
Hari ini teman-teman mendapatkan undangan dari Lissa. Pesta ulang tahun Lissa yang diadakan meriah setiap tahunnya. Dia akan mengundang teman satu sekolah tanpa terkecuali.
“ San, Yu. Kalian akan datang di pesta ulang tahun Lissa? Aku males sebenarnya”. Melani masih enggan memaafkan Lissa yang berbuat semaunya pada Ayu.
“ Tapi jika di undang, sebaiknya datang jika tidak ada halangan. Aku tidak bisa ikut,aku harus bekerja dan mencari tempat tinggal”. Ayu sudah bersiap-siap menenteng tasnya.
“ Sekarang kita jarang sekali main Yu. Kamu sibuk sekali sekarang”. Melani memluk lengan Ayu dengan erat.
“ Kalo tidak ikut pasti tidak seru Yu. Cobalah minta ijin satu hari saja”. Sandra merayu Ayu agar hadir di pesta Lissa.
“ Aku bukan tidak mau, sekarang aku baru diberi kesempatan Kak Rey”. Ayu memandang kedua sahabatnya. “ Aku tidak bisa menyia-yiakan kesempatan ini begitu saja San, Mel”. Ayu membalas pelukan Sandra dan Melani.
Kedua sahabat Ayu tau betul keadaan Ayu, mereka harus memberikan semangat. Ayu selama ini memang terlihat baik-baik saja, tapi sungguh sahabatnya merasa iba akan keadaan Ayu yang harus berjuang sendiri.
“ Aku pergi yah, maaf yah karena aku tidak bisa datang ke tempat Lissa”. Ayu bergegas agar tidak terlambat sampai ke restaurant.
Sudah 2 minggu berjalan Ayu bekerja ditempat Kak Rey, selama ini tidak ada masalah. Ayu anak yang cepat belajar dalam segala hal. Bahkan Rey puas dengan hasil kerja Ayu selama ini.
Sekerang Ayu sudah merasa mampu meninggalkan tempat Mbak Murni, dia akan mencoba mencari tempat tinggal sendiri agar tidak merepotkan Mbak Murni lagi.
***
Sudah dua minggu ini Malik disibukkan dengan proyek-proyek yang harus segera diselesaikan dalam waktu dekat. Tidak ada waktu yang memberinya jeda untuk menikmati hidupnya, dia harus membuktikan pada Ayahnya bahwa dia mampu menyelesaikan semua pekerjaan yang diberikan padanya.
Sore ini Malik telah menyelesaikan Meeting akhir proyek yang ada di bawah kendalinya. Terpancar raut bahagia di wajah Malik, dia berhasil menyelesaikan semua pekerjaannya dengan baik tanpa celah sedikitpun.
Sekarang ada waktu luang untuk mencari tau keadaan Ayu yang menangis tempo hari. Malik meraih gagang telpon yang ada diatas meja kebesarannya dan menghubungi Aldo.
Tut....Tut....Tut....
Beberapa kali sambungan telpon Malik tidak di angkat oleh Aldo, dia pun melangkahkan kakinya keruangan Aldo.
__ADS_1
Krek.... ( Malik membuka pintu ruangan Aldo )
“ Kemana dia, tidak biasanya dia meninggalkan ruangan tanpa sepengetahuanku”. Malik masuk ke ruangan Aldo dan mencari sendiri apa yang dia inginkan. Pandangan Malik berhenti diatas meja Aldo disisi kiri.
Tampak foto-foto Ayu di sekolah, foto-foto bersama Jofan dan foto-foto Ayu yang keluar masuk restaurant. Malik mulai mengurutkan foto berdasrakan tanggal yang tertera pada foto.
Dahinya berkerut, banyak pertanyan yang muncul dikepalanya. Apa sebenarnya yang terjadi pada Ayu. Aldo bahkan selama ini tidak memberikan kabar apapun padanya.
“ Pak, maaf tadi saya sedang ada keperluan keruang Divisi Humas. Ada yang bisa saya bantu Pak?”. Aldo segera mengampiri Malik yang terlihat mengangkat tangannya menunjukkan foto pada Aldo.
“ Apa ini?”. Malik menyodorkan dengan kasar foto-foto yang ada di tangannya sampai membuat Aldo terdorong mundur.
Aldo menganalisa foto-foto yang ada di tangan Malik. Dia bahkan tidak tau kenapa foto-foto itu bisa ada dimeja kerjanya. Aldo hanya menggaruk-garuk kepalnya yang tidak gatal.Dia bingung harus berkata apa pada atasannya.
“ Kenapa kau tidak ceritakan apapun padaku Al”. Malik duduk dikursi Aldo, dia masih ingin mendengar penjelasan Aldo.
“Aku juga bingung pak, kenapa foto-foto ini ada padaku. Aku belum ada waktu mencari tau tetang Ayuna”. Aldo mencoba menjelaskan kepada Malik, dirinya juga sama bingungnya.
Aldo sudah tau maksud dari kata-kata Malik. Dia harus mencari tau maksud dari foto-foto yang ada dimejanya. Dan harus memastikan Ayu dalam keadaan baik-baik saja.
***
Sesampainya di restaurant, Rey mengadakan breefing dengan semua pegawainya. Kali ini ada orang kaya yang akan menggunakan restaurantnya sebagai penyedia makanan.
“ Ok, semua sudah berkumpul?”. Rey berdiri di hadapan karyawannya.
Sudah Pak...... ( Dijawab serempak oleh semua karyawan )
“ Besok sore kita akan bekerja di rumah salah satu orang kaya. Tema nya adalah pesta ulang tahun gadis remaja. Kalian akan melayani dan menjamu semua tamu yang diundang di pesta. Pasti banyak anak-anak remaja yang akan merepotkan. Kalian tetap harus profesional, jaga sikap jaga attitude”. Rey memandang semua wajah karyawannya satu persatu.
“ Ayu dan Nai, kalian juga ikut serta. Kalian bantu para senior dan jadi tangan kanan mereka. Kalian semua mengerti?”.
__ADS_1
Mengerti Pak ...... ( Tetap kompak menjawab serentak )
“ Ok, kalian semua boleh kembali bekerja”. Malik meninggalkan karyawannya terlebih dahulu.
***
“ Yu.... kamu pernah tidak, ulang tahunnya dirayakan?”. Nai penasaran
“ Pernah, sama Bapak dan Ibuku”. Ayu membuat Nai makin penasaran.
“ Terus-terus? Banyak yang diundang?”. Mata Nai terbuka lebar. Ayu yang melihat ekspresi Nai jadi ingin tertawa.
“ Hehehehe. Kamu penasaran Nai?”. Ayu duduk di bangku dapur diikuti Nai.
“Ibuku membuat kue sendiri, terus Bapakku menyalakan api dari koreknya. Kita nyanyi-nyanyi bertiga Nai”.
“ Jiaaahhh..... itu mah sama aja kaya aku”. Naila memandang keatap-atap, matanya jauh menerawang. “ Kalo jadi anak orang kaya enak yah. Mau apa bisa, mau apa bisa”. Getir memang, Nai dan Ayu saat ini harus berjuang. Tapi mereka tetap meikmati prosesnya, harapan selalau ada.
Sepulang sekolah Ayu segera bergegas ke restaurant seperti biasa. Rey tidak pernah keberatan jam berapapun Ayu datang. Setelah melihat cara kerja Ayu, ada rasa bersalah karena awalnya dia meragukan kemampuan Ayu.
Ternyta Jofan benar, Ayu bukan anak remaja biasa. Dia pekerja keras, tidak jarang Rey mendapati Ayu sedang mambaca buku-bukunya di sela-sela jam istirahat.
“ Semua sudah siap?”. Rey memeriksa semua barang-barang dan bahan-bahan yang akan di bawa ketempat acara. Dia orang yang sangat teliti dalam melakukan segala hal.
Setelah puas memeriksa, mereka semua segera meninggalkan restaurant. Ayu dan karyawan perempuan lainnya ikut mobil Rey, sedangkan karyawan laki-laki menggunakan mobil lain yang disediakan Rey.
Kurang lebih 30 menit mereka semua sudah tiba dirumah sang pemilik pesta. Segera mereka merapikan dan mempersiapkan segala hal.
Setelah selesai bersiap-siap dan makanan sudah disajikan dengan penataan yang sangat apik dan mewah, Rey kembali mengumpulkan semua karyawannya dan membagi tugas msing-masing karyawan.
Ayu mendapat tugas menjaga stand aneka kue dan buah-buahan, memastikan piring selalu terisi dan semua tamu bisa menikmati kue-kue yang disajikan.
__ADS_1