmu. Jangan main-main denganku.” Malik meracau mengeluarkan semua isi kepalanya. Beruntung Aldo segera datang menahan tubuh Malik agar tidak menyakiti dirinya karena tidak bisa melampiaskan kekesalannya pada Nikita.


Tubuh Nikita bergetar hebat menahan rasa takut yang begitu besar. Semua terjadi begitu saja tanpa dia sadari perbuatannya sangat jahat. Adam sebagai dokter bertindak dengan profesinal memberikan pertolongan pada Nikita yang sedang terguncang. Adam sudah memastikan keadaan Nikita sebelumnya yang masih syok.


“Al, tolong bawa Malik ke UGD agar lukanya di obati. Tangannya bisa inveksi jika tidak segera di obati.” Aldo menuruti permintaan Adam. Sekuat tenaga Aldo menyeret Malik keluar dari dalam ruangan Nikita.


“Tenang Nik, Malik sudah tidak ada. Tenang yah. Kau bisa mendengarku?” Adam mencoba mengembalikan kesadaran Nikita yang masih menutup telinganya dengan tangan yang bergetar menahan rasa takut.


“Aku tidak mau menyakitinya, aku tidak sejahat itu Kak.” Nikita menangis tidak bisa menahan air matanya. Adam selama ini juga mengenal Nikita sebagai gadis yang lemah lembut dan penuh cinta kasih. Cinta merusak jati dirinya.

__ADS_1


Adam sedikit menyesal pernah mengenalkan Nikita pada Malik yang saat itu tidak tertarik menjalin hubungan serius dengan seorang wanita. Bagaimanapun juga Nikita tidak bisa di salahkan sepenuhnya atas apa yang terjadi saat ini. Dirinya hanya hilang arah karena cintanya tidak kunjung terbalas.


Adam menenangkan cukup lama Nikita yang begitu terpukul. Melihat Nikita yang begitu menderita membuat Adam takut Nikita tidak bisa kembali menjadi dirinya seutuhnya setelah apa yang sudah dia lalui. Adam merasa punya tanggung jawab untuk merawatnya sampai Nikita benar-benar bisa merelakan Malik sepenuhnya.


Aldo kembali ke kamar Nikita setelah membantu Malik merawat lukanya.


Sungguh perjalanan cinta yang rumit yang tidak pernah bisa Aldo bayangkan. Ternyata tidak mudah melepaskan orang yang benar-benar sangat kita sayangi untuk dimiliki orang lain.


Nikita mungkin segelintir cerita kelam sebuah perjalanan cinta yang bisa jadi pelajaran bahwa cinta tidak bisa dipaksakan dan tidak harus memiliki. Harus belajar menerima kenyataan jika cinta yang kita harapkan tidak akan pernah jadi kenyatan karena dia punya cinta lain dalam hidupnya.


“Tolong jaga Nikita ya Al. Dia benar-benar menyesali perbuatannya.” Adam terlihat berat meninggalkan Nikita. Adam memastikan infus terpasang dengan baik sebelum keluar dari dalam ruangan.


Setelah Adam keluar, Nikita yang sudah memejamkan mata kembali bangun. Dia ternyata hanya pura-pura tidur agar Adam segera keluar dari ruangannya. Aldo segera menghampiri Nikita yang turun dari atas kasurnya.


“Nona, kau harus istirahat.” Aldo menahan tangan Nikita yang berusaha melepaskan selang infus dari tangannya.


“Lepaskan…..Tolong lepaskan, aku ingin pergi. Aku berjanji tidak akan menganggu kalian lagi.” Nikita bercucuran air mata. Aldo merasa iba melihat Nikita yag terlihat frustasi. “Tolong lepaskan tanganmu. Aku tidak akan kembali lagi ke sini, aku sungguh-sungguh.” Aldo bingung. Dia pasti akan kena masalah jika membiarkan Nikita pergi begitu saja.


“Tidak bisa Nona. Aku harus memastikan Nona baik-baik saja. Jangan membuatku dalam masalah Nona.” Aldo masih menahan tangan Nikita agar tidak melepaskan selang infusnya.


Kali ini Nikita memohon, dia berlutut di depan Aldo agar dirinya di bebaskan. “Aku mohon, tolong aku. Tolong biarkan aku pergi meninggalkan semua ini.” Aldo mengacak rambutnya merasa serba salah.


“Kalau Nona mau pergi sekarang boleh saja. Tapi aku akan mengantarkan Nona kemanapun Nona akan pergi.” Aldo membantu Nikita kembali duduk diatas kasurnya. Tangannya sangat dingin, tubuhnya juga bergetar hebat.


“Aku mohon selamatkan aku.” Aldo benar-benar tidak habis pikri kenapa mengiyakan begitu saja keinginan wanita yang tidak dia kenal seluk beluknya.


“Sekarang kau harus istirahat. Besok aku akan bicarakan lagi dengan Bos dan dokter Adam.” Nikita menahan tangan Aldo, matanya kembali berkaca-kaca saat dirinya menyebut nama Malik.


“Aku mohon, aku ingin keluar dari sini sekarang juga. Aku tidak tahan ada di sini, aku benar-benar tidak bisa bernafas!” Nikita kembali terisak.


Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan. Tidak mungkin membiarkannya pergi, Bos pasti akan sangat marah. Tapi membiarkannya begini membuatku ikut sedih melihatnya. Kenapa lah ada wanita secantik ini yang rela melakukan apa saja demi cinta yang tidak mungkin dia dapatkan.

__ADS_1


Adam kembali datang membuat Nikita sangat terkejut. Ternyata sedari tadi Adam tidak meninggalkan ruangan Nikita. Dia masih berdiri di depan pintu ruangan Nikita dan mendengar semua permintaan Nikita pada Aldo.


“Al, tolong tinggalkan kami. Ada yang harus aku bicarakan dengan Nikita.” Nikita tidak melepaskan tangannya dari Aldo. Dia seperti sedang ketakutan saat melihat Adam ada didepannya.


__ADS_2