Gadis Desa Dengan Sejuta Mimpi

Gadis Desa Dengan Sejuta Mimpi
Bab 63 ( Mogok Makan )


__ADS_3

Melani mencoba menghubungi Jofan berkali-kali namun ponsel Jofan tidak aktif. Sepertinya Jofan sengaja mematikan ponsel dan menghidari kedua sahabatnya.


“San, bagaimana ini? Jofan masih tidak bisa dihubungi!” Melani mondar mandir panik, Sandra hanya bisa pasrah karena yang membawa Ayu adalah orang yang sangat kuat dan juga sangat baik.


“Sudahlah, Kak Malik berjanji tidak akan melukai Ayu. Dia berjanji akan melindungi Ayu dengan baik” Sandra berpura-pura tenang, padahal dirinya merasa sangat khawatir dengan keadaan Ayu.


Tidak berapa lama terlihat Jofan pulang membawa makanan di tangannya. Ternyata dia pergi lama sekali mencari makanan untuk Ayu yang tidak mau makan.


Andai ini semua terjadi padaku? Apa Jofan akan berbuat hal yang sama? Dia bahkan menghempaskan tanganku begitu kasar.


Sandra sedikit medengus.


Hanya Melani yang lari menyambut kedatangan Jofan dengan bahagia.


“Kau ini darimana saja. Aku dan Sandra tidak bisa menghubungimu!” Melani tidak bisa menahan airmatanya. Dia menangis tersedu-sedu sebelum menjelaskan apa yang sedang terjadi. Jofan memeluk Melani, mengajaknya masuk dan mencoba menenagkan Melani.


Berbeda dengan Melani, Sandr terlihat baik-baik saja dan tidak bereaksi saat melihatnya pulang atau saat melihat Melani menangis. Dia masih asyik dengan ponsel ditangannya.


“Apa yang terjadi Mel? Kenapa kamu menangis seperti itu?” Melani sudah sedikit tenang dari sebelumnya.


“Kak Malik Fan....” Kembali meneteskan air mata.


Deg....


Mendengar nama orang yang Melani sebut, hati Jofan sudah khawatir dan amarahnya bergemuruh. Jofan langsung saja berlari ke kamar yang Ayu tempati. Benar saja dugaan ku, saat ini kamar sudah kosong dan bisa di pastikan Malik membawa Ayu dari sini.


Malik kembali berlari menamui kedua sahabatnya. “Kenapa kalian membiarkan laki-laki itu membawa Ayu dari sini?” Melani hanya menunduk. Sandra tidak merespon pertanyaan Malik.


“Dia membawanya secara paksa. Kami tidak bisa berbuat apa-apa Fan” Hanya melani yang bersuara. Jofan jengah melihat Sandra yang diam saja.


“San, kenapa kamu membiarkan Kak Malik membawa Ayu?” Sandra masih diam.


“Kau tidak mau mejawab pertanyaan ku? Sandra !!!” Kali ini Jofan berteriak, dia merasa Sandra sedang mempermainkannya.


Padahal Sandra lagi cemburu kawan.


Sandra terlonjak. Tidak pernah Jofan begitu kasar pada dirinya. Meskipun Jofan terkadang sangat cuek dan tidak peduli padanya, tapi kali ini Jofan sangat membuat Sandra kaget bukan main. Sandra tidak berbicara, dia membekap mulut dengan kedua tangannya.


Kali ini Jofan kaget dengan perbuatannya sendiri, lagi-lagi dia berbuat kasar pada Sandra diluar kendalinya. Tidak pernah Jofan secara sengaja menyakiti Sandra.


“Maafkan Aku” Jofan duduk disebelah Sandra yang sudah mulai berkaca-kaca.


Jofan meraih tangan Sandra yang sudah menutup seluruh bagian wajahnya. Mencoba menyembunyikan airmata yang berderai.


Sandra menolak tangan Jofan. Dia merasa semakin sesak dadanya, sedari tadi dia sangat khawatir bercambur cemburu sampai-sampai bersikap seperti anak kecil di depan Jofan. Tapi ternyata Jofan begitu kasar membentaknya.


“Maafkan Aku” Hanya itu yang keluar dari mulut Jofan. Dia sudah beberapa kali berbuat kasar Pada Sandra, Jofan sendiri sedikit bingung dengan sikapnya.

__ADS_1


“Apa kau begitu membenciku? Apa aku sangat tidak berarti?” Sandra masih menangis dalam dekapan Jofan.


“Tidak... tidak” Jofan mengeratkan dekapannya. “Kalian bertiga adalah orang yang sangat berarti, jangan pernah berkata seperti itu lagi” Jofan menyesal telah membentak Sandra.


“Jika aku yang ada di posisi Ayu, apakah kamu akan berbut hal yang sama?” Sandra melepaskan diri daru pelukan Jofan.


“Tentu saja, kalian sangat berharga” Jofan sedikit sedih, kesalahan yang sama terulang. Padahal Sandra pasti sangat khawatir sama seperti dirinya.


Jofan mengenal Malik dengan baik, dia pasti akan menjaga Ayu dengan baik. Dia pasti mebawa Ayu karena merasa bersalah dengan apa yang sudah terjadi.


Jofan memutuskan untuk tidak mencari dimana dan kemana Malik membawa Ayu. Malik orang yang memiliki kekuasaan besar, dia tidak akan mampu di hadapi oleh anak ingusan seperti dirinya.


***


Malik sangat menyesal membawa Ayu dengan paksa. Pasti saat ini Ayu sedang berpikir yang tidak-tidak tentang dirinya. Ayu masih menahan tangisnya, hanya air mata yang tidak berhenti menetes.


Malik melihat dengan jelas gurat ketakutan dari wajah cantik Ayuna. Rasanya ingin sekali memeluk tubuh Ayu saat ini dan berbisik : Semua Akan Baik-Baik Saja!.


Kali ini bukan hanya rasa sedih yang menyelimuti, ayu merasakan kram di perutnya yang belum terisi makanan sedari malam.


Rasanya ingin sekali merintih seperti biasanya saat asam lambungnya kambuh.


Tapi keadaan ini membut Ayu hanya bisa menahan dan memegangi perutnya dengan tangan kanannya. Karena tangan kirinya tidak dilepaskan dari genggaman tangan Malik.


“Kamu baik-baik saja? Wajahmu pucat sekali. Apa kau sudah makan?” Malik hafal betul asam lambung yang sering kali menyakiti Ayu. Gadis yang begitu banyak pekerjaan sampai-sampai melupakan kesehatannya.


Ayu hanya menggeleng. Masih membisu karena Malik masih terlihat sangat emosional. Tidak seperti Malik yang biasa dia kenal. Atau mungkin hanya perasaan Ayu saja yang sedang ketakutan saat ini.


Malik sangat menderita melihat Ayu yang tidak merespon dirinya, hanya terlihat kesedihan di netra Ayu yang menghujam jantung Malik. Kali ini Malik sudah tidak kuat menahan diri. Malik menarik tangan Ayu dan mendekapnya dengan erat.


“Kau tau, tidak ada orang lain yang aku sayangi seperti aku menyayangi Mamih dan kamu Yu” Malik berkata lirih pada Ayu.


“Kamu bisa membunuhku hanya dengan penolakkanmu ini Yu! Tolong jangan menolakku, aku tidak mau kehilangan kamu Ayuna” Dada Malik masih bergemuruh.


Malik mengendurkan pelukannya, menatap netra Ayu yang semakin deras meneteskan air mata. Malik tau saat ini Ayu sedang kebingungan. Dia masih sangat kecil untuk tau bagaimana menyikapi semua ini.


“Kau boleh menangis, jangan menahannya. Dadaku juga terasa sesak.” Malik kembali memeluk Ayu. Kali ini Ayu sudah tidak bisa lagi menahan air matanya.


Ayu menangis tersedu-sedu sampai tubuhnya lemah tidak berdaya. Makanan apapun tidak bisa masuk ke dalam mulutnya. Tidak ada selera makan dan membuat Malik frustasi sepanjang perjalanan.


Ayu menyenderkan kepalanya, matanya yang lelah lama-lama terpejam memasuki alam tidur. Setelah memastikan Ayu tertidur lelap, Malik memindahkan kepala Ayu menyandar di dada nya.


Gadis yang membisu sepanjang perjalanan kini terlelap tanpa tau tempat. Padahal dia sangat takut Malik akan berbuat yang tidak-tidak padanya. Tapi apalah daya, mata tidak bisa di ajak kompromi denga keadaan.


Setelah perjalanan panjang, mereka akhirnya sampai di apartmen Malik. Saat ini Ayu masih tidur dan Malik menggendongnya.


Membiarkan Ayu terlelap agar tidak sulit membawanya masuk ke tempatnya.

__ADS_1


Malik menghubungi Adam, meminta Adam untuk memastikan saat ini Ayu baik-baik saja.


Mogok makan membuat Malik sangat khawatir asam lambung Ayu akan kambuh dan membuatnya kesakitan.


Tidak lama Adam sudah sampai dan langsung memeriksa keadaan Ayu. Terlihat senyum mengembang di bibir Ayu saat membuka matanya dan melihat Dokter Adam sedang memegang pergelangan tangannya.


“Kau sudah bangun? Apa kau tau Malik sangat khawatir padamu?” Ayu hanya menjawab dengan senyum seribu makna.


“Jangan membuatnya terlalu khawatir, kalian sedang mengalami masa sulit. Tapi aku yakin sahabatku adalah orang yang baik dan bertanggung jawab.”


Adam sangat paham siapa Malik Saputra, dia tidak pernah memperlakukan wanita dengan seenaknya. Dia sangat menyayangi Sarah seperti saudara kandungnya padahal bukan siapa-siapa.


“Apa aku boleh masuk?” Terlihat Sarah membawa nampan berisi buah-buahan dan bubur Ayam.


“Baiklah, aku akan meninggalkan kalian supaya bisa bergosip yah.” Ayu sedikit terhibur dengan kehadiran Sarah dan Adam.


Artinya dia tidak sedang di culik kali ini.


“Mau makan buah? Atau mau makan Bubur Ayam buatanku? Ini sangat enak. Adam akan langsung sembuh jika memakan bubur buatanku.” Sarah mencoba menghibur Ayu agar tidak tegang.


Ayu tidak bisa menahan diri, dia kembali terisak dan menangis cukup keras. Sarah memeluk tubuh kecil yang begitu lemah.


Terlihat begitu menderita dan kebingungan.


Malik yang berdiri di balik pintu hanya menahan diri, merasakan kesedihan yang berulang kali dia rasakan. Ayu pasti sangat depresi sekarang, seharusnya Malik lebih wapspada dan berhati-hati.


Adam dan Sarah tahu jika Malik di jebak. Mereka bahkan sudah mendapatkan video yang Ed kirimkan pada Malik. Saat ini Ed sedang melacak siapa orang yang menyebabkan kekacauan ini.


Setelah perjuangan panjang, akhirnya Ayu mau memakan sedikit bubur yang Sarah buat dengan penuh cinta. Hanya beberapa sendok, tapi itu sudah membuat Malik sedikit lega.


Malik merebut nampan yang ada di tangan Sarah. Mengambil alih apa yang akan Sarah kerjakan. Sarah hanya menggeleng. Lega melihat Malik sudah kembali tersenyum saat melihat mangkuk di tangan Sarah berkurang porsi dari sebelumnya.


“Tolong jangan tinggalkan kesayanganku. Aku takut jikan dia sendirian” Matanya berkaca-kaca meskipun bibirnya tersenyum.


Malik takut Ayu yang masih sangat kecil akan berbuat yang tidak-tidak.


“Baiklah adikku sayang. Jangan punya pikiran yang tidak baik, dia gadis yang sangat dewasa dengan usia nya saat ini” Sarah kembali ke kamar Ayu.


“Aku percaya percaya padamu Kak!” Malik bahagia mempunyai sahabat yang sangat bisa diandalkan.


Mereka selalu ada di setiap keadaan yang Malik hadapi. Rasanya lega Ayu sudah mau berbicar pada Sarah. Malik bahkan lupa jika dirinya juga belum makan apapun sejak kemarin


Tring.... (Pesan masuk)


Aku sebentar lagi sampai di apartmen Bos. Aldo


Tring.... (Pesan kembali masuk)

__ADS_1


“Tunggu Ayah di apartmen” Ayah Rama


Malik terbelalak mendapat pesan yang masuk bersamaan dari Aldo dan Ayah nya. Bagaimana jika mereka sampai bersamaan. Apa yang harus aku lakukan.


__ADS_2