Gadis Desa Dengan Sejuta Mimpi

Gadis Desa Dengan Sejuta Mimpi
Bab 15 ( Kepergian Buyut Ayu)


__ADS_3

Hujan malam ini sangat lebat. Petir menyambar saling bersautan. Mataku sangat sulit dipejamkan. Aku sangat takut dengan hujan lebat yang disertai petir.


Tut....tut....tut.....


"Malam-malam begini ada apa Ibu menelpon". Aku langsung saja mengangkat HPku yang berdering.


Ada apa bu ? tumben malam malam begini telpon?. "Apa ibu tau yah, aku lagi ketakutan".


"Yu, coba bangunkan Mbak Murni. Penting Yu!!!!!!!!


"Ada apa bu ? kenapa ibu suaranya seperti menahan tangis?". Ayu penasaran.


Aku berjalan dengan cepat mengetuk pintu kamar Mbak Murni.


Tok.....tok.....tok....


Tok...tok....tok.....


"Mbak Murni. Mbak.....mbak...tok....tokk...tok....mbak"


Cukup lama aku mengetok pintu kamar mbak Murni, akhirnya dibuka juga.


"Kenapa Yu? Mbak capek nih.....!!!!!!!!!" Mbak Murni nampak sangat seksi dengan gaun malamnya. Rambutnya berantakan khas orang bangun tidur.


"Mbak, kata Ibu suruh cek Hp, Ayu gak tau maksudnya Mba".


Mbak Murni langung saja mengambil hp nya diatas meja dekat tempat tidur.


Setelah membaca pesan tersebut, Mbak Murni nampak sedih dan murung.

__ADS_1


Mbak Murni kembali melangkahkan kaki nya ke arahku. Langkahnya sangat berat, matanya berkaca-kaca.


"Yu, Buyut Meninggal Yu". Aku dan Mbak Murni menangis saling berpelukan. Aku sangat kehilangan Buyut Ayu. Dia adalah salah satu karunia Tuhan buatku.


"Kenapa sayang? kok kalian nangis?" Mas Ali terbangun mendengar suara tangisan kami.


" Mas, aku harus pulang sekarang juga. Ibu udah gak ada Mas". Mbak Murni memeluk Mas Ali dengan erat.


Mas Ali hanya membalas dengan pelukan dan belaian lembut pada kepala Mbak Murni.


"Ya sudah, kita betangkat sekarang yah. Mas ijin dulu untuk cuti 2 hari ". Mas Ali mengambil ponsel nya dan mencoba menghubungi teman satu divisinya.


"Yu, kamu di rumah sendiri beranikan? kamu gak usah pulang. Toh kamu juga baru masuk sekolahnya".


" Baik Mbak, Ayu manut Mbak".


Malam itu juga Mbak Murni dan Mas Ali pulang ke kampung halaman. Aku menitipkan surat untuk Ibu.


Semalaman aku tidak bisa tidur, saat sampai disekolahan, aku sangat mengantuk dan ingin sekali tidur. Mataku sudah tidak bisa di kondisikan. Akupun memejamkan mataku.


Baru saja beberapa menit, aku terjaga kembali oleh suara anak anak yang sangat berisik. Kepalaku pusing karena tidak bisa memjamkan mata dengan benar.


Sandra : Ayu, kamu sakit? Muka kamu pucet banget Yu. ( Sandra menempelkan tangan nya di keningku)


Ayu : Aku hanya kurang tidur, kepalaku pusing


Sandra : Tapi badan kamu panas Yu. Ayo aku antar ke UKS.


Sandra menarik tanganku dengan paksa, akupun mengikuti langkah kaki Sandra.

__ADS_1


Sampai di UKS, aku hanya meminta obat penurun demam. karena aku tidak mau melewatkan pelajaran sekolah. Aku sangat suka belajar, aku mencintai semua pelajaran sekolah yang aku dapatkan.


Melani : Kalian dari mana? aku cari-cari juga.


Sandra : Dari UKS. Ayu gak enak badan mel.


Setelah minum obat badanku malah semakin tidak enak, mataku ngantuk dan tanganku muncul binti-bintik merah. Aku tidak menghiraukan, karena aku sering demam jika kurang tidur.


Saat sedang mengikuti pelajaran, tiba-tiba saja nafasku sesak dan aku tidak bisa mengontrol nafasku. Aku pun kehilangan keseimbangan dan jatuh ke lantai.


Jofan yang duduk di sebelah kananku melihat gelagatku sudah tidak enak. Dia memperhatikan aku karena tau aku dalam kondisi tidak stabil. Saat tubuhku terjatuh, Jofan menangkapku sehingga aku jatuh di atas tangan Jofan yang menangkap tubuhku.


Aku sudah tidak bisa berkata-kata, aku hanya mendengar teriakan teman-temanku yang mencoba membantuku. Setelah itu aku tidak tau apa yang terjadi.


"Ayu kenapa Fan, kok dia bisa pingsan?" Jofan tidak merespon, dia pun sama bingungnya dengan Melani dan Sandra.


Saat mereka semua sedang mencoba membangunkan Ayu, tiba-tiba saja pemilik sekolah datang, alias Pak Malik.


Tanpa aba-aba, dia menggendong tubuh Ayu keluar dari kelas. Semua anak anak kelas melongo dibuatnya.


Sandra, Melani dan Jofan saling memandang. Ayu tidak pernah bercerita tentang kaka laki-lakinya, dia hanya sering bercerita tentang adik laki-lakinya.


" Ganteng banget Mel, itu kaka nya Ayu? Aku mau jadi saudaranya Ayu mel". Sandra meremas-remas tangan Melani tanpa sadar.


"Jangan mimpi, mana mau dia sama kamu. Sama aku cocok nya. Iya gak fan?"


Jofan meninggalkan kedua sahabatnya yang sama-sama somplak. Berbicara dengan mereka hanya membuang buang waktu menurut Jofan.


" Ayo anak-anak, kembali ke tempat duduk kalian masing-masing, jangan ribut". Pak Guru kembali masuk setelah ikut mengantarkan Ayu keluar bersama pemilik sekolah.

__ADS_1


Kepala Jofan masih dipenuhi dengan banyak pertanyaan, siapa orang yang membawa Ayu. Apa dia pacarnya? tidak mungkin, di sentuh laki-laki saja dia marah. Apalagi berpacaran...........


Bersambung


__ADS_2