Hellbent

Hellbent
Bab 39: Katak Panggang


__ADS_3

"Kita sebaiknya menghemat tenaga, kurasa ada beberapa monster yang akan kita temui nanti."


Ib langsung paham dengan maksud Ava. Menghadapi satu banderhobbs sudah menghabiskan seperlima mana yang ia miliki. Jadi meskipun menghujani monster katak itu dengan bola api adalah cara yang ampuh, mereka berdua harus lebih pintar dalam menuntaskan entah berapa lagi banderhobbs yang berkeliaran. Selain itu, tidak ada yang menjamin hanya akan ada satu jenis monster yang menyusup di kapal ini. Lagipula, ada hal yang lebih penting. "Prioritas kita adalah menyelamatkan korban yang diculik."


Ava sebenarnya lebih memilih untuk mencari River, tapi pergi sendirian hanya akan membahayakan dirinya. "Bukankah kau harusnya melindungi bangsawan sponsormu?"


Ava dapat melihat garis bibir Ib yang mengeras, alisnya sempat berkedut. "Mereka juga hilang, maka dari itu aku sedang mencari mereka. Dan saat aku ingin meminta bantuan kapten kapal, berhubung sponsorku adalah bangsawan, aku bertemu denganmu di depan ruang staf. Kau juga sendirian karena mencari teman-temanmu, kan?"


Ib yang tiba-tiba bersikap defensif tidak luput dari pengamatan Ava, entah kenapa pria itu merasa harus menjustifikasi perbuatannya. Artinya, ada hal yang bisa Ava gali lebih dalam dari sini.


"Lilin kami hampir habis, jadi aku berniat untuk meminta kepada staf kapal, namun ternyata semua orang menghilang, padahal kami berempat baik-baik saja dalam kamar."


"Jadi teman-temanmu menghilang baru setelah kau pergi?"


"Ya." Waktunya untuk menyerang Ib dengan pertanyaan, "Lalu bagaimana sponsormu bisa menghilang?"


Untuk sesaat langkah Ib melebar sampai-sampai Ava hanya bisa memandangi punggung pria tersebut, "Mereka juga menghilang saat aku keluar dari kamar," gumam Ib akhirnya.


Namun Ava percaya ada hal yang lebih besar dari itu. "Keluar karena apa? Kamar lantai atas kuingat memiliki kamar mandi pribadi, berbeda dengan yang lantai bawah. Selain itu, kita baru saja makan malam."


"Mereka ...." Jika saja panca indra Ava tidak sensitif, dia pasti melewatkan bahu Ib yang menegang, tangannya juga mengepal keras, buku jarinya bahkan memutih. "Mereka yang menyuruhku keluar."


Ava mencium bau konflik.


Hubungan Ib dengan sponsornya terlihat tidak setara. Meskipun pria itu adalah ranker yang memiliki level lebih dari seratus, jika sponsornya yang notabene berstatus bangsawan memaksa Ib untuk menandatangani perjanjian darah ataupun kontrak yang terikat sihir, maka posisi Ib tidak lebih dari budak. Melihat selama ini bagaimana ras beastman mendapatkan diskriminasi besar, akan sangat ganjal jika tidak ada yang menghubungkan Ib dengan suku singa, sosoknya yang asli. Jadi Ava berasumsi bahwa sponsor si ranker membuat Ib memalsukan identitasnya. Padahal dalam buku yang ia baca, anggota dari suku singa sangatlah menjujung tinggi harga diri. Lalu dengan sukarela menutupi martabat yang seharusnya dijunjung tinggi, Ava hampir yakin prosesnya tidaklah halus.


Belum sempat mengorek lebih, kuakan katak lagi-lagi terdengar kencang dari ujung lorong.


Satu banderhobbs lain ditemukan.

__ADS_1


Kali ini Ava mengambil dua masker yang sudah ia ganti filternya, memberikan salah satu benda tersebut kepada Ib. Ava sebenarnya menahan diri untuk menggunakan serbuk tidur karena kehadiran Ako, tapi kucing itu tidak berguna ketika melawan katak yang lebih besar dari manusia. Mungkin mengenali Ava sebagai kenalan baik River, Ako menurut ketika gadis itu memerintahkannya untuk mundur ke belakang mereka. Sekarang, setidaknya kucing itu tidak mengganggu.


Seperti yang sebelumnya, katak bipedal tersebut hilang dalam bayangan. Penciuman yang tajam membuat Ava refleks melempar belati beracun pada satu sudut gelap di lorong penumpang. Monster itu langsung menguak lantang, Ava harus menutup telinganya yang berdenyut nyeri.


Sayangnya, makhluk yang mereka hadapi lebih agresif daripada yang tadi.


Lantai kayu berguncang dan berderit, badan besar dan tinggi yang terlihat dipenuhi lemak dan lendir itu melambung kemudian tepat berada di depan mereka hanya dengan satu lompatan.


"Menghindar!"


Ava melompat mundur, namun tubuhnya sempoyongan karena masih kewalahan dengan stimulasi yang diterima indranya. Dia pun melempar bola bius, yang langsung pecah mengenai dada si katak hijau, sejengkal meleset dari sasaran.


Akan tetapi banderhobbs tersebut masih lincah, artinya efektifitas serbuk bius menurun karena level monster yang tinggi, mereka harus menunggu efeknya lebih lama dari biasanya.


Ras : Banderhobbs


Level : 54


Abnormalitas : Terbius (Kecepatan berkurang 5%), teracuni (HP berkurang 5 poin setiap detiknya)


Tidak heran, level lebih dari 50.


Tapi bagaimana bisa katak-katak gemuk itu bisa mencapai level setinggi itu di tengah lautan ketika habitat asli mereka di air tawar? Penjelasan paling masuk akal adalah outbreak. Gate yang tidak terurus di dalam samudra, hanya menjadi pintu masuk bagi monster-monster berlevel tinggi semakin lama dibiarkan.


Dunia ini perlu angkatan lautan.


Lidah katak tersebut memanjang, dengan cepat mengarah pada posisi Ava, untungnya gadis itu sigap, Ava menghindari serangan yang nyaris berhasil mematahkan lantai kayu.


Bahaya juga.

__ADS_1


Di sisi lain, Ib telah mengeluarkan pedang berbilah dua dari inventorinya, yang langsung diselimuti api begitu mananya mengalir. Dia memutuskan untuk bertarung dengan jarak dekat.


Pedangnya berayun, berhasil menggores sisi kanan perut si katak hingga matang dan kering pada lukanya. Menyadari bahaya baru, monster itu pun melompat mundur, kembali sembunyi di bawah sisi gelap kapal.


Namun Ava sekali lagi melempari posisi makhluk tersebut dengan belati beracun, yang langsung mengaum keras, menyakiti telinga Ava.


Ib tanpa basa-basi mengincar leher katak itu tepat setelah ia keluar dari persembunyiannya. Si banderhobbs menangkis dengan lidahnya, tidak sadar akan akibat yang datang, sepertiga ujung lidahnya terpotong, sesaat menggeliat karena saraf refleks.


Monster itupun terbius, teracuni, dan berdarah. Luka semakin banyak muncul di kulitnya yang setengah kering. HP yang ada secara drastis menurun. Hingga akhirnya, 980 poin sisa.


Dampak obat bius Ava juga semakin nampak, potongan 15% kecepatan termasuk sangat besar. Tiap detiknya 30 HP hilang karena racun dan sayatan yang terbuka.


Hanya tinggal menunggu waktu monster itu tumbang.


Berniat pamer dengan teknik mencolok, Ib mengakhiri pertarungan dengan membelah dua kepala banderhobbs yang mereka kalahkan, gosong hingga menghitam.


"Sudah kubilang, kita sebaiknya menghemat tenaga."


"Tenang saja, staminaku masih banyak, aku mendapatkan level lebih dari 100 tidak hanya dengan duduk."


Ava rasa dia ada benarnya. "Tapi ingat saja, aku tidak mau membawa beban berlevel lebih dari 100 jika ada bahaya nanti."


Dengan tawa kecil, Ib membalas, "Kalau hal seperti itu memang terjadi, kau boleh meninggalkanku."


Ava hanya melengos.


Melanjutkan pencarian, mereka berdua pun dihadapkan dengan lorong yang bercabang. Namun sebelum Ava dan Ib berdiskusi, Ako lebih dulu lari ke jalan sebelah kanan.


"Eh, jangan jauh-jauh!" Ava mengagetkan dirinya sendiri, suaranya lebih menggelegar di telinga sensitifnya.

__ADS_1


Masalah ini harus juga segera diatasi.


__ADS_2