
Pembelajaran Ava mengenai dasar etika keluarga kerajaan memang telah selesai, namun untuk menghadapi pesta dansa yang melibatkan lebih banyak partisipan, terlebih dari pihak faksi bangsawan, dirinya memerlukan silabus yang lebih mendalam. Selain itu, tentu saja, Ava membutuhkan pengajaran tentang tarian pasangan, karena waktu yang singkat Marvin hanya mengajarinya waltz, rutin dansa pertama setiap pesta yang diadakan.
Namun Ava juga harus menyisipkan olahraga paginya dalam jadwal kesehariannya. “Rose, panggilkan seorang prajurit dengan kemampuan bertarung yang bagus.”
Ketiga pelayan Ava temui ketika baru bangun di istana dua minggu lalu kini terdiam, saling melirik. “Seorang prajurit, Tuan Putri?” gadis berambut merah menyala memastikan.
“Benar. Aku ingin mencoba sesuatu.”
Rose, Lily dan Daisy nyaris berbarengan menegak ludah. Dalam kepala mereka satu kata diteriakkan. Eksperimen!
__ADS_1
Eve Weinhamer dalam mata publik memang dikenal sebagai ahli alkemis yang genius, banyak sekali ramuan, artifak buatan, serta barang inovasi lain yang diciptakan oleh putri Edodale tersebut guna memajukan perkembangan teknologi kerajaannya. Akan tetapi, dibalik sosok yang terus disinari oleh cahaya, akan selalu terdapat bayang-bayang yang mengikuti. Dalam rumor yang selalu dibisik-bisikkan, tidak ada yang berani membahasanya secara terang-terangan, dikatakan bahwa Putri Eve memiliki laboratorium tersembunyi yang digunakan untuk mengadakan ... percobaan terlarang.
Selain terkenal karena intelegensinya, Eve Weinhamer juga selalui dikaitkan dengan sifatnya yang dingin serta tidak tersentuh, enam bulan sekali pekerja yang ditugaskan untuk melayani Putri Eve terus berganti. Banyak yang mengatakan pelayan yang dipecat akan dijadikan sebagai kelinci percobaan oleh sang putri. Sebab itulah, Rose, Lily, dan Daisy hampir terkena serangan jantung ketika kepala pelayan menyuruh mereka untuk menjadi pelayan pribadi Putri Eve ketika baru saja kembali. Artinya, giliran mereka menjadi tumbal. Jadi, mereka tidak tahu harus lega atau merasa bersalah ketika tuan putri lebih memilih seorang prajurit untuk dikorbankan bulan itu, bukannya mereka.
Di sisi lain, Ava hanya menaikkan sebelah alis melihat tiga orang yang cuma melihatnya menikmati makanan ringan mendadak gemetaran.
***
“Salam, Kapten Harry. Kalau boleh tahu, apakah kau memiliki jadwal sibuk setiap pagi?”
__ADS_1
“Apabila seorang pengawal tidak ditugaskan secara spesifik untuk menjaga seseorang, biasanya setiap pagi kami melakukan latihan, Tuan Putri.”
“Kalau begitu mulai sekarang kau akan menjadi pengawal pribadiku, yang merangkap sebagai pasangan latih tanding.”
Mendengarnya, Harry jelas terkejut. “Latih tanding, Tuan Putri?” Selama lima tahun ia bekerja di istana, Harry hanya pernah melihat Putri Eve berkunjung ke perpustakaan, bukan tempat latihan. Kalaupun rasa penasaran putri itu membuatnya tertarik pada pertarungan, bukankah langkah yang harus diambil terlebih dahulu adalah mencarikan mentor untuk mengajari dasar-dasar pertahanan diri, jadi tidak langsung meloncat ke latih tanding?
Oh mungkin selama empat bulan menghilang, tuan putri telah menjalani latihan di daerah terpencil yang tidak diketahui oleh orang lain dengan master kuat yang tersembunyi?
Hal tersebut menjelaskan jejak Putri Eve yang seolah menghilang begitu saja.
__ADS_1
Yah, apapun itu, Harry tidak berada di posisi yang bisa menolak perintah seorang tuan putri.