Hellbent

Hellbent
Bab 185: Tactical Retreat


__ADS_3

"Kami memiliki anggota yang menggunakan atribut api." Ava yang terlebih dahulu memulai dialog sebelum Ezra membukanya dengan salam dan pujian, formalitas yang tidak perlu. Kinotoin Doleris, putra pertama dari keluarga Doleris yang masih belum mewarisi gelar Count meskipun umurnya telah melebihi 40-an karena ayahnya yang terlalu sehat, si pembawa rapier yang bergabung dengan tim penyerangan mereka berdiri tegap saat kehadirannya disinggung, yang dari kemarin dijadikan sebagai korek api berjalan.


Alis sang pangeran Igoceolon terangkat, tapi tidak menanyakan ketergesaan yang ditunjukkan gadis itu. Dengan lolongan monster bunga sebagai suara latar belakang, dua kelompok yang secara spontan bergabung tersebut pun menyusun ulang posisi yang cocok.


Kerja sama improptu memiliki kemungkinan untuk tidak akan berjalan efektif, menghalangi satu sama lain malah. Namun mereka dalam situasi mendesak. Venus pemakan manusia itu ternyata lebih keras dari dugaan mereka, daun serta tangkainya juga sangat lincah meskipun dalam radius terbatas.


Ava dan Kino tetap berada di garis depan ditambah oleh laki-laki tua bernama Hobers yang dapat merubah tubuhnya menjadi batu, Siwon dibantu oleh pasangan pengguna tombak, sedangkan posisi belakang terdapat lagi gadis jangkung yang pandai memanah.


Mereka maju setelah merencanakan garis besarnya.

__ADS_1


Siwon memanggil undead ular raksasanya, menghalangi pecutan dari tangkai yang bergerak liar dengan rangkaian tulang besarnya, sekalian membantu Kino yang berusaha menyobek daun monster tersebut dengan rapier berapinya. Berhasil, namun sayang api tersebut terlalu kecil untuk bertahan lebih dari 5 detik.


Luka gosong pada tubuh hijaunya membuat monster itu semakin ganas, bunyi geretak nyaring terdengar ketika undead ular tersebut terdorong saat si venus mengamuk.


Ellijah membaca mantra, membekukan tanah serta rumput pada area monster tersebut, setidaknya memperlambat pergerakannya karena es. Memanfaatkan jeda itu, Ava, Lig, serta dua orang pengguna tombak melompat tinggi, mendaratkan masing-masing serangan mereka pada bagian tanaman yang dapat diraih.


Lima belas menit berlalu, mereka semua masih bergantian menyerang si Venus, sayangnya luka yang monster itu terima tidak terlalu berefek kecuali sayatan gosong dari Kino pada menit pertama tadi. Jadi meskipun tangkai dan batang si Venus robek sana-sani dan mengeluarkan getah, mulut besar merahnya masih dengan enerjik menganga dan siap melahap mereka.


Ezra yang sedari tadi hanya melihat sebagai pengamat juga sadar. "Untuk sekarang, mundur!" Tim penyerang secara taktis melangkah ke belakang sembari menghindari pecutan daun.

__ADS_1


Mereka pun berkumpul, terengah-engah. Stamina dan mana mereka terkuras.


Apabila dalam keadaan normal, bunga karnivora itu sudah tercabut hingga akarnya belasan menit yang lalu. Akan tetapi level yang direset membuat mereka kehilangan arah, sebab gaya bertarung mereka semua masih saja sama, tapi sumber yang ada tidak mencukupi.


Satu-satunya orang yang tidak terkena dampak reset hanyalah Ava, tapi koordinasi serangan dengan banyaknya anggota dalam tim hanya membuat ia bingung dan khawatir untuk bergerak. Bagaimana jika ia tidak sengaja melukai tim-nya sendiri?


Ia lebih memilih melawan bunga raksasa berliur tersebut sendirian. Toh, dia juga sudah bisa mengalahkan banderhobbs besar yang levelnya setara dengan Venus King tersebut sendirian.


Namun untuk disetujui ia juga harus menjelaskan eksistensi anehnya yang merupakan bug dari [System], dan tidak mungkin gadis itu sukarela menjelaskan.

__ADS_1


Jadi ia dan yang lain menurut saat Ezra menyarankan untuk beristirahat terlebih dahulu. Mereka kelelahan dan kehabisan mana. Toh, monster Venus itu tidak bisa kemana-mana. Portal keluar yang dijaga pun tidak menunjukkan hal yang mengindikasikan akan segera ditutup dalam waktu dekat.


__ADS_2