Gadis Desa Dengan Sejuta Mimpi

Gadis Desa Dengan Sejuta Mimpi
Bab 144 ( Apa Kau Mencintaku ? )


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Aldo membisu, dia sangat tidak suka pada Nikita yang muncul di saat yang tidak tepat. Dia bahkan menjadi beban nya begitu muncul. Aldo harus repot mengantarnya demi memastikan keselamatan wanita yang sangat Aldo tidak suka.


“Apa kau yakin akan baik-baik saja aku tinggal sendiri.” Nikita tersenyum turun dari mobil, sebenarnya Aldo hanya pura-pura bersikap peduli. Aldo akan sangat senang jika Nikita tidak lagi muncul, menghilang saja jika bisa.


“Tentu saja, Aku sudah terbiasa. Oh iya, aku titip ponsel Kak Malik yang terbawa. Sepertinya Kak Malik buru-buru sampai tidak ingat ponselnya ada padaku.” Senyumnya ramah menipu bagi Aldo. Tetap saja dia tidak suka dengan Nikita.


Bagaimana mungkin ponselnya ada pada wanita lain. Bos benar-benar sudah kelewatan. Jika dia benar-benar selingkuh. Aku orang pertama yang akan membawa Nona pergi jauh agar Bos tidak bisa menemukannya. Tenggelam dalam pikirannya sendiri.


Al....Aldo...Aldo...


“Ah, maaf Nona. Saya jadi melamun.” Nikita tersenyum melihat Aldo yang terlihat jelas tidak menyukainya. Nikita bukan gadis bodoh yang tidak bisa membaca situasi. Dia bahkan hafal betul sikap semua orang yang berusaha menjauhkan dirinya dari Malik.


“Terimakasih sudah mengantar. Hati-hati di jalan.” Nikita masuk ke dalam hotel. Aldo kembali melajukan mobilnya. Tubuhnya sudah protes minta istirahat. Aldo memeriksa pesan yang masuk di ponselnya.


Tidak perlu membeli bubuk coklat yang Nona minta. Aku sudah membelinya.


Aldo tersenyum bahagia, berkurang satu pekerjaan yang membuatnya bisa segera pulang. Aldo penasaran dengan isi ponsel Malik. Dia berusaha membuka ponsel Malik dengan tanggal lahir Malik, tidak berhasil. Pasti tanggal lahir Nona, dan benar saja ponsel langsung terbuka.


Aldo memeriksa galeri foto yang terdapat foto Malik berdiri disebelah Nikita. Senyumnya yang terlihat bahagia membuat tubuh Aldo panas. Laki-laki tidak tau malu, bisa-bisanya dia tersenyum selebar ini pada perempuan lain.


Aldo buru-buru menghapus foto dari galeri. Biarkan saja Malik marah. Toh dia tidak akan tau siapa yang sudah berani menghapus foto menjijikan dari ponselnya yang tertinggal. Aldo menggeleng tidak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat. Aldo tidak rela jika Malik dimiliki wanita lain.


Dia dan Malik berjuang keras mendapatkan ketulusan cinta Ayu. Malik bahkan rela menunggu Ayu sampai cukup usia jika tidak terjadi kecelakaan yang membuat mereka meresmikan hubungan secepatnya agar tidak berdampak buruk pada Ayu dan malik.


Tapi apa yang Ayu dapatkan, dia sering mendapat perlakuan buruk dari Malik. Terlebih saat ini Ayu harus menghadapi kenyataan pahit tentang masa lalu kedua orang tuanya. Gadis yang sangat luar biasa kuat, dia selalu bisa membuat Aldo merasa terpacu untuk tidak menyerah dengan keadaan.


Tringgg....


Suara dering pesan masuk di pagi hari, Malik bahkan masih terlelap. Ayu mengerjap meraih ponsel yang ada di atas nakas. Mengangkat tubuhnya yang berbaring bersandar duduk untuk memeriksa pesan.


Ada beberapa pesan masuk yang membuat Ayu tersenyum bahagia di pagi hari. Sandra dan Melani membagikan foto-foto mereka semalam yang sedang asyik makan bersama. Foto-foto bahagia yang biasanya juga Ayu rasakan saat bersama mereka.


Kami rindu. Peluk dan cium mesra dari jauh.

__ADS_1


Tulis Sandra diakhir pesan yang dia kirimkan. Ayu kembali memeriksa pesan yang masuk, ada nomor asing yang tidak Ayu kenali. Tapi sepertinya pengirim pesan kenal dengan dirinya.


Hai Ayu, kau pasti terkejut saat membuka pesan dariku. Terimakasih sudah menjaga Malik untukku. Aku tau cinta kami tidak bisa saling memiliki. Tapi setidaknya aku bahagia saat tau Malik bersama wanita yang sangat baik sepertimu. Nikita


“Ini bukannya wanita yang semalam ada di rumah sakit bersama Kak Malik. Apa yang sebenarya terjadi. Apa aku penyebab hubungannya dengan Kak Malik hancur.” Ayu bicara sendiri, Ayu merasa bersalah membaca pesan yang Nikita kirimkan.


Kak, aku minta maaf jika sudah membuat kalian tidak bisa bersama. Aku tidak tau harus bagaiman, maaf kan aku. Ayu


Tring......


Pesannya pada Nikita langsung di balas dalam sekejap. Sepertinya Nikita memang menunggu Ayu membalas pesannya. Ayu segera meraih kembali ponselnya.


Dulu kami saling mencintai, Malik dan aku bahkan sudah merencanakan pernikahan kami. Tapi bencana datang membuat Malik harus bertanggung jawab dengan perbuatannya. Tapi aku rela, asal Malik bahagia. Nikita


Dada Ayu bergemuruh, dia ingat bagaimana pernikahannya dengan Malik bisa terjadi. Tapi Ayu tidak ingat ada perempuan yang sangat Malik cintai dan harus dia tinggalkan demi menyelamatkan dirinya. Ayu menangis, dia sangat takut menjadi beban dan penderitan bagi orang lain.


Kak Nikita, tolong maafkan aku. Aku benar-benar tidak tau jika Kaka dan Kak Malik saling mecintai. Maafkan aku Kak. Ayu


Jangan minta maaf padaku, jika kau memang tidak bisa menjaga Malik seperti aku menjaganya dulu. Tolong lepaskan.....Aku masih sangat mencintainya. Nikita


Aku tidak tau harus bagaimana, aku harus serahkan dan bicarakan semuanya dengan Kak Malik. Aku juga sudah jatuh cinta padanya. Ayu


Jangan sampai Malik tau aku bicara padamu seperti ini, selama ini Malik sembunyi-sembunyi dari Ayu jika ingin bertemu denganku. Jika dia tau, aku tau Kak Malik akan sangat malu. Nikita


Ayu tidak membalas pesan Nikita. Ayu memutuskan untuk menyudahi percakapannya dengan Nikita. Ayu buru-buru menghapus pesan yang Nikita kirimkan padanya. Kak Malik sering memeriksa ponsel Ayu jika senggang.


Ayu melamum memikirkan perkataan Nikita. Ayu benar-benar tidak tau masa lalu Kak Malik dengan Nikita. Ayu mencoba mengingatnya dengan keras tapi tidak berhasil.


“Kau sudah bangun” Malik mengecup pipi Ayu. “Aku buatkan sarapan.” Malik melenggang ke dapur. Ayu masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


Apa benar Kak Malik menemui wanita lain di belakangku, apa benar dia masih mencintai wanita itu. Dia sangat cantik, aku bahkan tidak ada seujung kuku dibandingkan dengan Nikita. Dia sangat mempesona.


“Apa yang kau pikirkan, apa ada yang sakit?” Malik merasa aneh melihat Ayu melamun pagi-pagi buta. Wajahnya terlihat tidak bersemangat.

__ADS_1


“Apa Kak Malik mencintaiku?” Ayu menatap sendu bola mata Malik yang bercahaya di pagi hari. Wanita mana yang tidak jatuh cinta dengan laki-laki setampan ini, pikir Ayu.


“Apa harus aku buktikan? Apa kau tidak yakin?” Malik menyelipakan rambut Ayu di belakang kuping. Memanjakan Ayu dengan sentuhan jari-jarinya agar Ayu merasa nyaman.


“Kau bisa tanyakan pada Aldo, Adam , Sarah, Mamih atau Ayah bagaimana aku sangat mencintaimu. Tidak ada yang lain.” Malik merasa gemas dengan pertanyaan yang Ayu lontarkan, tidak biasanya gadis kecilnya merasa berkecil hati.


“Apa ada yang menganggu pikiranmu?” Ayu mengangguk, Malik tidak bisa membiarkan Ayu terus-terusan merasa ragu dengan ketulusan cintanya. Dia harus buktikan jika perasaannya pada Ayu adalah suatu kebenaran, cinta yang Malik perjuangkan dengan susah payah dengan bantuan sahabat-sahabatnya yang selalu setia. Banyak campur tangan orang lain atas keberhasilan Malik karena Malik tidak pandai mengungkakan perasaannya.


“Kita sarapan dulu, setelah ini aku akan membawa mu ke suatu tempat. Kebetulan kau dan aku libur hari ini.” Ayu tersenyum menyembunyikan perasaannya yang sedang sangat sedih.


Selesai sarapan Malik membawa Ayu pergi bersamanya, Ayu merasa aneh karena tempat yang mereka tuju sebuah komplek perumahan yang sangat besar tapi masih dalam masa pembangunan.


“Ayo turun.” Malik membuka pintu untuk Ayu. Wajahnya masih terlihat bingung. Malik menggandeng tangan Ayu, berjalan perlahan mendekati bangunan.


“Kau tau siapa pemilik tempat ini?” Ayu mengernyit, Ayu menebak jika tempat ini adalah milik suaminya atau ayah mertuanya.


“Kak Malik mau pamer, aku tau Kaka pengusaha sukses. Ckckckck..........” Ayu berdecak melihat tingkah suaminya yang mulai sombong. Malik tidak percaya istrinya bisa bicara dengan nada tinggi padanya.


“Ini bukti cinta yang aku bicarakan.” Ayu masih tidak paham dengan apa yang Malik maksud. “Tempat ini milik mu.” Ayu terkejut, dia sampai menelan ludahnya berkali-kali merasa tidak percaya.”


“Jangan bercanda Kak.” Ayu tersipu malu. “Bagaimana aku bisa mengelola perumahan yang aku tidak tau bagaimana cara kerjanya.” Malik tersenyum.


“Siapa yang berani menyuruhmu bekerja.” Malik bertolak pinggang. “Kau hanya perlu duduk manis menikmati hasil kerja kerasku.” Malik mecium kening Ayu. Kali ini Malik benar-benar membuat Ayu merasa di akui keberadaannya.


Apa seperti ini rasanya jadi istri konglomerat, aku ingin sekali berteriak tapi malu. Bagaimana ini.....Ayu bicara dengan diri sendiri.


“Bosss......Boss....” Aldo menganggu momen romantis untuk yang kesekian kalinya. Dia sering kali datang di waktu yang tidak tepat.


“Kau tidak bisa lihat situasi! Seharusnya kau tau aku sedang tidak ingin di ganggu.” Malik kesal pada Aldo.


“Jangan marah, aku yang meminta Aldo datang. Ponsel Kak Malik tertinggal katanya.” Malik baru sadar tidak menemukan poselnya dimanapun semalam.


“Dimana kau menemukan ponsel ku Al.” Malik memeriksa pesan yang sangat banyak masuk.

__ADS_1


“Nona, apa Nona sudah makan. Aku bawakan roti panggang enak. Nona mau mencoba?” Aldo membuka kotak makan berwarna merah muda.


Lihatlah laki-laki ini, dia masih saja marah padaku. Padahal aku sudah jelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Dia bahkan tidak menjawab pertanyaanku padanya. Melihat Ayu yang selalu bahagia saat bersama Aldo, Malik mengurungkan niatnya yang ingin marah. Kebahagiaan Ayu lebih utama saat ini.


__ADS_2