Hellbent

Hellbent
Bab 99: Frost


__ADS_3

"Apa memang perlu seperti itu?" Sembari menunggu pesanan mereka, Ava membuka percakapan terlebih dahulu setelah sekian lama diam.


"Maksudmu?" Figur Ellijah yang tegap dan gagah sangat kontras dengan taplak meja bermotif bunga yang memisahkan mereka.


"Memamerkan statusmu yang tinggi."


Pria itu tidak terima, ia langsung berkilah, "Staf tadi lah yang memulai, aku tidak bermaksud ribut."


"Tapi kau marah, Elli. Dan juga wajahmu yang dingin tidak membantu menenangkannya situasi."


Butuh beberapa detik untuk Ellijah menimpali, nama panggilan barunya terdengar asing sekaligus memberinya semangat, sudut bibirnya terangkat, "Karena dia memberi salam kepadaku dengan hormat, tapi tidak kepadamu."


"Karena tujuan kita memang menyamar."


"Tapi pada titik tadi identitas kita terbongkar."


"Hanya dirimu, penyamaranku belum." Yah, tidak heran. Meskipun Ellijah menuruti instruksi Ava untuk memakai baju santai sederhana, aura kebangsawanan pria itu masih saja memancar kuat. Tidak hanya satu atau dua pasang mata saja yang melirik mereka saat festival tadi. Atau hal tersebut dikarenakan wajah Ellijah yang tampan? Apapun itu, fitur muka Duke Frost memanglah unik dan rupawan.


Hm, mungkin untuk kencan kedua mereka Ava harus mencari artifak penyamaran atau rambut palsu.


Tunggu dulu ....

__ADS_1


Kenapa Ava sudah berpikir mengenai kencan kedua? Gadis itu langsung menggeleng.


Tapi tetap saja, Ava harus serius dalam kencan mereka hari ini untuk mendistraksi Ellijah, guna kelancaran objektif ketiganya.


"Omong-omong, kenapa kau tidak memesan makanan manis?"


Seorang pelayan meletakkan kopi serta jus pesanan Ava, yang lain masih menyusul. Ada kilat asing dalam mata biru pria itu. "Kau tahu ... aku tidak menyukai dessert."


Ava sempat terpaku, mungkin hubungan antara Eve dan Ellijah tidak seburuk yang ia bayangkan? Jadi dia dengan lihai beralasan, "Tapi setidaknya kau harus memesan satu kue di toko ini, anggap saja sebagai tata krama yang pantas setelah keributan tadi."


"Sejak kapan kau peduli dengan sopan santun kepada rakyat jelata? Biasanya kau menginjak-nginjak harga diri mereka tanpa ampun."


Ava sudah menduga, tapi Eve benar-benar sampah.


Tidak ada balasan untuk beberapa lama, jadi Ava mendongak. Ellijah menatapnya tajam. "Meskipun keluarga kerajaan mengatakan kalau kau berlibur, aku tahu kalau kau kabur."


"Kalau aku kabur aku tidak akan kembali ke istana."


"Bukankah karena itu aku harus membawamu pulang sendiri?"


"Kau menculikku!"

__ADS_1


Agh, topik ini lagi. Ia ingin dengan tenang menikmati makanan manis, dietnya dalam istana dijaga ketat sehingga Ava merasa kurang asupan, tapi Ellijah berbakat sekali membuatnya naik pitam, ia mulai menyesali keputusannya untuk membawa pria ini untuk pergi berdua. Meskipun begitu, Ava tidak boleh menghadapi seorang Duke dengan impulsif, jadi dia menarik.napas panjang sebelum melanjutkan, "Kalau kau tidak menginterupsi perjalananku, dua atau tiga bulan aku pasti akan kembali sendiri." Tentu saja apa yang Ava katakan adalah bohong, dia saja tidak tahu keberadaan doppleganggernya itu.


"Memangnya untuk apa kau repot-repot menjelajahi dunia sendirian tanpa penjaga?! Nyawamu bisa terancam!"


Ava tahu, ia sudah mengalaminya langsung ketika kepalanya dihargai dengan 15000 koin. "Itu artinya kau belum mempercayai kemampuanku," untuk menambah efek dramatis, Ava sedikit menjeda, "Dan di sini kukira kita mulai dekat."


Yah, gadis itu berniat menimpakan semua tanggung jawab kepada Ellijah, setidaknya untuk membuat pria tersebut merasa bersalah.


"Ak-aku paham kalau kau pintar sekali menciptakan alat-alat canggih," Duke Frost yang terkenal dingin kesulitan mengeluarkan kata-katanya, " Akan tetapi penjagaan masih harus diadakan."


Ellijah mencemaskan Eve.


Namun niatan baiknya malah berefek buruk bagi Ava.


Dia hampir saja sampai di tempat tujuannya sebelum Ellijah dengan lancang membawanya ke istana, Crimsonwood, tempat lab rahasia yang dijelaskan dalam jurnal Eve, tempat salah satu item yang ia butuhkan untuk kembali ke dimensi asal. Walaupun tindakan ceroboh Ellijah yang hanya didasarkan pada emosi secara tidak langsung menggiring Ava untuk dekat dengan artifak lain yang ia incar, masih terdapat berbulan-bulan masa kontrak yang harus ia penuhi karenanya.


Ah, Ava semakin merasa seperti anak kecil yang merajuk.


Omong-omong juga mengenai hubungan obsesi Ellijah terhadap Eve, Ava telah melakukan penyelidikan.


Marvin, saksi pertama, menyatakan bahwa koneksi antara kakaknya dengan Duke Frost terjadi secara alami mengingat posisi mereka yang sama-sama merupakan anak dari figur berstatus tinggi. Ayah Ellijah yang juga menjabat sebagai pemimpin pasukan pertahanan daerah utara seringkali mengajak putranya ke istana ketika melapor ke Raja Dion, yang kemudian Ellijah pun berkesempatan untuk menjalin pertemanan dengan sang putri. “Kakak yang dari kecil hobinya membaca buku ataupun mengotak-atik barang, sebenarnya tidak peduli dengan kehadiran si Duke kecil, paling saja Duke Frost hanya masuk ke dalam daftar orang yang dianggap tidak menganggu,” penjelasan Marvin nampak bersungut-sungut saat mengatakan bagian itu. Namun dalam pikiran dua pria dewasa yang hanya berisi politik dan keuntungan, kedekatan insignifikan keduanya masih dapat dimanfaatkan. Karena itulah, ketika Eve dan Ellijah masih belia dan tidak mengerti betul konsekuensi hubungan yang akan mereka jalin, pertunangan diadakan.

__ADS_1


Dari situlah rumor mengenai usaha mati-matian Ellijah dalam membuka hati tunangannya dimulai. Saksi kedua yaitu Rose, Lily, dan Daisy, mereka mengisi kepala Ava dengan kabar burung yang ada. Dimulai dari Duke kecil yang terus menemani Eve setiap kali gadis cilik itu membuat sesuatu, hal tersebut terus terjadi hingga sekarang. Tumpukan hadiah yang secara konstan sang putri terima setiap bulannya. Bantuan tanpa kondisi yang disediakan oleh Ellijah untuk mendukung penelitian Eve dalam menciptakan sebuah inovasi, yang mana dibalas oleh sang putri dengan menyuplai gratis artifak penghangat ruangan bagi penduduk daerah Frost yang hampir selalu tertutupi salju. “Satu langkah lebih dekat menuju romansa!” ketiganya bersorak girang. Katanya seperti itulah reaksi umum yang terjadi ketika orang-orang mendengar tindakan Eve tersebut, mengira bahwa akhirnya perasaan si Duke remaja akhirnya terbalaskan.


Namun setelah menerima elaborasi panjang dari sumber-sumber yang ia kumpulkan, tetap saja Ava tidak menemukan alasan kenapa si Duke terobsesi dengan Eve. Apakah memang hanya karena hubungan artifisial yang ditentukan oleh orang tua mereka ketika kecil? Atau ada alasan lain? Selain itu, sejauh yang mereka jelaskan, Ellijah dan Eve lebih mirip seperti partner bisnis, tuan dan budak malah, bukannya pasangan romantis.


__ADS_2