
Aldo meradang mendengar ucapan Martha. Dia rela mencelakai orang lain demi kebahagiaan orang yang dia cintai. Rasanya ingin sekali menampar wajah Martha sebagai bentuk kekesalannya. Tapi Aldo tidak sampai hati menyakiti seorang gadis kecil.
“Al, tolong jangan bawa Martha. Aku akan bertanggung jawab atas semua perbuatannya. Aku mohon.” Aldo sangat frustasi. Mereka bedua terlihat sangat menyesali perbuatannya. Nikita pasti ingin melindungi Martha sebagaimana Martha melindungi dirinya.
“Aku tidak bisa memutuskan apapun saat ini. Kalian harus bicara sendiri pasa Nona. Kalian harus bertanggung jawab. Dia masih belum sembuh betul karena kecelakaan yang dia alami.” Martha hanya menunduk. Dia tau perbuatannya sangat tidak manusiawi.
“Dia hanya anak-anak Al. Dia pasti tidak memikirkan bagaimana akibat dari perbuatannya Al. aku mohon jangan membawanya Al.” Nikita masih mencoba meyakinkan Aldo agar melepaskan adiknya.
“Aku tidak akan lari. Aku akan mempertanggung jawabkan perbuatanku Kak.” Martha juga ingin lepas dari baying-bayang dosa yang selama ini menghantuinya. Dia ingin menghadapi apapun resiko yang harus dia terima sebagai balasan atas perbuatannya.
Bos, aku menemukan gadis yang bernama Martha. Dia yang sudah membuat Nona celaka saat mengikuti Camping. Aldo
Pesan singkat yang Aldo kirimkan pada Malik sontak seperti peluru yang menghantam tubuh Malik. Ayu tidak pernah punya waktu untuk menghirup udara bebas penuh kebahagiaan, satu persatu masalah yang sudah coba di lupakan bermunculan. Malik menatap sedih wajah Ayu yang sedang terlelap di pangkuannya saat sedang menyaksikan acara TV.
Malik jadi punya ide untuk mengumpulkan orang-orang yang sangat Ayu sayangi. Dia ingin membuat Ayu merasa dicintai dengan kehadiran mereka semua. Malik memesan banyak makanan, mengirim pesan pada orang-orang yang selama ini sangat mencintai Ayu.
Malik mendekor sedikit ruang makan dengan beberapa bunga cantik yang baru saja dia pesan. Malik melakukannya perlahah, dia tidak ingin mengganggu Ayu yang masih terlalap. Bahkan gempa tidak akan bisa membangunkannya saat sudah tidur. Malik tersenyum sendiri.
Ayu terbangun, tenggorokannya terasa kering saat membuka mata. Ayu meneguk air putuh yang masih ada setengah gelas di atas meja. Setelah benar-benar sadar dari tidurnya, Ayu baru sadar saat ini rumahnya lebih berwarna. Banyak vas-vas bunga yang bertebaran di beberapa sudut ruangan. Matanya berkeliling mencari laki-laki yang tadi ada bersamanya.
Ayu tersenyum saat melihat Malik berjalan ke arahya. Entah kejutan apa yang sedang Malik persiapkan untuknya. “Kau sudah bangun!” Malik mengecup kening Ayu, dia berjongkok di depan Ayu. “Apa sudah lebih segar sekarang?” Ayu mengangguk, Malik menuntunnya ke arah dapur.
Hati Ayu berbunga-bunga, pasti Kak Malik sedang menyiapkan kejutan untuk dirinya. Malik membalikkan tubuh Ayu. “Tutup matamu.” Jantung Ayu berdegup sangat kencang. Pasti Kak Malik menyiapkan kejutan yang sangat Ayu sukai. “Tara……” Ayu tidak bergeming, apa maksud semua ini.
“Untuk apa makanan sebanyak ini?” Malik menggeleng. “Kenapa Kaka menggelengkan kepala? Kenapa membeli makanan sebanyak ini? Untuk apa Kak?” Ayu bergelayut manja di lengan Malik.
“Aku mengundang teman-temanmu dan teman-temanku untuk makan malam.” Malik memasangkan celemek di tubuh Ayu. “Sekarang bantu aku menyiapkan makanan ini ke tempat yang sudah aku siapkan.” Wajah Ayu terlihat tidak bersemangat.
“Baik Kak.” Suara nya lirih.
“Kau tidak suka yah? Apa Ayu keberatan Kak Malik mengundang mereka semua?” Ayu menggeleng, bukan itu yang membuatku sedih. Aku kira Kak Malik punya kejutan untukku. Dia heboh sekali menyiapkan semua makanan.
__ADS_1
Apalagi dekorasinya, seperti orang yang mau melamar seorang gadis. Hah, aku kan sudah jadi istri sah nya. Jadi untuk apalagi acara-acara seperti itu, pasti Kak Malik tidak akan pernah melakukannya. Dia sibuk dengan pekerjaannya. Mata Ayu memandang sinis ke arah Malik.
Laki-laki yang ditatapnya saat ini sedang berpura-pura tidak tau apa yang sedang terjadi. Tidak lama bel apartemen Malik berbunyi, Ayu segera lari ingin membuka pintu tapi Malik menghadangnya.
“Aku saja yang buka, kau lanjutkan pekerjaan mu.” Ayu kembali ke dapur memanaskan hidangan agar lebih enak.
Suara gaduh terdengar di ruang depan, Ayu menajamkan pendengarannya mencoba mencari tau siapa yang datang. Terdengar suara anak bayi, pasti itu Dokter dan Mahesa. Benar saja, mereka masuk bersamaan, sarah segera menghampiri Ayu yang masih berdiri di dapur.
Mahesa sudah berpindah ke tangan Malik. Ayu sangat ingin menghampiri Mahesa tapi pekerjaannya tidak bisa dia tinggalkan. Ayu hanya melambai pada bayi kecil yang menggemaskan dari dapur. Malik tersenyum melihat sikap Ayu yang menggemaskan, lebih menggemaskan dari bayi yang ada di tangannya.
“Kau mau aku gendong?” Berteriak karena jaraknya cukup jauh, Malik menggoyangkan alisnya. Ayu tersenyum ngeri dan langsung berbalik menghindari tatapan mata Malik yang membuatnya malu.
“Kau ini, jangan mesra-mesra di depanku. Istriku sangat sibuk, aku bisa iri melihatnya!.” Sarah yang mendengar ucapan Adam melotot ke arah Adam sambil mengangkat tangannya. Ayu tertawa melihat Dokter Adam yang langsung lari menghindari kontak mata yang bisa membunuhnya.
“Mereka memang harus kita beri pelajaran supaya tidak seenanknya. Hahahhaa….” Sarah mengambil alih pekerjaan Ayu. Dia memang sangat cekatan mengerjakan semua pekerjaan rumah. Meskipun dia sibuk dengan pekejaannya sebagai dokter, dia tidak pernah lupa merawat orang-orang terkasihnya.
Semua hamper siap saat Sandra dan Melani datang. Dua sahabat yang akan meramaikan acara dengan kebisingan yang mereka ciptakan. “Ayu, ada teman-temanmu.” Ayu langsung lari menemui mereka berdua.
“Ayo kembali ke dalam.” Sikap Adam sangat mirip dengan Malik, Ayu sampai tidak habis pikir keduanya bukan saudara. Ayu mengajak Sandra dan Melani masuk ke apartemennya yang sangat besar. Seperti rumah mewah saat ada di dalamnya.
“Kau tinggal di tempat yang sangat nyaman. Aku senang melihatnya.” Sandra terharu, dia tiba-tiba ingat dengan kosan Ayu yang lama. Mereka sering menghabiskan waktu bersama-sama di kosan yang sangat kecil.
“Kalian duduk dulu yah, sebentar lagi semuanya siap.” Sandra dan Melani berkeliling, berfoto ria di setiap sudut rungan untuk di upload ke media sosial milinya.
“Kalian tidak mengajakku berfoto?” Sandra dan Melani terpesona. Malik yang sedang menggendong Mahesa terlihat sangat keren di mata mereka berdua. Mereka pengagum rahasia.
“Dia sangat tampan. Andai saja aku bisa menyentuh wajahnya.” Melani bicara seenaknya tanpa sadar. Dia terpesona melihat wajah Malik yang sangat tampan.
“Boleh, asal jangan membangunkannya. Ibunya sangat galak.” Malik berbisik agar Sarah tidak mendengarnya. Sandra mencubit tangan Melani agar sadar, dia tau maksud dari ucapan Melani. Dia pasti berharap bisa menyetuh wajah Kak Malik.
Merekapun berfoto bersama, Mahesa yng tertidur pulas tidak terganggu dengan kebisingan yang ada. Dia tetap damai dalam dekapan Malik. Kembali suara bel berbunyi, Adam yang sibuk merapihkan dekorasi sederhana langsung lari ke pintu. Dia siap siaga mebukakan pintu. Kali ini Rey, Jofan dan Ana yang datang. Mereka membawa banyak makanan. Terlihat sangat enak.
__ADS_1
“Masuklah, jangan sungkan.” Ana terlihat malu-malu. Jofan malah tidak tau malu langung masuk sebelum Adam mempersilahkan.
Apartemen yang sangat wangi, Ana sangat suka rumah yang aromanya wangi, membuatnya nyaman. Setelah masuk ke ruang utama aroma berubah, wangi berbagai bahan makanan tercampur. Tapi tidak terlalu menyengat, masih tercium aroma wangi ruangan. Ana berjalan perlahan tanpa melepas tangannya dari Rey.
“Kak Ana.” Ayu memeluk Ana, mereka saling mencintai.
“Apa aku tidak terlihat?” Rey menggerutu, tampak Jofan yang merentangkan tangan sambil tersenyum. Ayu memeluk kedunya. Ayu sangat bahagia hari ini semua orang berkumpul di tempatnya. Kak Malik sudah memberikan perhatian yang begitu besar dengan kehadiran mereka semua.
Tidak lama Ferdinand an Tina datang, begitu juga Rama dan Mamih. Apartemen yang sangat besar pun terlihat penuh. Untung saja Malik punya meja makan yang sangat besar yang selama ini dia lipat hanya cukup untuk 4 orang.
Ayu bahkan baru tau jika meja makan yang selama ini dia tempati bisa berubah wujud jadi raksasa. Banyak teknologi canggih di rumah Malik yang Ayu tidak sadari. Makanan sudah siap tersedai, tiba-tiba Sarah meminta Ayu untuk ikut dengannya.
“Aku punya hadiah, ayo ikut denganku. Ana apa aku bisa mengandalkanmu?” Ana mengangguk, dia tidak keberatan membantu mempersiapkan makanan yang dia bawa bersama Rey.
Setelah Sarah mebawa Ayu masuk ke dalam kamar, Malik mempersiapkan diri untuk memberikan kejutan untuk Ayu. Semua orang yang ada di dalam ruangan seketika menghambur mencari tempat untuk berganti pakaian dengan warna senada.
Ayu tidak menyadari semua orang tau apa yang Malik siapkan selain dirinya. Dia tidak curiga sedikitpun apa yang semua siapkan untuk dirinya.
“Dokter, ini sangat bagus.” Ayu terpesona dengan gaun berwarna biru muda yang Sarah siapkan, seperti gaun pengantin tapi lebih sedikit sederhana.
“Ayo kau harus memakainya.” Mata Ayu membulat, untuk apa memakai pakaian yang sangat bagus.
“Aku bisa memakainya saat menghadiri pesta.” Sarah menggeleng. Dia membuka celemek yang masih menempel di tubuh Ayu.
“Jangan membantah, aku akan mendandanimu kali ini. Kau percaya padaku?” Ayu mulai curiga, sepertinya ada yang tidak biasa. Ayu menuruti semua permintaan Sarah tanpa banyak bertanya, tapi ini bukan hari ulag tahunnya atau ulang tahun Kak Malik. Acara apa sebenarnya yang sedang Kak Malik siapkan.
Banyak pertanyaan yang mundul di isi kepala Ayu, tapi Ayu tidak ingat apapun. Sarah meminta Ayu menunggunya sebentar dengan alasan ingin mengambil tasnya yang ada di depan. Padahal Sarah hanya ingin memastikan pasukan depan sudah siap atau belum.
Setelah yakin semua orang siap, Sarah kembali meminta Ayu menunggunya berganti pakaian. Ayu terkesima melihat wajahnya yang sangat anggun setelah Sarah poles dengan riasan tipis tapi sangat mempesona. Ayu selama ini tidak pernah berdandan secantik ini, dia ingin belajar agar Malik bisa lebih mencintainya.
Sarah menggandeng tangan Ayu siap keluar dari ruangan, semua orang sudah berdiri di depan kamar dengan pakaian senada. Ayu dibuat terkejut sekali lagi, mereka sudah berubah menjadi wanita dan laki-laki anggun. Apa yang sebenarnya sedang Malik siapkan.
__ADS_1
Malik berdiri dengan aggah di depan dekorasi yang sangat indah, Ayu tidak menyadari dekorasi indah yang mereka siapkan, dirinya sibuk dengan dapur. Ada foto pernikahan mereka berdua di tengah-tengah dekorasi. Ada tulisan indah yang membuat Ayu terharu “Happy Anniversary” Sontak Ayu tidak bisa membendung air matanya.