Gadis Desa Dengan Sejuta Mimpi

Gadis Desa Dengan Sejuta Mimpi
Bab 67 ( Pernikahan Part 1 )


__ADS_3

Ayu menahan tangis dalam dekapan Kak Sarah. Dada nya sesak tapi tidak mampu mengucapkan apapun. Mulutnya terkunci, hanya ada air mata yang banjir meliputi kesedihannya.


Sarah mengajak Ayu untuk masuk dan tidak mendengarkan pembicaraan lebih lanjut. Tidak tega melihat Ayu begitu pedih menerima keputusan yang menjadi jalan keluar atas masalah yang mereka hadapi.


“Tenang saja yah, Kak Malik orang yang sangat penyayang. Dia akan berusaha keras menebus kesalahanya padamu.” Sarah mencoba menenangkan Ayu.


Ayu hanya membisu, rasanya seperti sedang berdiri di ujung karang yang sudah rapuh dan siap menenggelamkan dirinya ke dasar lautan.


“Apa kamu bisa menerima keputusan ini? Jika memang tidak bisa jangan mau menerimanya. Jangan membuat keputusan yang akan membuat Ayu menyesal.”


“Tidak Kak” Ayu mengusap air matanya. “Ayu akan terima apapun keputuan yang Bapak ambil. Aku akan menerima semuanya, aku akan menggantikan kekecewaannya dengan apapun yang Bapak inginkan.” Ayu mencoba tersenyum meskipun hatinya pedih.


Kali ini Sarah yang merasa terharu, begitu besar kasih sayang di antara keduanya. Mereka sama-sama tidak ingin meyakiti satu sama lain.


Setelah pembicaraan berlalu. Terlihat Mamih dan Lia masuk ke dalam kamar. Mereka tersenyum pada Ayu yang masih nenyandarkan kepala nya pada pundak Kak Sarah.


Ibu sudah duduk di sebelah Ayu. Membelai lembut puncak kepala Ayu dengan penuh kasih sayang dari seorang yang begitu mencintainya.


“Apapun yang Bapak dan Ibu lakukan demi kebaikan Ayu dan demi kebaikan kita semua. Ibu minta keikhlasan hati kamu ya Nak.” Lia tersenyum. Mencoba menutupi kepedihan hatinya.


“Ayu paham, ini semua demi Bapak.” Ayu terisak dalam dekapan Ibu tersayang. Menumpahkan segala beban yang mengganjal memenuhi pikirannya.


Malik bahagia dengan keputusan yang sudah di sepakati. Dia tau Ayu sangat tersakiti dengan keputusan ini, tapi Malik berjanji pada dirinya sendiri akan menjaga Ayu dan memperbaiki segala kesalahan yang sudah dia lakukan.


“Kita tidak mengadakan pernikahan yang mewah, ini hanya antar dua keluarga saja. Tapi Ayu boleh mnegundang teman-teman yang Ayu inginkan.” Mamih menggengam erat tangan Ayu.


“Baik Mih, kapan pernikahannya akan di lakukan Mih?” Ayu sudah mulai tenang.


“Besok sayang. Kita tidak boleh menunda niat baik yang sudah kita sepakati. Mamih tidak mau masalah ini berlarut-larut.” Mamih sangat bahagia putranya bisa bersanding dengan gadis pujaan hatinya.


Deg....


Kenapa cepat sekali besok. Apa tidak bisa di undur sebentar saja, aku ingin menyiapkan dan memantapkan hati menjadi seorang istri. Batin Ayu


“Apa aku masih bisa sekolah dan mengejar impianku?”


“Tentu saja, kami akan selalu mendukung setiap langkah yang ingin Ayu capai. Kita akan menjadi keluarga sayang (Menatap mata Ayu bahagia), keluarga yang sebenarnya.” Mamih tau Ayu akan sangat sulit menerima semua ini. Mamih akan membantu Malik memenangkan cinta seutuhnya.


Tapi harus ada pengorbanan dan konsekuensi atas setiap perbuatan yang sudah di lakukan. Tidak boleh melepaskan tanggung jawab yang harus di tanggung karena kesalahan yang di sengaja ataupun tidak.


Aldo sudah mulai menelpon kesana kemari. Mempersiapkan segala kebutuhan agar sederhana tapi masih dalam suasana mewah.

__ADS_1


Perancang busana langganan langsung sampai 30 menit setelah Aldo menghubunginya. Mengukur bagian demi bagian dari tubuh Ayu dan juga Malik setelah menentukan model yang akan di gunakan.


Mereka harus bekerja ekstra karena gaun harus siap dalam semalam. Untung saja Ayu memilih gaun dengan model yang sangat sederhana. Membuat lega sang designer yang sudah ketar ketir dengan waktu yang di milikinya.


Aldo juga mengundang Rey sebagai penyedia makanan sekaligus tamu undangan. Mereka sudah menganggap Rey bagian penting yang tidak boleh terlewatkan. Selama ini Rey banyak membantu Ayu dan menyayangi Ayu layaknya saudara kandung baginya.


Malik bahkan sudah membuka hatinya untuk bersahabat dengan Rey setelah mengetahui Rey memiliki tunangan yang sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan.


***


Saat ini Melani, Sandra dan Jofan sedang berada di restaurant Kak Rey, meminta pendapat pada Kak Rey karena sedari kemaren mereka belum bisa menghubungi Ayu. Bahkan Ayu sampai saat ini belum kembali ke Rumah Kos nya.


“Ada apa ini. Sebenarnya apa yang sedang terjadi.” Terlihat Rey berlari dari ruangannya sambil berteriak.


Tring...


Bersamaan Jofan, Sandra dan Melani mendapat pesan. Mereka membaca pesan bersamaan dan terkejut dengan isi pesan yang di kirim pada mereka.


Dengan Hormat,


Tidak mengurangi rasa hormat. Kami keluarga besar Rama Saputra mengundang saudara dalam acara pernikahan Putra tunggal kami Malik Saputra yang akan di selenggarakan besok pagi pukul 10.00 WIB s/d selesai.


Terimakasih


Jofan, Melani dan Sandra saling pandang, tidak percaya dengan apa yang mereka baca. Mereka bahkan bingung karena di dalam undangan tidak menyebutkan nama mempelai wanita yang akan Malik nikahi.


Kak Rey merebut ponsel dari tangan Jofan. Membaca dengan seksama isi pesan yang ada di sana. Ternyata pesan yang sama seperti yang Rey dapatkan. Bedanya Rey di undang sekaligus di berikan job pekerjaan.


“Ini sangat tidak masuk akal. Kenapa Malik menikah, lalu bagaimana dengan Ayu. Dia melepaskan tanggung jawab begitu saja?” Sandra sedikit geram.


“Tidak San, Malik menikah dengan Ayu. Lihat ini.” Rey menyodokan percakapannya dengan Malik yang baru beberapa menit.


“Apa ini tidak keterlaluan. Ayu masih bisa hidup dengan baik tanpa laki-laki itu. Aku juga bisa menjaganya dengan baik.” Jofan mendengus kesal.


“Ini keputuan kedua belah pihak. Tapi Kak Rey penasaran dengan cerita yang sebenarnya. Apa yang membuat mereka menikah secepat ini?” Rey meraih tangan Jofan, menepuknya pelan karena Jofan sudah emosi. Kulit wajahnya bahkan merah padam menahan emosi.


“Kak Rey, tolong Ayu Kak. Kita harus selamatkan dia dari laki-laki tua itu.” Jofan merengek pada Rey.


“Siapa yang berani berurusan dengan keluarga mereka. Aku bisa di usir dari negeri ini Fan. Sudah kita jangan ikut campur. Malik juga bukan laki-laki jahat, dia orang yang berwibawa dan bertanggung jawab.” Rey paham dengan keresahan hati Jofan.


Bagaimanapun juga Ayu adalah sahabat yang sudah dia anggap seperti adik kandungnya. Kehadirannya sedikit mengobati kerinduannya pada Arumi.

__ADS_1


“Jika sudah menikah, apakah Ayu masih bisa bermain dengan kita? Dia bahkan menikah dengan konglomerat.” Melani membayangkan Ayu yang datang ke sekolah dengan mobil mewah. Tidak mau bersahabat lagi dengan dirinya dan Sandra.


“Tentu saja, aku yang akan menjemput Ayu jika dia tidak di ijinkan datang ke sekolah.” Sandra mengepalkan kedua tangannya.


“Kalian ini, jika sudah berhadapan dengan Kak Malik nyali kalian pasti akan berubah dalam mode kecentilan. Aku sudah lihat tingkah kalian setiap bertemu dengan dia.” Jofan sering kali melihat sahabatnya ini senyum-senyum dan mencuri pandang pada Malik. Hal itu sudah biasa karena teman-temannya memang centil pada setiap laki-laki tampan yang mereka jumpai dimanapun.


Keesokan Pagi


Hari ini rumah Rama Saputra sudah di sulap dengan hiasan sederhana namun tetap elegan. Memancarkan aura yang penuh dengan kebahagiaan.


Ayu sudah bersiap dan membersihkan diri sebelum di rias. Matanya tidak berhenti menangis, air mata tidak tau kenapa tidak mau berhenti.


“Mbak, kalo mbak nya nangis begini terus, pasti riasan nya akan berntakan. Boleh tidak jangan menangis lagi.” Sang perias mulai bingung karena pengantin wanita tidak bisa di ajak kerjasama.


“Aku sudah mencoba Mbak, tapi tidk bisa berhenti.” Ayu mengusap matanya bergantian. Hatinya mencoba menerima, tapi airmata tidak bisa di sembunyikan.


Tiba-tiba saja Malik masuk mengantarkan gaun pengantin. Malik menatap masih ada kesedihan di mata Ayu.


“Apa aku bisa bicara sebentar dengannya?” Perias langsung undur diri menutup pintu dan membiarkan Malik berbicara empat mata.


Ayu masih berusaha menyembunyikan air matanya. Tapi tetap saja tidak bisa. Senyum manisnya tidak mampu menahan airmatanya.


Malik berjongkok di depan Ayu. Dengan lembut Malik mengusap air mata yang semakin deras setelah kehadirannya.


“Kau tau? Aku sudah memipikan hari-hari ini datang penuh dengan kebahagiaan. Senyum menghiasi bibir setiap orang yang hadir di pesat kita.” Malik tersenyum menatap lekat netra Ayu.


“Ma...af kan Aku.” Ayu sedikit tersenggal mencoba mengatur nafasnya saat berbicara.


“Kau percaya padaku?” Ayu mengangguk.


Selama ini Kak Malik selalu memperlakukannya dengan baik dan terhormat.


“Kita lalui ini semua bersama yah. Aku janji akan menjaga Ayu sampai hati Ayu siap menerima Kaka sebagai suami Ayu. Kaka tidak akan memaksakan apapun yang tidak membuat Ayu nyaman. Ayu bisa pegang janji Kaka.” Ayu sedikit tenang mendengar janji yang Kak Malik ucapkan.


“Aku minta maaf, aku tidak tau harus berbuat apa Kak.” Ayu sudah mampu mengendalikan dirinya.


“Jangan minta maaf. Mungkin ini jalan Tuhan mempersatukan kita.” Malik tidak bisa menutupi rasa bahagianya.


“Aku akan berusaha menjaga nama baik keluarga kita.” Ayu tau ini semua demi kebaikan semua orang. Meskipun pengorbanannya besar.


“Aku akan mejadikan Ayu wanita yang selalu bahagia. Kaka akan menjaga Ayu seperti Kaka menjaga Mamih selama ini. Kalian orang-orang yang sangat berarti dalam hidupku.” Kali ini Ayu sedikit tersipu malu.

__ADS_1


__ADS_2