
Angin malam berhembus menyanyikan nada-nada penuh kesejukan dimalam ini. Buaian kesegaran menyajikan kedamaian dalam hati untuk tetap menikmati kesejukan alami.
Di tengah perjalanan yang membawa ku ke alam yang sangat indah. Dari kejauhan Kudengar sayup sayup suara memanggil namaku.
Ayu.........Yu.......Ayu.....
Bangun Yu......Makan dulu.
Oh ternyata perjalanan ku malam ini hanyalah bunga tidur alias mimpi. Akupun segera bergegas bangun untuk membuka kan pintu kamarku.
Ayu : Iya mbak, maaf yah Ayu ketiduran Mbak.
Mbak Murni : Iya gak papa, yaudah makan dulu. Mbak beli nasi goreng.
Dalam hati kecil ku bertanya tanya. Nasi goreng kok di jual yah, bukannya buat sendiri saja gampang ? (berpikir keras)
Selesai makan kami semua tidur untuk mengistirahatkan badan kami yang sudah pegal-pegal.
Suara Adzan subuh sudah berkumandang, aku bergegas untuk shalat setelah selesai membereskan rumah.
Aku sudah terbiasa bangun di pagi hari sebelum subuh. Ibu mengajarkan ku untuk menjadi orang yang disiplin, meski masih suka tledor dan lupa.
Waktu sudah menunjukan pukul 6, aku segera bergegas untuk berangkat sekolah. Aku tidak lagi membangunkan Mbak Murni, karena semua sudah di siapkan dari semalam. Mbak Murni dan Mas Ali terbiasa bangun jam 7 pagi.
"Alhamdulillah, akhirnya sampai juga". (Tiba-tiba seseorang menepuk pundak ku dari belakang)
Melani : Pagi Ayu
Ayu : Pagi juga Mbak Melani...... eh lupa, Melani maksudnya.
Melani : Ayo masuk, kita kayaknya jadi salah satu yang dateng ke pagian nih.
__ADS_1
Ayu : Daripada telat Mel, lebih baik menunggu bel. ( Aku menceritakan kisah ku kemaren, Melani sampai tertawa ngakak di buat nya)
Melani : pantesan aja kemaren lw panggil-panggil nama Pak Imron, wkwkwkkwkwkw.
Kami pun menunggu di halaman sekolah. Hari ini siswa baru tidak boleh masuk kelas dulu. Kami di duruh menunggu di halaman sekolah.
Kelas pun akhirnya di mulai, kami berdiri sesuai dengan kelompok masing-masing. Tas-tas kami di kumpulan di depan , karena cerdas cermat dilarang menyontek.
Aku Melani dan Jofan sudah berada di barisan, tapi Sandra masih saja belum terlihat batang hidungnya .
Jika kelompok kami tidak lengkap, kami akan dapat hukuman memotong rumput di lapangan sekolah. Dan itu pasti melelahkan, karena lapangannya sangat luas.
Jofan : Dasar cewe lelet, masa belum dateng juga.
Melani : Kita bisa di hukum nih, Jofan coba telpon Sandra. Kan lw kapten.
Jofan : Gak punya nomor nya. Lw aja kalo mau.
Aku mencoba menelepon Sandra, saat sedang serius serius nya. Ternyata ada yang memalukan.
Melani : Gimana Yu, yambung gak? di angkat gak?
Ayu : (Tersenyum malu), Pulsa nya gak ada Mel.....hehehhehee( sebenernya gak lucu)
Jofan dan Melani pun serempak menyoraki keteledoranku. Aku lupa kalo pulsa ku habis, ku pake untuk menghubungi Buyut.
Sandra : Maaf.....maaf ( sambil ngos ngos an karena lari-lari)
Jofan: Hampir aja kita di hukum
Kami hanya mendengarkan kata kata Jofan dengan saling pandang. Jofan memang jarang bicara, tapi jika bicara langsung ke intinya. Kadang kadang jadi membuat canggung kami.
__ADS_1
Hari ini hanya ada tes ketangkasan saja, ketangkasan kekompakan kelompok dan kepintarannya di uji.
Tentu saja tim kami menang, Ada aku dan Jofan yang jago menjawab semua pertanyaan dari anggota OSIS. Melani dan Sandra hanya sebagai team hore saja. Mereka kurang pintar otaknya.
Tentu saja Kami hari ini mendapat keistimewaan karena jadi juara 1. Kami bisa istirahat 1 jam lebih lama dari yang lainnya.
Karena jam istirahat sama denga waktu perut ku minta di isi,aku memutuskan untuk makanan bekalku sambil duduk di bangku taman belakang sekoah.
****
"Halo....kenalkan nama ku Oji....." (Menyodorkan Tangan kanannya)
Aku yang saat itu merasa terkejutpun menjadi tersedak makanan yang ada di mulut ku.
Ayu : Uhuk....uhuk....uhuk......uhuk ( kurang lebih 1 menit )
Oji : Maaf, maaf Yu. Tidak bermaksud membuat kamu terkejut. ( Menepuk nepuk punggung ku agar batuk segera reda)
Aku reflek menampar wajah kak Oji. Plak.....( Aku langung meminta maaf dan kebingungan)
Oji : Kenapa di tampar ????? ( sambil memegang pipinya yang merah)
Ayu : Maaf kak....maaf. Aku reflek karena kak Oji sentuh aku.
Oji : Kan mau bantu supaya gak keselek aja dek Ayu......
Hari inipun aku lalui dengan penuh bahagia. Aku dapat teman baru bernama kak Oji.
Kak Oji merupakan anak OSIS yang malas, dia kebanyakan hanya duduk dan memperhatikan kami dari jauh.
Kak Oji orang yang sangat baik. Aku di ceritakan kisa kisahnya yang membuatku tertawa. Semoga kami bisa bersahabat dengan awet yah......
__ADS_1