Hellbent

Hellbent
Bab 134: Memasak


__ADS_3

Ava menata peralatan memasak mereka di tengah jarak antara rumah Siwon dengan pohon-pohon hutan, tentu untuk menghindari kebakaran akibat kecelakaan.


Rose masih melihatnya dengan takut-takut. Setelah pelayan itu mengeluarkan kit perkemahan yang telah disimpan di inventori, Rose sampai berteriak panik ketika Ava berniat untuk meraih panci dan burner sihir. Namun pada akhirnya ketakutan Rose yang semula tidak ingin majikannya menyentuh item-item yang tidak pantas dilakukan langsung oleh seorang putri, beralih ke kekhawatiran atas nyawanya yang terancam kalau saja suaranya yang tinggi dirasa tidak sopan. Sayangnya sisi apatis Ava tidak memberikan ketentraman bagi hati kalut Rose, putri palsu tersebut membiarkan pikiran paranoid bawahannya merajalela.


Ava memotong berbagai sayuran dan rempah dengan ahli, Siwon yang melihat dari dekat pun sampai berseru takjub. "Woah!"


"Aku tidak tahu kalau kau bisa memasak."


"Bukankah kau sudah kutugaskan untuk berjaga-jaga?" Ava merespon masam.


"Sudah kupasangkan artifak jebakan dan alarm di dua ratus meter parameter. Jadi jika ada monster yang berusaha mendekat, akan ada bunyi peringatan."

__ADS_1


... Cepat sekali, Ava bahkan tidak bisa mengeluh. Jadi gadis itu memindahkan atensinya kepada si naga kecil. "Siwon, bisakah kau pisahkan daun dan batang sayuran ini?" Mata Siwon berbinar ketika ia menerima seledri hijau. Meskipun ia benci sayuran, tapi dengan ini ia bisa membantu! Bocah tersebut tidak tahu kalau pekerjaannya nanti hanya akan dipakai untuk hiasan.


Melihat hal itu, Rose tidak lupa memanfaatkan kesempatan. "Tuan Putri, saya! Saya juga bisa menolong!" Ava tanpa pikir panjang memberikan kentang dan bawang untuk dikupas. Rose bisa menebus kesalahannya!


"Kau masih belum menjawab pertanyaanku," Ellijah berdiri tegak, kaku dan keras dalam posisinya.


"Aku tidak ingat kau melempar pertanyaan." Namun sarkasme Ava tidak dihiraukan.


Di sisi lain, Ava menahan decakan, kesal. Kenapa hal sepele ini juga dipermasalahkan oleh tunangan palsunya tersebut?


Yah, secara teknis dia mahir memasak sejak kecil mengingat Ava adalah seorang yatim piatu yang dipaksa untuk mandiri di usia dini, dia hanya merasa membeli makanan lebih praktis baginya jadi Ava jarang menerapkan kemampuan memasaknya setelah mendapat uang, tapi melihat dari reaksi tidak biasa Rose serta keheranan Ellijah, Eve sepertinya tidak pernah bahkan tidak seharusnya menyentuh wajan. Jadi dia mengarang jawaban sesuai dengan karakter Eve, "Apa susahnya? Satu atau dua kali mencoba aku sudah ahli dalam hal ini." Benar, putri kerajaan yang mengidap god-complex.

__ADS_1


Hasilnya, tidak ada yang mau membantah Ava.


Setelah itu, kegiatan memasak mereka berlanjut tanpa hambatan lagi.


***


"Wah, sayurhannya tidhak terhasa!" Mungkin itulah pujian tertinggi yang bisa Ava dapat dari seorang anak kecil pembenci sayuran untuk sup tomat buatannya.


"Tuan putri tidak hanya genius dalam bidang alkemi, tapi juga memasak!" Pujian tidak akan pernah disalahkan ketika menghadapi orang berstatus tinggi, Rose yakin.


Sedangkan, Ellijah diam. Makanan yang dibuat Eve memang nikmat ..., dia sudah pantas untuk dijadikan istri. Namun ketika gambaran Eve bersama pria berwajah buram muncul menikmati makan malam dengan bocah naga itu, hawa di sekitar Ellijah membuat bulu kuduk Rose berdiri.

__ADS_1


__ADS_2