Gadis Desa Dengan Sejuta Mimpi

Gadis Desa Dengan Sejuta Mimpi
Bab 41 ( Renovasi Yang Sempurna )


__ADS_3

Setelah perjalanan yang cukup menyenangkan bagi Malik. Mereka sudah kembali sampai dirumah kos Purnama.


Didepan pintu masuk sudah berdiri Aldo dan dua orang karyawan toserba yang membantu Aldo merenovasi kamar kos Ayu. Aldo beruntung karena Ayu tidak memiliki banyak perabotan, jadi renovasi tidak memakan waktu lama.


Mata Ayu berbinar saat melihat kamar kosnya berubah menjadi sangat layak dari sebelumnya. Ayu menyentuh satu persatu perabotan yang menghiasi kamar kosnya.


Matanya tidak henti merasa kagum dan senyumnya setia menghiasi. Ayu merasa sangat bahagia akhirnya memiliki tempat tinggal yang layak.


Brugggg.....


Ayu menjatuhkan tubuhnya diatas kasur yang terlihat sangat nyaman. Rok panjangnya tersingkap secara tiba-tiba tanpa Ayu sadari.


Malik langsung berbalik dan merasa sangat berdosa akan apa yang dia lihat.


“Tutup mata kalian, Al” Malik kesal karena ketiga orang tadi masih saja melihat ke arah Ayu.


Ayu baru sadar kalo dihadapannya masih ada orang-orang yang bekerja keras membuat kamarnya senyaman sekarang.


“Maaf” Ayu membetulkan roknya yang terangkat dan kembali berdiri. Mukanya merah karena menahan malu.


“Lain kali pake kode kalo mau melakukan hal seperti tadi, aku akan menyuruh mereka semua untuk pergi terlebih dulu” Malik masih memunggungi Ayu.


“Hehehehe, aku juga memakai leging kak” Ayu menunjukkannya saat Malik sudah kembali berbalik. “Lihat kan, jadi tidak akan terlihat”


Setelah memastikan semuanya berjalan lancar, Malik pamit untuk pulang. Aldo dan yang lainnya sudah pulang sedari tadi.


“Baiklah, aku akan pulang. Sepertinya hari ini cukup sampai disini” Malik menyambar kunci mobilnya yang tergeletak dimeja belajar Ayu.


Ayu mengantar kepergian Malik sampai didepan gang. Lumayan jauh karena mobil Malik tidak bisa masuk kedalam.


“Terimakasih banyak ya Kak” Terulas senyum cantik dibibir Ayu yang selalu menghiasi. Malik sangat bahagia melihat raut muka Ayu saat ini, rasanya tidak ingin meninggalkan Ayu begitu saja. Tapi Malik harus sadar, dia tidak boleh menodai kepercayaan Ayu pada dirinya yang sedang dibangunnya susah payah.


“Kak.....(Malik berbalik ) Renovasi Yang Sempurna” Ayu mengacungkan kedua ibu jarinya. Malik hanya membalasnya dengan senyum bangga. Dia berhasil membuat langkah baru dalam hubungannya.


Setelah mengantar Malik, Ayu memutuskan untuk datang ke restaurant Kak Rey sebentar. Tapi diperjalanan tiba-tiba saja perutnya mules dan Ayu akhirnya kembali ke kosan.

__ADS_1


***


Pagi ini anak-anak siswa SMA bersiap melakukan ujian akhir semester. Sebentar lagi Ayu dan teman-temannya akan segera naik ke kelas 2. Waktu berjalan begitu cepat tanpa terasa.


Selama ini Kak Rey banyak membantu Ayu memenuhi segala kebutuhan sekolahnya. Belum lagi bantuan dari sandra, Melani dan Jofan yang selalu saja berlimpah.


Ayu merasa berhutang budi pada mereka semua. Selama setahun ini Ayu kehilangan sosok Kak Oji yang biasanya suka sekali menggangunya. Anak-anak geng Lissa pun sudah jarang memiliki waktu untuk sekedar mengerjainnya.


Semua sibuk, mereka sedang mempersiapkan diri masuk Universitas.


Terlihat Melani sedang berjalan santai sambil makan cemilan yang ada ditangannya. Ayu hanya tersenyum dan sedikit berlari mengejar Melani.


Duarrrr....


“Sukro....eh Sukro” Melani latah karena kaget. Saat melihat Ayu, dia langsung saja memeluk tubuh kecil yang ada dihadapannya.


“Kenapa semakin hari kamu semakin kurus” Melani menyodorkan makanan yang ada ditangannya.


“Tidak Mel, aku tidak lapar” Ayu memang sudah makan roti. Selama ini Malik rajin membelanjakan segala kebutuhan pokok Ayu.


Saat sampai dikelas, terlihat Sandra yang sedang asik mengoceh dengan Jofan. Meskipun mereka tau, Jofan pasti hanya membalasnya dengan Oh, Hmmmm atau hanya tersenyum. Pembicaraan berakhir saat Sandra melihat kedua sahabatnya baru saja datang.


“Hey kalian kenapa lama sekali. Ini kan hari pertama ujian” Belum juga duduk, Sandra sudah mengomel pada dua sahabatnya yang akhir-akhir ini sering datang lama. Meskipun tidak terlambat.


“Biarkan mereka duduk dulu” Giliran Jofan yang mengomel pada Sandra. Ayu dan Melani hanya saling pandang. Mereka tau bahwa sebenarnya Sandra dan Jofan saling menyukai. Tapi mereka berdua sama-sama tidak mau mengakui dan lebih peduli pada persahabatan yang sudah terjalin selama ini.


“Guys,bentar lagi liburan nih. Enaknya kita kemana yah?” Sandra antusis, dia menjabarkan tempat-tempat keren yang ada diotaknya


“Bagaimana? Yu? Gimana Mel?” Sandra tidak mendapatkan jawaban. “Ok, kalo begitu kita putuskan minggu depan. Aku akan cari beberapa tempat yang asik untuk kita liburan” Sandra sebenarnya tau kenapa Ayu tidak mejawabnya, dan Melani juga senada karena tau akan kondisi sahabatnya.


Tapi Sandra tidak ingin menunjukkan kesedihannya. Dia harus mencari cara agar sahabatnya bisa ikut berlibur dan bersenang-senang.


Jofan seperti biasa hanya bungkam, dia selalu menjadi penikmat disetiap acara atau usulan yang dirancang sabahat-sahabatnya.


“Mas Jofan, apa Mas kenal Kak Oji?” Ayu tiba-tiba saja ingin mengetahui keadaan Kak Oji yang sudah lama tidak muncul. Selama ini hanaya Jofan yang menyuruhnya menjauhi Oji. Siapa tau saja Jofan tau.

__ADS_1


Tatapan Jofan seakan-akan ingin mmebunuh Ayu, membuat Ayu bergidik dan menarik kembali pertanyaannya. “ Maaf Mas” Ayu terkadang masih memanggil Jofan dengan Mas, Kaka atau apapun yang menurut Ayu pantas, padahal mereka seumuran.


***


Hari ini restaurat sangat ramai, banyak Ibu-Ibu yang mengajak anaknya makan diluar setelah ujian semester.


Ada rasa iri dihati Ayu, tapi selama ini Ayu sudah sangat bersyukur dengan apa yang dia miliki. Kali ini seperti biasa, jika restaurant ramai, Kak Rey akan meminta Ayu dan karyawan lain yang bekerja dibelakang untuk membantu melayani pengunjung.


“Permisi Nyonya. Apa sudah siap memesan?” Ayu menghampiri meja nomor 11, terlihat ibu muda yang membawa balita usia 5 tahunan.


Sepertinya ruang restaurant sangat menarik minat sang Ibu muda untuk mengambil beberapa foto. Dia bahkan membiarkan anaknya yang masih balita berlarian kesana kemari.


Selesai memesan Ayu menyerahkan pesanan pada Koki dan kembali menghampiri meja yang masih belum mendapat pelayanan. Ayum enyerahkan kembali pesanan pada sang Koki.


Ting.... (Pesanan meja 11 sudah siap )


“Hati-hati ya Yu. Supnya sangat panas” Pesan Kepala Koki yang menyiapkan makanan tersebut. Ayu berjalan hati-hati agar tidak terpeleset.


Brakkkkkk......


“Awwww....(Ayu menjerit karena tangannya terkena kuah sup panas yang dibawanya)” Ayu langsung meraih anak kecil yang menabraknya.


“Apa kau tidak papa? Apa kau terluka?” Anak kecil itu menangis karena kaget, Ayu pun ikut menangis karena merasa takut. Ibu muda tadi pun kaget dan berlari kearah sang anak.


Langsung memeluk anaknya dan memeriksa sekujur tubuhnya. “Mata kau buta?” Telunjuknya megarah tepat dikening Ayu. “Kalo sampai anakku kenapa-napa kamu mau tanggung jawab? Gaji kamu setahun disini tidak akan bisa menggantikan biaya berobat anakku” Ayu hanya menangis, dia merasa bersalah.


Kak Rey yang mendengar keributan langsung menghampiri Ayu. “Ada yang bisa saya bantu” Kak Rey menarik Ayu agar berdiri dibelakangnya” Selama ini Ayu jarang sekali melakukan kesalahan.


“Kau tidak bisa mengajarkan anak buahmu dengan baik. Bagaimana kalo sup panas itu mengenai anakku?” Ibu muda semakin menjadi-jadi saja marahnya.


Kak Rey meghela napas dalam “Ibu kenapa dari tadi sibuk memotret kesana kemari?” Kak Rey tidak langsung menyalahkan Ayu. Karena sedari tadi Rey sudah merasa terganggu dengan anak-anak yang dibiarkan berlarian kesana kemari tanpa pengawasan.


“Anak ibu tidak terluka, lihat tangan karyawan saya” Rey menarik lembut tangan Ayu dan menunjukannya pada sang Ibu muda” Ibu tadi hanya melirik dan tidak tertarik. Dia langsung saja pergi dan membatalkan pesanannya.


Kak Rey langsung membawa Ayu ke rumah sakit terdekat. Tangan Ayu yang merah membuat Kak Rey khawatir.

__ADS_1


Apalagi selama ini Ayu bekerja tanpa mengeluh sedikitpun, dia seperti kesegaran bagi Rey. Semangat Ayu selalu menular pada karyawan lain dan membuat suasana kerja menjadi nyaman dan hangat.


__ADS_2