Hellbent

Hellbent
Bab 12: Pesta Dansa


__ADS_3

Setelah memahami motif asli River untuk mengikutinya dengan keras kepala, Ava lebih dapat menerima kehadiran pria itu. Menerima perlindungan tambahan karena tebusan rasa bersalah tidaklah merugikan baginya, menguntungkan malah. Jadi selama beberapa hari setelah memutuskan untuk tinggal di ibukota lebih lama, River menemaninya kemana-mana. Mulai dari olahraga pagi, berburu, hingga saat Ava mendekam di perpustakaan kota untuk mencari-cari informasi baru mengenai dunia fantasi ini maupun [System]. Namun sebaiknya hal ini tidak berlanjut jika Ava ingin mencari jalan untuk kembali ke dunia asalnya.


Sudah puluhan monster berlevel rendah yang Ava bunuh, poin status yang ia kumpulkan juga semakin menumpuk. Kini masing-masing statusnya sudah di atas 10, skill observasi pun naik, namun level Ava masih saja 1. Koin dari penjualan bangkai juga ia tabung, sambil lalu batu mana yang ia dapatkan dari monster kera pun ia jual setelah memastikan bahwa tidak ada jalan yang bisa menghubungkan Ava dengan insiden di gerbang kota. Kata River, batu mana tidak bisa dilacak asalnya dari monster apa, kecuali jika benda tersebut memiliki atribut tertentu yang memiliki indikasi khas. Apabila terdapat investigasi yang melibatkan batu mana, penyidik hanya bisa sampai pada penjual awal. Jadi kalaupun Ava menjual batu mana tanpa atribut berlevel 26, tidak ada yang bisa menuduh Ava mencurinya dari longhand ape milik seorang bangsawan. Masalah keuangan Ava langsung terpecahkan hanya dengan sebuah batu.


Mungkin sebaiknya ia akan menargetkan monster dengan level yang lebih tinggi dari biasanya.


***


Tezia malam itu terang benderang, lampu berwarna-warni dipasang di setiap sudut balai kota. Berbagai kios juga didirikan, mulai dari makanan, pernak-pernik, hingga barang impor unik yang berasal dari luar pulau. Semua kalangan usia menikmati suasana festival yang meriah, anak-anak tertawa, remaja tersenyum malu dengan pasangan mereka, dan orang dewasa serta lansia pun terhibur dengan semua kegiatan yang ditampilkan.


Ava mengangguk-angguk mengikuti irama dari nada yang dimainkan. Matanya sudah mengamati koreografi sederhana yang dilakukan oleh para penduduk di dekat air mancur, pada dasarnya mereka melompat ke kanan lalu kiri kemudian berputar. Namun masalahnya dansa tersebut harus dilakukan berpasangan. Ava melirik River yang ada di sampingnya. Pria itu berpenampilan rapi, rambut coklat yang biasanya dibiarkan liar kali ini disisir. “Kau bisa menari, kan?”


“Oh, bisa ... kurasa,” River menjawab, menyeret dengan tidak yakin kata terakhir.


“Ok, ayo kalo begitu!” Meskipun pria tersebut menolak, Ava akan tetap bersikeras menariknya ke arena dansa. Mungkin sebagai pembalasan kecil terhadap kekeraskepalaan yang River lakukan terhadap Ava. Karena Ava terkadang picik seperti itu.


Melodi baru melantun ketika mereka berdua mengambil posisi di samping air mancur, seorang anak kecil menghampiri mereka dengan sepasang mahkota bunga. “Terima kasih!” Ava memakai rangkaian yang terdiri dari mawar putih di kepalanya, begitu juga River. “Oh, cocok sekali denganmu,” ujar Ava menggoda. Meskipun berbadan besar dengan berbagai luka cakar di sana-sini, River memiliki mata besar hijau yang berkilat polos, kesan wajahnya juga lembut serta ramah, jadi sebenarnya tidak mengejutkan apabila hal-hal seperti ini terlihat bagus pada pria itu.


“Kau juga,” balas River malu-malu, tersenyum di antara pipinya yang merona merah. Kemudian mereka bergerak mengikuti gerakan pasangan lainnya, Ava yang memakai gaun sederhana berwarna kuning pucat terlihat serasi bersama River yang bertunik abu-abu.


“Setelah ini tujuan kita kemana?”

__ADS_1


Ava baru saja ingin mengembat kalung yang dipakai perempuan di samping mereka, hasil jarahannya masih hanya beberapa. “Kau masih berniat mengikutiku?”


“Kenapa kau ingin sekali pergi sendiri?”


Karena perjalanan ini akan lebih baik jika bersifat rahasia. “Kenapa kau ingin sekali mengikutiku?” Ava balik bertanya. Namun ia sebenarnya sudah tahu alasannya.


“Aku ingin saja.” River memproyeksikan adiknya Ella pada diri Ava.


“Kau sadar aku akan pergi kemana-mana, terkadang tanpa arah, bisa saja ke tempat berbahaya.”


“Artinya, kehadiranku menjadi perlindungan ekstra bagimu, kan?” Memang benar. Akan lebih baik jika ada orang lain yang menemaninya di dunia asing ini, River juga berguna sebagai alat tranportasi gratis serta penyedia informasi yang lebih lengkap.


“Tapi kemungkinan resikonya besar.” Ava masih belum mengerti jelas kenapa Eve menculiknya ke dunia ini. Apapun itu pasti riskan. Namun petunjuk yang doppleganggernya berikan adalah satu-satunya petunjuk untuk kembali ke asalnya, jadi untuk saat ini Ava akan menurut.


“Dasar keras kepala,” bisik Ava untuk dirinya sendiri. Pada akhirnya, gadis itu memutuskan untuk menerima River sebagai partner perjalanannya. “Oke, kau menang.”


Musik berakhir bersamaan dengan semarak serta tepuk tangan di sekeliling mereka. Kelopak bunga berbagai variasi warna ditebarkan ke angkasa, helai-helainya turun mengikuti angin malam. Tangan Ava terjulur, ia mengambil mahkota dari kepala River untuk membersihkannya dari kelopak-kelopak yang tersangkut. Gadis itu lalu mengembalikannya dengan senyuman.


Namun River masih belum boleh tahu tujuan asli perjalannya, biarkan pria itu berpikir kalau Ava ingin mendapatkan sebuah elixir kehidupan.


***

__ADS_1


Buah curiannya ternyata tidak seberapa, kebanyakan aksesoris yang ia ambil ternyata emas palsu. Namun ada satu cincin yang ia ambil ternyata adalah sebuah artifak sihir, fungsinya menambah mana. Sebenarnya tidak banyak, cuma 2 poin. Akan tetapi dua poin itu ternyata sangat berharga bagi orang berlevel rendah.


Poin status seseorang dibagi menjadi jenis, status utama dan tambahan. Yang dimaksud dengan status utama adalah kekuatan, kecepatan, dan kelentukan, variabel yang akan selalu ada dalam jendela status seseorang. Sedangkan status tambahan adalah variabel yang secara unik dimiliki orang itu berdasarkan bakat yang mereka miliki. Kebanyakan bakat di dunia fantasi ini tentu saja sihir, sehingga banyak sekali orang yang memiliki status tambahan berupa mana. Kemudian, prose peningkatan level yang semakin tinggi semakin sulit juga berefek pada kehati-hatian alokasi poin status, sehingga tambahan poin sedikit apapun akan sangat membantu.


Untuk Ava sendiri status tambahannya adalah kecerdasan dan indra, sehingga cincin yang meningkatkan mana tidak berguna baginya. Karena eror dalam peningkatan level pun membekahi Ava dengan poin status setiap kali membunuh monster berlevel rendah sekalipun, meskipun di sisi lain ia terancam menjadi level 1 selamanya.


Jadi Ava akan menjual cincin beserta perhiasan lainnya setelah keluar dari ibukota, tentu untuk mempersulit pelacakan.


Omong-omong ....


Nama: River Doyle


Ras: Manusia


Level: 43


Kekuatan: 8


Kecepatan: 10


Kelentukan: 9

__ADS_1


Setelah skill observasinya mencapai tingkat 4, Ava sudah tidak perlu lagi menyebutkan [Observation] setiap kali ingin menggunakannya, ditambah sekarang ia sudah bisa melihat status utama dari targetnya. Kesimpulan baru lagi, poin dari status utama Ava ternyata lebih besar daripada River. Meskipun begitu kemampuannya yang bisa menjikkan monster sangat berguna, mungkin status tambahan pria itu berhubungan dengan hal tersebut. Hanya saja masih belum bisa tampak dengan level skill yang Ava miliki.


__ADS_2