
Selesai upacara penyambutan, kami di kumpulkan di lapangan tengah sekolah. Entah mengapa hari ini sepertinya tidak bersahabat denganku.
Dari mulai berangkat sampai di sekolahpun aku masih mendapat musibah di luar dugaan.
Kami di bagi berkelompok, yang satu kelompok nya terdiri dari 4 orang. Aku mendapatkan kelompok Dahlia dengan anggota Aku, Sandra, Melani dan Jofan.
Jofan merupakan anak incaran para gadis-gadis karena mukanya yang blasteran Indonesia dan Jerman. Dia lumayan tampan dan pendiam. Mulutnya hanya terbuka untuk hal-hal yang penting saja.
Hari pertama kami ospek, tugas kami adalah mengumpulkan bola-bola tenis meja yang sudah di sebar di seluruh halaman depan sekolah dan halaman belakang sekolah.
Di setiap bola tertulis misi yang harus di selesaikan. Saya sih sudah biasa yah, bahkan di kampung kalo ospek sampe masuk-masuk ke comberan.
Misi di mulai, kami mulai menyebar perkelompok untuk mencari bola. Di tengah kesibukan kami, tidak lupa kami saling berkenalan. Kecuali Jofan, dia hanya mengawasi kami dari belakang. Tapi kami sudah tau namanya karena hampir semuanya membicarakan Jofan.
Kedua teman ku mulai membicarakan hal hal mistis yang ada di sekolah kami. Mulai dari siswa yang bunuh diri, hantu tanpa kepala dan masih banyak lagi. Kupikir hanya di desa saja yang percaya hal mistis. Orang kota juga sama, ada koplak-koplak nya juga.
Sampai di halaman belakang sekolah, kami belum menemukan satupun bola yang disembunyikan. Sedangkan dari jauh kita bisa mendengar riuh suara anak-anak yang mendapatkan misi pertama mereka.
Melani : Mereka taro di mana sih, gw sampe bingung cari nya dimana.
Ayu : Iya ya Mbak, muter-muter dari tadi kok gak dapet dapet yah. (Sambil celingukan kesana kemari)
Suasana sangat sunyi karena kami fokus mencari ke tempat tempat yang kemungkinan jadi tempat persembunyian.
"Wuhuuuuuuuuu...............". (Teriakan Jofan membuat kami terjingkat kaget)
Jofan pun merasa malu melihat ekspresi kami yang diam mematung mendengar dia berteriak. Mukanya memerah seperti kepiting rebus. Kulit nya sangat putih sehingga sangat kontras perubahan warna kulitnya.
Ayu : Mas Jofan ini membuat kita kaget Mas. Hehehehe......( di ikuti tawa dari Sandra dan Melani)
Kami berlari bersama ke arah Jofan yang menemukan misi pertama kami.
__ADS_1
Melani : Aku yang buka yah isi nya apa
Jofan : Aku yang menemukan, aku yang buka. Enak saja !!!!
Sandra : Gimana kalo kita suit. Suit gunting batu yah.
Kami pun akhirnya sepakat untuk Melakukan suit, dan ternyata yang menang adalah aku.
Ayu : Wah akhirnya ada keberuntungan juga hari ini. Tak buka yah.....(sambil senyum senyum sombong karena menang suit)
" Jika kalian menemukan bola ini, silahkan cari kaka kelas kalian anggota OSIS bernama Taroji"
Nama yang sangat lucu dan kampungan membuat kami saling adu pandang di susul suara tertawa terpingkal pingkal kami.
Ayu : Aku kira namaku sudah sangat kampungan, ternyata ada nama yang lebih unik dari aku.
Teman temanku memperhatikan aku dengan wajah yang sangat serius. Membuat aku jadi salah tingkah.
Jofan : Aku tau siapa orang nya. Misinya terlalu mudah.
Sandra : Apa orang nya culun? atau dia jelek? dia tinggi tidak?
Jofan : Lihat saja sendiri, nanti juga kalian akan tau.
Kami berkeliling hampir 1 jam, ternyata orang-orang yang di jadikan misi di sembunyi kan juga gaiss.........kami sangat lelah berkeliling.
Melani : Liat itu temen temen, itu sepertinya target kita, menunjuk laki laki yang berkulit cukup gelap dengan rambut khas kriting nya.
Tanpa aba-aba, kami bertiga lari menghambur ke arah nya, Jofan yang tidak tau pembicaraan kami karena berdiri terlalu jauh pun ikut lari mengejar kami bertiga.
Laki laki yang kami kejar karena takut dan kaget pun reflek ikut lari menghindari kejaran kami.
__ADS_1
"Kak Taroji.......Kak Taroji.......Kak Taroji.....". (kami berlari sambil berteriak teriak memanggil namanya)
"Aku bukan Taroji, Aku Samuel". (Berteriak sambil berlari)
Ayu : Kalo bukan kenapa lari-lari Kakak........
Samuel : Aku takut tiba tiba kalian kejar kejar aku.
Kami pun akhirnya berhenti main kejar-kejaran setelah tau yang kami kejar adalah orang yang salah.
Jofan : Kalian liat Kak Oji? Kenapa kalian cepet banget larinya.( Sambil setengah jongkok memegangi dadanya yang ngos ngosan)
Ayu : Ternyata bukan kakak Taroji mas Jofan. Tapi Kakak Samuel namanya.....(ngomong sambil ngos-ngosan)
Jofan : Memang bukan dia orang nya, ya jelas aja namanya beda.
Sandra : Terus kenapa lw ikutan lari hah.....udah tau kita salah.
Jofan : Lah gw pikir ketemu orang nya. Makanya gw yusulin
Samuel : Jadi salah target kan kalian?
Melani : Udah tau masih nanya lagi.....bikin sebel aja.
Kami pun duduk berpasrah karena tidak menemukan Kak Taroji. Dan akhirnya kami mendapatkan hukuman menyapu halaman sekolah. Untung nya ada beberapa kelompok juga yang kena hukuman. Jadi kerjanya lebih cepet karena dikerjakan berjamaah.
Hari pertama pun berlalu sudah, aku pulang dan mendapati rumah masih sepi. Keadaan juga masih sangat rapi karena sudah aku bersihkan tadi pagi.
Selesai shalat Isya aku meutuskan untuk tiduran karena badanku terasa pegal-pegal. Mbak Murni dan Mas Ali juga masih belum pulang.
Aku di kasih HP yang masih merek jadul, fungsinya hanya telpon dan sms saja. masih belum secanggih hp-hp sekarang saat itu. Tapi tidak ada kabar juga dari Mbak Murni dan Mas Ali.
__ADS_1