Hellbent

Hellbent
Bab 100: Yang Tidak Terduga


__ADS_3

Yah, bukannya penyeledikan Ava berakhir percuma. Dari situ ia tahu kalau Ellijah berkemungkinan besar terlibat dalam kebanyakan eksperimen yang dilakukan Eve.


Jadi peluang kalau Duke Frost mengetahui cara bagaimana Eve dengan lancangnya menculik seseorang dari dimensi lain terbuka. Akan tetapi hal tersebut berkontradiksi dengan sikap Ellijah yang memaksakan identitas Eve dari pertama ia bertemu Ava. Apakah itu artinya Ellijah belum mengerti secara detail, kalau orang yang akan diculik adalah secara praktis karbon copy sang putri?


Agh, dipikirkan secara dalam pun Ava tidak akan bisa menjawabnya sendiri. Satu-satunya cara ialah bertanya langsung kepada Ellijah.


Dan tentu saja tindakan tersebut datang dengan resiko. Melihat seberapa gilanya Duke Frost terhadap Eve, Ava tidak akan membayangkan bagaimana reaksi pria itu jika fakta bahwa ada orang lain yang berani berpura-pura menjadi tunangan pujaannya. Meskipun dia sendiri yang salah paham, meskipun secara praktis Ellijah lah yang duluan menodongnya dengan peran tersebut walau Ava sudah menjelaskan berkali-kali. Orang yang gila yang sedang marah tidak akan mendengar logikanya.


Jadi Ava takut dengan jendela status yang ia lihat dari pria itu.


Nama : Ellijah Tristan Frost


Ras : Manusia (kontraktor iblis)


Level : 240


Koin : 87281628499796


Kekuatan : 55


Kecepatan : 43


Kelentukan : 41


Mana : 101


Nah, level Ellijah bahkan lebih tinggi dari yang ia lihat beberapa minggu yang lalu, menyundul semua poin statusnya ke dalam angka 40-an. Tidak lupa juga penjelasan tambahan yang ada dalam kolom rasnya. Kontraktor iblis. Kesannya saja sudah mengerikan. Apakah hal tersebut berkaitan dengan sejarah tujuh iblis yang memporak-porandakan dunia ratusan tahun yang lalu? Yang kisah-kisahnya menjadi pengantar tidur anak-anak agar mereka ketakutan dan mencegah kenakalan?


Apapun itu, Ava harus bersiap-siap sebagai bentuk pertahanan diri bila saja pria yandere tersebut tiba-tiba tidak stabil, mengamuk, dan menyerangnya.


Ava mengunyah potongan terakhir kue lemonnya, sudah sangat berniat mamangkas pendek durasi kencan yang ia rencanakan. Ia kira dengan wajah yang sama dengan Alex, bermain dengan Ellijah akan sama serunya, tapi mereka hanya terus-terusan berargumen. Akan tetapi sesuatu yang tidak disangka terjadi.


Sebuah ledakan.

__ADS_1


Duar!


Ava otomatis menoleh, api dan asap mengepul tidak jauh dari toko dessert yang mereka singgahi. Banyak orang yang terpaku, masih belum memproses benar apa yang terjadi.


Saat itulah ledakan kedua terjadi, kali ini lebih dekat, bahkan sampai menggoyang lantai yang dipijaki, membangunkan mereka yang tegang membeku.


Panik massal.


Situasi langsung menjadi kacau. Ratusan orang yang menikmati festival pun terkocar-kacir di jalan, berteriak.


Ellijah segera merengkuh gadis di hadapannya, menggendong Ava. Mereka dengan cepat melalui para pengunjung yang berlarian tidak tentu arah, persis seperti kumpulan semut yang terkena tetesan air.


Akan tetapi, baru saja keduanya keluar dari toko dessert, ledakan ketiga terjadi, tepat di belakang mereka.


Tubuh Ellijah terpental, pria itu menggunakan suluruh tubuhnya guna melindungi perempuan dalam dekapannya agar tidak terkena ledakan yang ada.


“Agh!” Ava mengutuk. Telinganya berdenging dan pandangannya buram, bahkan setelah penglihatannya jelas, hal yang bisa ia lihat hanyalah langit yang dipenuhi asap hitam dan debu. Beberapa detik berlalu, barulah dirinya sadar terhadap rintihan yang sangat dekat dengan telinganya. Ellijah ambruk di atasnya.


Gadis itu mengeluarkan ramuan penyembuh instan yang ia beli untuk keadaan darurat, menumpahkan cairan hijau di dalamnya ke kulit yang terkelupas dan terpanggang, tapi satu botol masih belum cukup. Ava mengelus rambut yang bersandar di pangkuannya, menenangkan pria yang kesakitan tersebut.


Di mana penjaga rahasia yang selalu mengikuti mereka?!


Untung saja orang yang dipikirkan langsung muncul. Tiga sosok yang seluruh tubuhnya tertutupi dengan kain gelap berlutut di depannya. “Maaf atas kelalaian kami, Tuan Putri.”


“Bawa saja dia ke dokter—“


Duar!


Akan tetapi ledakan yang ada masih belum selesai.


“Cepat!”


“Tidak,” Ellijah yang masih sadarkan diri menolak. Di tangannya terdapat pil coklat yang langsung ia telan tanpa dikunyah. Setelah itu, tubuh gagah pria itu kembali tegap. “Aku baik-baik saja.” Hah?

__ADS_1


Ava mengaktifkan skill observasinya.


Abnormalitas : Terbakar (HP berkurang 3 poin setiap detiknya) (sedang dalam proses pengembalian HP 20 poin tiap detiknya)


Dia tahu ramuan yang penyembuh instan yang ia bawa hany berguna untuk menurup luka, bukan mengembalikan HP yang sudah hilang. Jadi maksudnya pengembalian HP dari pil yang dia makan?


Ah, sudahlah. Bukan waktunya.


Duar!


Ledakan kelima menyebabkan gempa kecil.


"Kita berpencar. Kau, informasikan kejadian ini ke istana!" Yang diperintah mengangguk, kemudian menghilang. "Kalian berdua, bekerja samalah dengan para penjaga untuk menenangkan penduduk." Apakah tugas itu cocok dengan assassin seperti mereka? Biarlah. "Dan, kau, ikut denganku." Ava menggenggam tangan Ellijah, menuntun mereka lebih mendekat ke arah toko dessert yang sudah hancur.


"Jangan terlalu dekat, panas."


"Gunakan skillmu."


Atribut keturunan keluarga Frost yang terkenal, es. Tanpa banyak bicara, Ellijah menurut. "[Chill Air]." Dari mulutnya, bertiup hembusan beku yang dengan cepat menyebar ke udara. Kristal-kristal yang ada kemudian meleleh karena api yang masih berkobar, menyebabkan hujan di atas bangunan yang terbakar, lama-kelamaan memadamkan si jago merah.


Skill: Chill Air (XI) (3 menit 45 detik)


Kemampuan dengan kelas yang melampaui satu digit memang secara umum dinilai kuat, efeknya yang menyebar pun dapat lagi digunakan dengan cooldown yang jauh lebih singkat dari skill berkelas rendah.


Ava tidak tahu apakah ada unit pemadam kebakaran di sini, jadi dia menggunakan Ellijah sebagai alternatif sementara. Keamanan yang sudah diutus langsung memasuki puing-puing bangunan untuk mencari korban yang lain, hidup ataupun mati.


Putri palsu beserta Duke Frost pun berpindah ke empat lokasi yang lain. Untung saja jumlah maksimal ledakan yang ada cuma lima, akan tetapi agar lebih aman Ava menyuruh pasukan sekuriti untuk mengecek tempat-tempat lain, barangkali terdapat peledak lain yang terpasang agar tidak ada bom susulan.


Untuk ukuran negara yang membangga-banggakan kemajuan teknologi mereka, kesigapan para penjaga lumayan juga. Meskipun sayangnya mereka tidak berhasil mencegah bencana ini terjadi, reaksi tanggapannya cepat. Jadi hanya butuh satu jam untuk Ava, Ellijah, dan keamanan yang terlibat guna menenangkan penduduk serta mengatasi api. Tugas yang tersisa adalah mengobati yang terluka, menyediakan tempat pengungsian bagi rumah yang terkena ledakan, memperkirakan dampak kerugian, dan ... masih banyak lagi.


Hari-hari lenggangnya sebagai seorang putri kerajaan berakhir di sini.


Tugas yang sebenarnya dimulai.

__ADS_1


__ADS_2