
Perpustakaan kerajaan sebenarnya terbuka untuk umum, asalkan pengunjungnya memiliki tiket masuk yang diberikan secara ekslusif setelah proses pendaftaran yang panjang dan rumit. Akan tetapi, untung bagi Ava yang sekarang menjelma menjadi putri kerajaan, ia memiliki akses bebas keluar-masuk bangunan empat lantai yang kemegahannya terlihat dari taman kaca. Ia bahkan diperbolehkan memasuki ruangan khusus yang berisikan buku-buku langka serta tua.
Dari sana, Ava menemukan tumpukan buku yang akan sangat berguna untuk memahami lebih lanjut tentang dimensi fantasi ini, terutama mengenai topik [System], secara spesifik Game Master dan Developer.
[System] yang sudah muncul sejak masa pembuatan bumi membantu umat manusia untuk berkembang dan meningkatkan taraf hidupnya melalui manfaat yang dibawa bersamanya. Konten dari [System] sendiri diatur oleh [Game master] sesuai dengan persyaratan dan persetujuan serta di bawah pengawasan [Developer].
Dengan kata lain, sistem yang mirip seperti permainan dalam duni asalnya, kini menjadi sumber agama serta religiusitas di tempat ini. Karena dalam bacaannya, Game master dianggap sebagai dewa.
__ADS_1
Skill memiliki dua jalan yang harus ditempuh untuk mendapatkannya, pertama dari diri sendiri, orang harus memiliki bakat secara lahiriah untuk memanifestasi kemampuan mereka dalam jendela status, kemudian individu juga bisa melakukan pembelajaran serta latihan rutin hingga mereka menguasai suatu skill yang dapat digunakan. Jalan kedua ialah faktor luar. Apabila seseorang beruntung, mereka bisa mendapatkan skrol skill dari hadiah yang mereka dapatkan dalam penaklukan gate. Selain itu, skill dapat diberikan oleh game master yang memiliki kuasa dalam mengatur konten isi [System], dengan kata lain semakin individu disukai oleh game master semakin besar pula kesempatan mereka untuk dianugerahi sebuah skill. Karena itulah, banyak gereja yang didirikan untuk menyembah game master yang mereka anggap sebagai dewa. Contohnya saja Selena, gereja yang ia ikuti menganut ajaran Dewi Cahaya Suci, Theia, sehingga kekuatan suci wanita itu dapat diaplikasikan dalam skill penyembuhannya yang ajaib.
Ava pada dasarnya mempelajari teologi fantasi.
Dan buku mengenai dewa-dewa tersebut beserta mitos mereka bisa ia dapatkan di perpustakaan kerajaan, karena di luar tempat itu akan sangat susah menemukannya kecuali Ava berkunjung ke gereja masing-masing, itu pun masih belum tentu ia boleh menyentuh buku yang sudah dianggap sebagai kitab tersebut.
Namun, meski di dalam perpustakaan kerajaan yang memiliki hampir seluruh buku di dunia, Ava tidak menemukan penjelasan lebih tentang Developer. Bukankah Developer ini sama saja dengan Dewa Agung jika Game Master saja sudah dianggap sebagai dewa? Akan tetapi literasi mengenai keberadaan mereka nyaris tidak ada, hanya cuplikan singkat dalam narasi buku yang ia temukan. Jadi eksistensi mereka masih belum jelas.
__ADS_1
Gadis itu meregangkan badan setelah berjam-jam hanya duduk dan membaca buku, punggung dan pantatnya pegal, untung juga ia menolak menggunakan korset pagi tadi.
Namun belum sempat membereskan mejanya dari buku yang akan ia pinjam, sosok yang familiar menghampiri Ava. Tubuhnya yang tegap dan gagah bahkan menaungi badan mungil gadis itu dari belakang, ikut menatakan buku yang ada.
"Putri Eve, ak- saya meminta waktu Anda untuk berbicara secara privat."
Tunangan Eve.
__ADS_1
Ava berbalik, langsung berhadapan dengan wajah yang tidak bisa ia lupakan dari teman lamanya. Ia otomatis melengos. "Duke Frost," sudah berminggu-minggu Ava menghindari pria itu, selain kesal karena dialah alasan Ava ada di sini saat ini, gadis itu menolak untuk goyah karena bayangan masa lalunya, Alex.
Namun sebagai putri kerajaan, Ava harus segera menyelesaikan isu Eve dengan Ellijah. Ia tidak bisa lagi mengabaikan seorang Duke hanya karena perasaannya.