
"Perjalanan saya sebelumnya baik-baik saja." Tentu saja sebelum seseorang menariknya secara paksa ke istana yang asing.
"Ah, begitukah?" Dionu Weinhamer, sang raja, membalas ringan.
Namun Ellijah ternyata tidak bisa diam dalam duduknya, "Sepertinya Putri Eve lupa kalau dia sedang berada di bawah usaha pembunuhan saat bertemu dengan saya."
"Saya bisa mengatasinya sendiri, Duke Frost. Mereka berlima sudah hampir tumbang saat Anda datang," Ava juga tidak mau mengalah.
"Lalu bagaimana bisa Tuan Putri menjelaskan mana yang sudah tidak ada lagi dalam tubuh Anda?" Marvin membelalak, langsung memelototi gadis yang mengerut tidak suka, dia tidak tahu kalau keadaan Rina telah menyebar ke Duke Frost.
"Apa ...? Apa yang dikatakannya, Putri Eve?" Isabel Weinhamer, sang ratu, menekan lebih lanjut untuk sebuah penjelasan.
Ava pun menimpali dengan jawaban yang telah disiapkan, "Tiga bulan lalu, saya terlibat insiden yang menyebabkan jantung mana saya bocor, jadi untuk sementara saya tidak akan bisa menggunakan skill yang bersumber dari mana, jadi karena itulah saya menaikkan status poin dasar untuk mengkompensasinya."
"Maksudnya, lukamu akan sembuh jika dibiarkan saja?" Marvin ikut membantu.
__ADS_1
Pada akhirnya Eve akan kembali, bukan? Kalau begitu keadaan akan kembali menjadi normal, karena asumsi itulah, Ava menyahut, "Benar, saya sudah melakukan perawatan yang dibutuhkan, jadi hanya tinggal menunggu waktu."
Wanita dewasa di samping Ava menghela napas lega meskipun wajah kalem tersebut diganggu dengan kerutan khawatir, gadis itu mematung saat pundaknya ditepuk halus, "Kalau memang dunia luar seberbahaya itu, Putri Eve seharusnya tidak perlu melakukan perjalanan ke luar lagi."
"Benar," Ellijah sigap menanggapi.
Woah, tunggu dulu. "Saya menghargai kecemasan kalian, tapi saya baik-baik saja."
"Tapi--"
Penyelamatan yang bagus, Marvin.
Meja jamuan itu kemudian diam, kelimanya meneruskan sesi makan mereka. Ava dengan lihai meniru apa yang dilakukan Marvin, dari urutan alat makan yang dipakai, sajian makanan, hingga cara memegang gelas. Namun ternyata sang raja masih menyimpan satu lagi rasa penasaran. "Kau ... makan dengan lahap sekarang."
"Ah, Anda benar, Yang Mulia," sang ratu juga berseru senang melihat piring yang nyaris dibersihkan.
__ADS_1
Ava yang tengah mengunyah tomat dari saladnya pun berhenti. Apakah Eve terkenal pilih-pilih saat makan?
Tugas Ava sekarang adalah mencocokkan jalan cerita yang sudah ia buat, "Mati karena kelaparan adalah fenomena yang tidak asing di masyarakat kalangan bawah, rasanya tidak pantas jika saya sebagai seorang putri malah membuang-buang makanan."
Melihat arah pembicaraan yang sudah ada, Ava mendapatkan kesan kalau Eve tidaklah kabur, melainkan hanya berlibur mengingat raja dan ratu bahkan menyebutnya sebagai "perjalanan". Konsep yang ia susun pun berjudul "Putri Kerajaan yang Mencari Pengalaman di Dunia Luar".
Dan sepertinya Raja Dion terlihat senang dengan pernyataannya, "Bagus, penguasa masa depan memang harus mengerti keluh kesah rakyatnya."
Tunggu dulu, kenapa obrolan mereka malah menyangkut pautkan tahta?
Ava bahkan merinding hanya dengan membayangkan tanggung jawab yang akan ia pikul jika topik ini diteruskan. "Saya tidak ingin mengemban mahkota raja," Ava secara impulsif mengeluarkan penolakannya.
"Aku sudah tahu, kau pernah bilang kalau sebuah kerajaan masih terlalu kecil untuk memenuhi ambisi rahasiamu itu," sang raja masih berujar santai.
Di sisi lain Ava berkedip bingung.
__ADS_1
Hah? Terlalu kecil?