
Ternyata perjuangan ku memang harus ekstra super sabar. Tidak semudah yang ada dalam bayangan ku. Tidak seindah yang ada di angan-anganku.
Aku merentangkan tanganku lebar-lebar, anak perempuan itupun akhirnya menghentikan motornya sekitar 1 meter dari tempatku berdiri.
Anak Perempuan : Kenapa? ( dengan nada judes dan marah karena jalannya di hadang)
Ayu : Maaf yah, cuma mau tanya. Arah sekolah Budi Kasih dimana yah ? sama Bapak itu mau tanya arah Pasar kemana Mbak?
Anak Perempuan : Pasar ke kanan, dan arah sekolah lurus saja.
Ayu : Makasih ya Mbak. ( Mengatupkan tangan di dada tanda terimaksih)
Anak perempuan tadi langsung saja menghilang entah kemana. Akhirnya aku menemukan jalan ku menuju sekolah. Aku bergegas dengan cepat karena sebentar lagi bel sekolah berbunyi.
Setelah perjalanan kurang lebih 10 menit, aku sampai juga di sebrang sekolah. Tapi saat aku masih di sebrang, tau kalian apa yang terjadi ????
Bel sekolah berbunyi, aku kalang kabut menerobos jalanan yang saat itu ramai pengendara motor dan mobil.
Aku jadi pusat perhatian karena klakson mobil dan motor berbunyi bersautan karena ulah ku. Mukaku memerah karena menahan rasa malu.
Saat sudah sampai di depan gerbang kurang lebih 3 meter, tiba2 Satpam sekolah hendak menutup pintu gerbang. Aku pun berteriak sekuat tenaga supaya pintu nya tak jadi di tutup. "Tunggu pak....!!!!!!!!".
Aku dan Pak Satpam saling tarik menarik pintu gerbang. Aku melihat papan nama Pak satpam tersebut yang namanya adalah Pak Imron.
__ADS_1
Ayu : Pak Imron, aku tadi salah jalan Pak, makanya telat Pak.
Pak Imron : Anak baru kok sok kenal ( ada senyum mengejek di ujung bibir Pak Imron)
Ayu : Pak tolong ya Pak, Aku dari kampung loh Pak. Aku anak petani Pak. Ibuku......
Tiba tiba saja Pak Imron membukukan pintu sekolah lebar lebar.
Pak Imron : Nah....nah...nah. Jangan banyak bercerita kesedihan. Masuk sana......( tetap dengan mukanya yang masam ala2 Artis Pak Jarwo )
Dengan riang gembira aku memasuki area sekolah yang sangat luas. Mbak Murni dan Mas Ali memasukkanku di sekolah yang lumayan elit.
Nilai ku jadi nilai tambah di mata Mas Ali, beliau mau aku sekolah di tempat yang bagus supaya nanti jadi orang yang berguna.
Aku mendapatkan tempat barisan paling belakang karna datang terlambat . Di depanku berdiri anak perempuan yang tinggi nya hampir sama denganku.
Setelah aku perhatikan, ternyata hanya aku yang menggunakan hijab. Teman-temanku yang lain tidak ada yang menggunakan hijab.
Tentu saja aku jadi pusat perhatian, dan tentu saja tidak luput dari incaran mata mata para kaka kelas yang menjadi anggota OSIS.
Saat sedang berlangsung upacara penyambutan, tiba tiba anak perempuan yang ada di depanku pingsan. Badannya yang lumayan agak berisi menubruk badanku yang kurus kering sehingga aku ikut terjatuh.
Kalian tau, saat itu posisi ku sedang menguap dan tidak siap di jatuhi harta karun. Alhasil mulutku reflek memanggil nama Pak Imron dengan keras saat di tubruk jatuh.
__ADS_1
"Pak Imronnnnnnnn.........". Bruuukkkkk .....( terjatuh berbarengan dengan siswa yang pingsan)
Sontak suasana yang tadinya hikmat menjadi ramai karena teriakan ku. Mereka semua menertawakan karena nama Pak Imron yang aku sebut. Saat itu kepala sekolah sedang memberi sambutan.
Akhirnya aku dan siswa yang pingsan di bawa ke uks untuk di beri pertolongan pertama.
Sesampainya di UKS aku langsung di beri obat merah karena siku tanganku berdarah terbentur batu.
Setelah selesai memberi pertolongan pertama, siswa yang pingsan pun sadar. Aku dan dia ditinggalkan berdua di ruang UKS.
Ayu : Kenalin Mbak, aku Ayu (menyodorkan tangan untuk berjabatan)
Claire: Nama saya Claire. Kamu dapat kelas apa?
Ayu : wah namanya cantik kaya orangnya. Aku kelas 1 A Mbak.
Claire : Jangan panggil Mbak, Claire aja.
Tiba tiba saja dia tertawa dan bercerita kesana kemari. Ternyata muka pucat nya itu maka up. Dia pura pura pingsan supaya tidak usah ikut upacara sampai selesai.
"Loh kok berani yah, aku jadi merasa miris. Dia enak jatuh di atas badanku, lah, aku ini loh. Bonyok siku tangan ku".
"Wah,,,,,wah,,,,, ada-ada saja memang kenakalan remaja. Aku yang notabennya anak baik ya gak kenal yang gitu2. Lurus lurus aja aku jadi siswa".
__ADS_1