Hellbent

Hellbent
Bab 124: Bukan Suara Hati


__ADS_3

Meskipun Ava dikelilingi oleh teriakan buas, geraman putus asa, serta jeruji besi yang berkelontang, telinga sensitif gadis itu tidak mampu menangkap kebisingan tersebut.


Pikirannya terlalu kacau untuk mencerna semua informasi dari lima indranya. Cuma River, pria yang membungkuk lesu dalam kandang di depan Ava, menyita semua fokusnya.


Dia harus segera sembuh.


Di manapun, entah di dunia asalnya atau dimensi fantasi, menyaksikan seseorang yang ia kenal termakan penyakit atau masalah yang mereka derita masih berat bagi Ava, apalagi ketika cahaya kehidupan dalam mata mereka makin pudar tiap harinya.


Di dunia asal, Lexa dan tubuh rapuhnya.


Di sini, River dengan wabah zombie.


Ava mengalihkan pandangan, lalu mencibir, lebih kepada dirinya sendiri.


Sepertinya dia lebih emosional daripada yang ia pikirkan.


"Aku punya resep penyembuhnya, ada di lab rahasiaku, jadi lebih baik kau menaiki kapal yang ada."


...


...


Hah?


Suara ... apa itu tadi?

__ADS_1


Ava menoleh ke kanan, kiri, dan belakang, empat orang di sekitarnya diam dengan ekspresi yang berbeda. Dom mengerut tidak suka, Lorah nyaris menangis, Rose setengah bingung dan takut karena dikelilingi oleh orang-orang yang dikurung, sedangkan Ellijah ... entahlah, tunangan (palsu)-nya itu memalingkan wajah, luput dari pandangan Ava. Meskipun penglihatannya superior dari orang normal karena status tambahannya, dia masih tidak bisa melihat tembus pandang.


Jadi bukan mereka?


Lalu siapa?


... Omong-omong, suara tadi bukannya familiar?


... Tunggu dulu.


Ah, shoot.


Eve.


Tidak heran Ava merasa mendengar suara sendiri. Walaupun ini dunia fantasi, ia belum pernah mendengar manisfestasi suara hati.


Setahu Ava, kontak dengan Eve hanya bisa dilakukan ketika ia pingsan saat bulan ungu terjadi, itupun dalam tempat imajiner yang dibuat dari sihir dan kesadaran.


Kau sudah punya penawarnya? Bukankah wabah ini baru saja dipublikasikan kurang dari dua bulan yang lalu? Dan juga, lebih baik memberitahukan resepnya langsung kepadaku, bukan?


Tidak ada jawaban.


Eve memang berjanji tidak akan lagi mengintip ke dalam memori Ava, tapi mengingat kemampuan sang putri dalam membentuk domain yang dapat mempertemukan alam bawah sadar mereka, Eve belum memastikan kalau ia tidak mengutak-atik fungsi kognitif yang lain. Bisa saja Eve mendengar apa yang Ava pikirkan, melihat dari mata, sampai merasakan sensasi yang sama serta, seperti kerasukan tanpa pertanda.


Lagipula, kenapa dia baru saja melakukan telepati sekarang? Tidak sedari awal saja digunakan, untuk menghilangkan batas waktu saat komunikasi keduanya.

__ADS_1


Hm.


Apakah perubahan ini berkaitan dengan sinkronisasi Ava yang berhasil mencapai 10%? Itulah satu-satunya yang berubah dari status jendela.


"Kau sudah punya penawarnya? Bukankah wabah ini baru saja dipublikasikan kurang dari dua bulan yang lalu? Dan juga, lebih baik memberitahukan resepnya langsung kepadaku, bukan?" Ava berbisik di bawah napasnya.


Sayangnya, Eve masih membisu. Entah karena memang tidak bisa, sinkronia atau sang putri hanya pura-pura tidak mendengar.


Yang terpenting Ava sekarang tahu kalau River memiliki harapan untuk sembuh. Lagipula, dia sudah berencana untuk pergi ke lab rahasia Eve.


"Akan kubuatkan ramuan untuk menyembuhkanmu, tunggu saja," Ava dengan tegas menyatakan, seolah berjanji, kepada dirinya sendiri, River, serta korban-korban yang lain.


"Kita sebaiknya berangkat sekarang," Ava berbalik, lalu melangkah panjang, teguh, dan bertekad. Ellijah dan Rose otomatis mengikuti.


"Hei, mau kemana kau?!" Dom entah kenapa buru-buru menghalanginya.


"Melakukan apa yang terbaik kulakukan." Memanfaatkan semua sumber dayanya.


"Kau berencana untuk mengembalikan River ke kondisi semula, bukan? Kalau begitu aku ikut!"


"Tidak!" Ellijah menyalak seketika, menolak.


Tapi keputusan Duke Frost kali ini menguntungkan Ava, lebih sedikit personel yang ia bawa semakin bagus. Karena lab Eve tetap harus dirahasiakan dari semua orang, termasuk juga Ellijah dan Rose yang terus membuntutinya.


"Kau lebih baik berjaga di sini saja, menjaga River. Lagipula Lorah sudah akrab dengan anak-anak lain di sini, bukan?"

__ADS_1


Dan, sebenarnya Ava tidak melihat manfaat dari keikutsertaan Dom, pria kekar itu hanya akan membebaninya.


Dom ingin berargumen, tapi yang dikatakan Rina, bukan, Putri Eve benar. Jadi untuk kali ini saja, ia menurut.


__ADS_2