
Ia bisa menang.
Ava memiliki kesempatan untuk membalas dendam, memuaskan sisi gelap piciknya yang menuntut keadilan. Poin statusnya dua kali lebih besar dari Lucifer. Tidak ada yang seenaknya menyiram Ava dengan wine dan mempermalukannya di depan umum tanpa konsekuensi berat!
Namun di sisi lain, Ava harus menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab. Bukan waktunya sifat impulsif gadis itu bersinar.
... Mungkin satu tinju saja?
Argh, jangan.
Iblis manifestasi dari harga tinggi kelewat tinggi itu tidak akan menerimanya begitu saja. Kemungkinan besar akan pecah lagi sebuah pertarungan.
Ditambah lagi, Ava masih lelah.
Menghadapi Venus King telah menguras energinya.
Sekarang saja setiap fiber ototnya berteriak kelelahan, napasnya bahkan belum normal, masih terengah-engah.
Lucifer pun tetap memiliki skill overpowered yang membuat orang-orang mematuhi perintahnya tanpa syarat.
Pada akhirnya, sisi rasional Ava menang.
... Tapi bukan berarti Ava membuang niatannya untuk melawan makhluk jahat yang diagung-agungkan tersebut.
__ADS_1
"Aku tidak tahu bagaimana peradaban di dunia iblis, tapi manusia adalah makhluk sosial, Luci, kami bekerja sama." Ava senang dengan intonasi mengejek yang bisa ia keluarkan meskipun tenggorokannya masih terasa kering setengah mati.
"Diam."
"Kau mungkin tidak tahu tentang kerja sama, mengingat kau diturunkan dari surga karena menolak perintah."
Satu kerjapan mata, sosok Lucifer sudah membayangi Ava yang masih terduduk di tanah. Ellijah di sampingnya tetap diam, tegang namun siap kapan saja untuk melindungi wanita pujaannya, berbeda dengan beberapa hari yang lalu.
Tapi selain rahang ketat dan pelototan laser, iblis tersebut hanya mengeluarkan pertanyaan yang lebih berisi keterkejutan daripada rasa penasaran, "Darimana kau tahu hal itu?"
Cerita dari dimensi asalnya ternyata benar. Namun Ava lebih suka mengelak, tidak mau memberikan kepuasan terhadap tanda tanya Lucifer, "Masih merasa kalau derajatmu lebih tinggi dari manusia, Luci? Tapi bukankah levelmu juga direset dalam gate ini? Sepertinya reputasi iblis seperti kalian dilebih-lebihkan di sejarah." Ava tahu betul dimana ia harus menusuk dengan kata-kata untuk menarik iblis pongah tersebut ke tanah.
Lucifer tertawa, kejam dan gelap. "Mortal memiliki cara bercanda yang unik." Meskipun begitu tidak ada humor dalam mata dengan iris bersinar merah berbentuk elipsis itu. "Namun satu kata lagi keluar dari mulutmu, akan kupastikan kau dan teman-temanmu tidak akan bisa memasuki portal keluar hidup-hidup."
Melihat gadis di hadapannya yang diam saja, Lucifer menganggapnya sebagai kepatuhan. Walaupun ia membenci binar kepuasan dalam manik hitam sang putri dunia mortal tersebut.
Dia kemudian melirik ke arah portal biru bersinar yang sekarang bebas dimasuki siapa saja karena monster yang menjaganya telah matang terpanggang, dan hal itu dikarenakan para mortal sampah yang sedari tadi memasang kuda-kuda dan mengangkat senjata mereka.
Cih, ia terlambat.
Lucifer lebih memilih mati daripada mengakui kalau ia buta arah, sehingga gate yang berisi labirin merupakan mimpi buruknya. Namun setidaknya ia yakin kalau dialah yang paling banyak membunuh monster rendahan lain untuk menambah poin kontribusinya dalam gate ini.
Posisi pertama dalam leaderboard adalah tujuannya.
__ADS_1
Dengan begitu kesempatannya menang dalam taruhan yang ia buat bersama keenam saudaranya yang lain menjadi lebih tinggi.
Apa motivasi mereka untuk melakukan sesuatu? Apa lagi kalau bukan kebosanan!
Nyaris tidak ada gate yang menerima iblis berlevel superior seperti mereka, karena itulah ia memanfaatkan momen langka yang terjadi setiap 666 tahun sekali ini untuk bermain seperti dulu.
Ultra Gate. Produk dari gesekan dimensi yang membentuk gate tanpa batas level dan berlapis-lapis.
Pfft, game master seringkali menyombongkan dunia ciptaan mereka, tapi tetap saja tidak bisa memperbaiki kerusakan seperti ini.
Hah, kumpulan orang bodoh.
Setelah menghibur pikirannya sendiri dengan kutukan untuk dewa, Lucifer berjalan menuju portal keluar. Sosoknya hilang ditelan hologram biru cerah dengan kalimat yang lebih mirip seperti ancaman, "Tetap jaga kepalamu agar tetap menyatu dengan leher saat kau keluar dari gate ini," ditambah dengan pernyataan yang jelas sekali memprediksi nasib buruk, "Yah, itu pun kalau kau bisa keluar."
Selamat!
Orang yang berhasil melakukan misi 1/342
Semuanya menghela napas lega, ketegangan mereka meleleh dengan adanya bunyi ding! dari notifikasi sistem. Mereka masih tidak habis pikir, kenapa Putri Eve sangat nekat mengajak seorang iblis berargumen?!
"Kebiasaan memang sulit dihentikan," River menggumam lelah.
Kekagetan mereka dibangkitkan lagi oleh tuan putri yang terkesiap. "Astaga, iblis menyebalkan itu dengan enaknya masuk portal terlebih dulu ketika kita yang susah payah mengalahkan monsternya!"
__ADS_1