Hellbent

Hellbent
Bab 128: Menuju Crimsonwood


__ADS_3

Setelah tiga hari yang disertai dengan omelan konstan, mereka akhirnya sampai di Molhui, pulau kecil dengan penghuni yang tidak sampai mencapai ratusan. Mereka harus berlabuh di Molhui karena jalur air yang tersedia untuk mencapai Crimsonwood tidak bisa dilalui oleh kapal besar, karena itulah mereka harus menyewa lagi kapal dari nelayan lokal.


Untungnya, Ava tidak kesusahan pada tahap ini.


Pada detik kaki gadis itu menapaki tanah, para penduduk yang melihat kapal dari kejauhan telah berkumpul untuk menyambut siapapun yang turun. Dan mereka langsung mengenal Ava, setidaknya wajahnya yang identik dengan Eve.


"Oh, dia perempuan yang ahli alkemis itu!"


"Wah, dia datang lagi?"


"Tapi, kali ini pakaiannya terlihat mahal, bukan?"


"Hei, dengan banyaknya bahan yang dulu ia bawa, kita sudah tahu kalau wanita itu termasuk orang kaya!"


"Dia ditemani dua orang lain."


"Oh, tampan sekali."

__ADS_1


"Wah, mereka berdua terlihat cocok."


Ava berinisiatif terlebih dulu, ia mendekati gerumbulan ibu-ibu yang sedari tadi mengintip dari balik bahu dengan penasaran. "Permisi," sapa gadis tersebut, memasang senyum bisnisnya.


"Ah, Nona datang lagi!" Salah satu wanita paruh baya balik menyapanya, berpura-pura baru melihat Ava yang sudah sejak tadi menjadi pusat perhatian di pesisir pulau kecil itu.


"Selamat datang kembali, Nona!"


"Terlihat lebih cantik dari yang dulu, Nona!"


Sambutannya lebih antusias dari yang Ava kira. Namun tidak lama, Ava menemukan alasannya. "Terima kasih loh atas krim kecantikan yang dibuat oleh Nona, manjur sekali! Sekali pemakaian keriput langsung hilang!" Mereka berseri-seri.


Penduduk dari pulau terpencil, bagian luar, dekat dengan pulau tidak berpenghuni yang menjadi sarang monster, sebagian besar adalah orang-orang di atas 50 tahun dengan level maksimal 30. Anak-anak mereka jelas mengembara ke bagian dunia yang lain untuk berpetualang. Manusia tanpa ambisi, berpikiran sederhana. Jadi tidak heran hanya dengan beberapa kosmetik dan penguat stamina pria, mereka sudah bebas disuruh-suruh perintah kecil.


"Oh, kalau Nona sedang mencari lagi Pak Hojush untuk mengantar ke Crimsonwood, jalan saja ke tepian barat, nelayan tua itu pasti sedang memancing jam segini." Bahkan sebelum Ava mengucapkan niatannya, ia telah diberi jawaban. Tanpa membuang waktu, ia langsung berpamitan dan menuju ke arah yang ditunjuk.


Ia termotivasi menyelesaikan masalah demi masalah dengan cepat.

__ADS_1


"Argh, kau lagi!" Namun sayang, satu-satunya pria yang cocok dengan deskripsi ibu-ibu tadi sudah berusaha kabur dari Ava pada saat mata mereka bertatapan.


"Elli, tangkap."


Wush!


Ava bisa saja mengejar sendiri, tapi kalau begitu untuk apa ia menerima kawalan dari Ellijah? Tubuh kurus kering kakek itu tidak dapat menandingi status kecepatan Duke Frost yang berlevel di atas 200.


"Apa lagi?!" Nelayan tua tersebut berteriak berang. Wajahnya yang dipenuhi lipatan-lipatan usia mengerut jelek karena malu, marah, dan frustasi. Ellijah jelas-jelas tidak mengapresiasi keagresifan itu, tapi Ava memprioritaskan suasana hati calon kapten kapal mereka.


"Elli, lepaskan saja." Si nelayan tua langsung mendengus seperti banteng begitu cengkraman Ellijah lepas. "Argh, orang kota memang selalu tidak sopan!" Dia lagi-lagi melolong berang.


"Maaf atas perlakuan kasar kami, tapi kami butuh tumpangan--"


"Tahu, sudah tahu! Crimsonwood, bukan? Argh! Tarif kali ini dua kali lipat, dibayar muka, mengingat dulu kau bahkan lupa membayar setelah kuantar!"


Ava tidak masalah. Namun ada yang janggal dari kalimat tersebut.

__ADS_1


... Lupa membayar setelah diantar?


Artinya, Eve masih ada di pulau itu?


__ADS_2