Gadis Desa Dengan Sejuta Mimpi

Gadis Desa Dengan Sejuta Mimpi
Bab 194 (Ruang Rahasia)


__ADS_3

Rey bersama Malik membicarakan jalan keluar tanpa melibatkan orang-orang yang ingin mereka lindungi. Pesan singkat yang Malik terima dari Pras cukup mengejutkan, ternyata ada mata-mata yang saat ini ada di sekitar Malik mengawasi mereka. Kemanapun mereka pergi, tidak akan lepas dari mata-mata yang saat ini mengawasi mereka dari dekat.


Malik tidak berhasil mencari tau siapa orangya, semua terlihat sama dan tidak ada yang nampak mencurigakan. Saat ini lokasinya sudah diketahui orang-orang yang saat ini mengincar Malik dan keluarganya. Tidak mudah lepas dari para penjahat yang menginginkan kehancuran keluarga Malik karena berhasil menyerahkan bukti yang selama ini tersimpan rapat.


Orang-orang yang malik bawa adalah para pekerja kepercayaan keluarga Rama yang sudah cukup lama ikut dengannya. Malik tidak habis pikir ada orang yang menghianati kepercayaan keluarganya. Tidak mudah ternyata memiliki pekerja yang loyal dan tidak mengatasnamakan uang untuk pekerjaannya.


Malik dan Rey berdiskusi tentang cara dan kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi jika mereka tidak segera meninggalkan tempat tinggal Rey. Semakin dipikirkan, semakin kalut pikiran Malik memikirkan keselamatan orang-orang yang saat ini harus dia lindungi dari para penjahat.


“Kita bisa saja keluar dari rumah ini, tapi percuma. Kita akan tetap ada di bawah pengawasan orang yang mengincar keselamatan kita Rey! Kalau hanya ada saya tidak masalah Rey. Tapi semua orang yang aku cintai ada di sini, bagaimana jika mereka terluka. Aku tidak bisa membayangkannya Rey!” Malik meracau frustasi dengan keadaan yang dia hadapi.


“Sepertinya orang dekat yang membocorkan keberadaan kita sudah di hasut Al. Tapi akan sulit kita mencari bukti saat ini, kita lebih baik jangan fokus siapa orangnya. Kita fokus cari jalan keluar untuk keselamatan semua orang.” Malik mengusap wajahnya dengan kasar.


“Aku juga tidak akan membuang energy ku untuk hal yang tidak penting. Aku hanya tidak habis pikri saja, padahal aku yang merekrut mereka semua.” Malik masih merasa kecewa dengan orang yang tidak loyal pada pekerjaannya.


“Aku ada cara Al, kau tenang saja. Tapi kita harus cari cara mengalihkan perhatian semua penjaga agar tidak curiga dengan pergerakan kita.” Malik mengangkat wajahnya, seperti mendapat harapan saat dirinya buntu.


“Bagaimana caranya Rey. Kita terjebak di sini!” Malik tidak mau terlalu berharap. “Jangan melakukan cara yang berbahaya, aku tidak mau mempertaruhkan keselamatan kita semua.”


Rey menggerakkan ponselnya. Ada penjaga yang bekerja sudah sangat lama dengan keluarga Rey, dia yakin penjaga tersebut bisa dipercaya oleh Rey. Malik menunggu dengan sabar, semoga saja cara yang Rey usulkan bisa di eksekusi dengan baik tanpa membahayakan nyawa keluarganya.


“Tolong jangan terlihat mencurigakan. Aku minta Pak Min buat keributan agar semua penjaga lengah dengan keberadaan kita. Ada mata-mata yang saat ini berada di rumah saya. Dia membocorkan keberadaan kita dan nyawa kita dalam bahaya. Segera hapus.” Pesan Rey pada penjaga kepercayaannya.


“Bagaimana? Apa benar bisa kita lakukan.” Rey masih sibuk dengan ponselnya.


“Tunggu sebentar, aku harus Tanya pada Ana. Ini juga belum pasti ada. Dulu aku ingat Ana pernah mengusulkan pembuatan ruang rahasia yang aman. Tapi aku tidak tau apakah benar Ana buat atau tidak.” Malik tersenyum, tapi wajahnya tidak lama berubah penuh rasa khawatir.


“Kalau pun ada apakah aman jika kita bersembunyi di sana? Jangan malah membahayakan nyawa kita Rey.” Malik tidak setuju dengan ide Rey, Malik takut malah semakin berbahaya.


“Jangan menyimpulkan apapun sebelum aku mencari tau kebenarannya. Apa kau bisa sabar sedikit saja!” Rey terpancing. Dia juga pusing memikirkan jalan keluar terbaik agar semua orang selamat. Malik hanya menambahnya pusing.

__ADS_1


“Kau marah? Aku hanya khawatir Rey.” Malik tidak mau Rey marah, hanya dia saat ini yang bisa di ajak diskusi dan bisa membantunya keluar dari masalah ini. Rey tidak menggubris, tentu saja dia kesal. Malik mengintip ponsel Rey dengan bergelayut di bahu Rey.


“An, bagaimana keadaan di sana? Apa kalian semua baik-baik saja?”


“Kami baik-baik saja, jangan khawatir. Kami semua sudah siap Kak. Tinggal menunggu kapan kita siap pergi.” Ana terdengar sangat tenang.


“Tidak dengan rencana awal sayang. An, dulu kau pernah bilang padaku untuk membuat ruang rahasia. Apa kau benar membuatnya?” Ana masih diam. “Kita sepertinya membutuhkan ruangan itu untuk rencana kita. Tidak akan mungkin bisa kluar dari sini selama masih ada mata-mata yang aku tadi infokan padamu.”


“Kenapa tidak terpikir oleh ku.” Ana sangat senang idenya membuat ruang rahasia tidak sia-sia. “Aku akan membawa mereka semua ke ruangan rahasia. Kak Rey dan Malik tolong kalian atur supaya tidak ada yang melihat kami masuk. Aku akan siapkan perbekalan terlebih dahulu.” Ana segera lari mencari semua perlengkapan yang dia butuhkan selama ada di ruang rahasia.


“Al, kita tunggu Ana siap. Setelah dia selesai kita akan alihkan semua petugas keamanan dengan Pak Min yang sudah aku isntruksikan.” Malik memeluk Rey, dia menyelamatkan Malik dalam keadaannya yang sulit.


“Aku tidak tau harus berterimakasih dengan cara apa pada mu Rey. Kau sangat berjasa.” Rey menepuk pundak Malik merasa lucu, ternyata Malik bisa juga jadi laki-laki yang lembut.


“Ada yang bisa kau lakukan.” Malik menatap mata Rey dengan serius. “Kau harus jadi suami yang baik untuk adikku. Jangan membuatnya menangis dan sedih. Atau kau akan menyesal.” Ancam Rey sambil tersenyum.


Suara hendel pintu membuat Malik dan Rey saling melepaskan pelukannya. Ana sendiri terkejut melihat apa yang sedang terjadi, Ana menggelengkan kepalanya agar segera kembali kesadarannya.


“Apa kalian sudah tidak waras!” Ana mengambil keranjang snack yang ada di ruangan kerja Rey.


“Jangan bicara sembarangan. Kami hanya sedang bahagia karena menemukan jalan keluar masalah kita.” Rey segera mengambil keranjang yang ada di tangan Ana. “Apa semuanya baik-baik saja sayang.” Rey merangkul pundak Ana. Rey dan Ana meninggalkan Malik yang masih senyum-senyum sendiri tidak jelas.


Semua sudah berkumpul di kamar Rey di lantai 2, agar tidak terlihat mencurigakan Ana sebelumnya memberikan makanan ringan pada para penjaga agar ikut menikmati keseruan hari ini. ana berdalih untuk memeriahkan suasana dirinya dan semua orang akan bermain game bersama di kamar miliknya yang cukup besar.


Semua penjaga hanya meng iyakan ucapan Ana, benar kata Rey dan Malik mereka terlihat sangat tulus dan tidak ada yang mencurigakan. Ana hanya menghela nafas agar pikirannya lebih segar seperti bunga yang bermekaran indah di taman miliknya.


“Aku siap membawa mereka semua turun. Aku minta kalian hati-hati, jangan sampai terlukan.” Ana menahan air matanya. Rey yang menyadari suasana hati Ana segera memeluknya.


“Kita harus sama-sama aman, kau juga harus menjaga dirimu. Jangan terpisah satu sama lain. Kau mengerti!” Ana mengangguk. Malik merasa bersalah lagi, banyak sekali masalah yang harus keluarganya hadapi.

__ADS_1


Ana segera membawa semua orang masuk ke kamarnya. “Maaf karena kita harus ada dalam keadaan berbahaya seperti sekarang ini.” Sandra, Ayu dan Melani saling berpelukan di belakang Mamih yang saat ini menggandeng tangan Rama dan Ferdinan. Beruntung sebelum pindah kedua orang tua Sarah sudah di amankan ke rumah sakit karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk perjalanan yang cukup melelahkan, begitu juga Mamah Sandra yang memilih pulang karena pekerjaannya yang tidak bisa di tinggalakan terlalu lama.


Di belakang tiga gadis yang saat ini ketakutan ada Jofan yang menggendong Mahesa. Ini pertama kalinya dia menggendong seorang bayi kecil. Jofan yang meminta Ana menyerahkan Mahesa padanya. Ana sudah cukup lelah, Jofan memang dingin, tapi dia sangat penyayang dan selalu perduli pada orang-orang yang dia sayangi.


“Kita akan masuk ke ruang rahasia yang hanya aku dan Rey yang tahu. Kita tidak akan keluar sebelum Rey dan Malik datang menjemput kita semua.” Suasana semakin tegang. Rama bahkan tidak Malik biarkan mengeluarkan taringnya, Malik sampai harus memohon padanya agar mau mengikuti rencananya.


Ana meraih remot control, memencet tombol open dan sebuah dinding yang cukup tebal terbuka, masih ada dinding lain di dalamnya. Semua dibuat takjub dengan ide gila yang tidak akan terpikirkan oleh orang lain. Setelah pintu benar-benar terbuka, Ana meminta semua berjalan mengikutinya. Ana berjalan perlahan menuntun Ferdinan yang pasti kesulitan menuruni anak tangga yang cukup panjang.


Masih berantakan, tapi Ana sudah menyiapkan semua yang akan dibutuhkan selama mereka berada di bawah sana. Ana hanya khawatir Mahesa akan kesulitan menyesuaikan diri dengan udara di bawah tanah. Meski tidak ada perbedaan yang signifikan, Ana khatwatir tubuhnya yang masih bayi akan mengalami syok.


“Jangan takut Ana, kita semua ada di sini. Kita akan merawatnya bersama-sama.” Mamih memahami bagaimana perasaan seorang Ana, dia pasti sangat menyayangi Mahesa meski hanya beberapa saat dia merawatnya.


“Iya Mih, aku minta maaf karena tidak bisa menjaga emosiku.” Mamih memeluk Ana. “Baiklah!” Ana menghela nafasnya panjang. “Hay Ladies! Aku butuh bantuan kalian.” Ana segera membereskan ruangan agar lebih nyaman. Dibantu para remaja yang juga bersemangat seperti dirinya.


Di ruang atas, Malik dan Rey berpura-pura mengobrol di taman sambil menikmati kopi agar tidak terlihat mencurigakan. Semua orang lari mengerumuni Pak Min yang berteriak histeris seperti orang kerasukan. Malik dan Rey menggunakan kesempatan untuk lari membawa mobil masing-masing agar penjaga mengira semua orang sudah keluar dari rumah Rey.


Dari spion Malik bisa melihat ada wajah yang tidak asing yang berhasil dia kelabui. Rey dan Malik menuju tempat dimana mereka sudah membuat janji dengan Mars dan Laskar. Masalah harus segera di tuntaskan agar keluarganya bisa menghirup udara bebas tanpa rasa khawatir.


Rey dan Malik berhasil masuk ke markas rahasia tanpa di ikuti orang lain. Mereka menggunakan kendaraan umum setelah meninggalkan mobilnya di parkiran hotel.


“Bagaimana perkembangan kasusnya? Aku benar-benar sudah jengah dengan ulah mereka semua. Aku sudah muak.” Laskar hanya tersenyum.


“Hari ini kita akan eksekusi semua penjahat yang sudah berhasil kami amankan. Kami berhasil meminta mereka semua di hukum di penjara yang ada di pelosok yang terpisah dengan hukuman paling cepat 20 tahun. Kami berhasil mengukuhkan hukuman Gunawan, Ali dan beberapa orang penting dengan hukuman mati.” Malik sangat lega mendengarnya. “Setelah ini semua akan kembali normal Tuan. Maaf karena kami menyeret keluarga Tuan dalam kasus yang saya selidiki.” Malik memeluk Laskar dengan penuh terimakasih.


“Aku sangat bahagia mendengarnya. Jangan sampai mengecewakan aku Laskar. Aku mohon, aku harus melindungi keluarga ku.” Malik tidak bisa menahan air matanya.


“Saya berjanji setelah ini semua keadaan akan kembali damai Tuan. Beri saya waktu satu malam lagi membereskan berkas-berkas yang harus saya serakhan terakhir kalinya.


Malik sangat bahagia, tidak mudah bagi Laskar dan Mars mengusut kasus yang menyangkut banyak orang penting. Bersyukur kerja keras mereka membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Semua jajaran bekerjasama dengan penuh perjuangan agar bisa menggagalkan pemusnahan bukti atas laporan yang di ajukan. Tidak mudah karena banyak orang dalam yang menjadi mata-mata karena berhasil di suap. Malik dan Rey benar-benar beruntung bekerjasama dengan orang yang tepat. Sebentar lagi mereka bebas seperti sebelumnya. Sungguh kebahagiaan yang tidak bisa di ucapkan dengan kata-kata.

__ADS_1


__ADS_2