
Meskipun dalam dokumen Putri Eve sendirilah yang mengatur segala detail pesta ulang tahun, yang sebenarnya melakukan segala praktek tersebut ialah Ratu Isabel. Dia hanya ditanyai apakah ingin mengundang seseorang yang tidak ada dalam daftar undangan.
Mungkin ..., Ezra? Bia diundangnya bukan karena pesta, melainkan pekerjaan dari Raja Dion. Selain itu, yang hadir adalah para bangsawan yang berkediaman di ibu kota.
Aula utama istana dipenuhi dengan kerlap-kerlip gaun yang berwarna-warni. Alunan lembut dari orkestra mengiringi percakapan basa-basi yang sebagian besar hanya berisi desas-desus panas. Namun bukan berarti hal tersebut sepenuhnya tidak berguna.
Ava adalah orang yang baru percaya kalau sudah terdapat bukti, tapi jika ia tidak memiliki sumber informasi apapun, patokan inisialnya adalah kabar burung, karena dia menganggap kalau tidak akan ada asap kalau tidak ada api, walaupun kebanyakan asap kebakaran terlalu pekat dan hitam dibandingkan api kecil penyebabnya.
"Jadi, Putri Eve lagi-lagi membuat sesuatu yang baru?"
"Benar, Anda tahu wabah yang melanda di kerajaan Uflaria, Putri Eve lah yang menciptakan antidotnya."
Seperti yang diduga, separuh tamu sibuk menggosipkan bintang utama malam itu.
"Menurut kalian, kapan Putri Eve dan Duke Frost akan menikah?"
"Hm, dipikir-pikir lagi, umur mereka berdua sudah jauh melewati usia ideal untuk menikah? Kenapa selalu saja ditunda-tunda?"
Em, untuk isu ini lebih baik Ava menunggu Eve atau setidaknya sampai kontraknya selesai.
__ADS_1
"Eh, apa kalian sempat melihat pria dan anak yang dibawa Tuan Putri ke dalam istana?"
"Ah, iya, kudengar pria itu adalah penjinak monster, dan anak tersebut ialah seekor naga yang mengikuti terus sang putri."
"Ceh, tentu saja mereka akan berkata begitu. Bukankah lebih masuk akal kalau pria itu adalah simpanan Putri Eve selama ia kabur kemarin? Lalu bocah yang dibilang sebagai "naga" itu adalah anak mereka?"
"Pfft, kalian masih ingat masalah yang disebabkan Tuan Putri ketika nona muda Terelui mengaku mengandung anak dari Duke Frost? Putri Eve sampai pergi jauh! Bahkan gelar Marquiss Terelui dicabut, anaknya pun dipenggal. Sekarang, dia sendiri yang malah membawa simpanan!"
Hm, mereka pasti tidak berasal dari faksi royalti. Tapi Ava sudah mengekspektasi bahwa omongan-omongan tidak enak seperti itu akan menyebar cepat atau lambat. Dan apa yang dikatakan Raja Dion memang benar, dalam pesta ini Ava harus memperlihatkan betul kemampuan River dan Siwon.
Hukum rimba, yang kuat yang berkuasa. Mereka akan otomatis tutup mulut jika tahu siapa yang mereka hadapi.
... Apa yang harus dia lakukan sekarang?
Untungnya, sang putri melambaikan tangan, "Apakah riasannya sudah selesai?"
"Ah, benar, Tuan Putri. Anda sudah sempurna." Tiga pelayan yang setia melayani Ava selama ini melangkah mundur, memuji sendiri kemampuan mereka. Wajah Putri Eve memang aslinya sudah cantik, akan tetapi dengan sentuhan ajaib mereka sang putri kini lebih mirip sesosok ethereal. Rambut hitam yang mengkilat, senada dengan manik mata yang dalam, serta tubuh sintal yang dibalut gaun panjang biru tua bertaburan berlian, kini ia mirip sekali dengan Dewi Malam.
Ellijah dari tadi sabar menunggu di depan kamar Eve, kakinya tidak bisa diam karena hatinya yang bergetar senang, terlebih ketika tunangan yang ia tunggu keluar dengan penampilan yang menakjubkan. "Ah, aku tidak rela kalau laki-laki lain melihatmu seperti ini," kata Ellijah tanpa berpikir.
__ADS_1
Hoh, dia mencoba merayu? Namun Ava lah yang paling bangga dengan kefasihan lidahnya. "Yah, sayang sekali bagi mereka, karena kau akan terus disisiku." Ava sama sekali tidak meragukan kebenaran kalimatnya. Ellijah pasti akan mengikutinya kemana-mana, pengalamannya dalam pesta yang sebelumnya memberi gadis itu pelajaran.
"Baiklah, mari, Duke Frost." Ava sudah mengulurkan tangan, yang disambut oleh Ellijah gembira. "Dengan senang hati, Putri Eve."
Raja Dion dan Ratu Isabel keluar terlebih dahulu, melambai singkat seraya tersenyum kepada orang-orang yang berdiri di bawah tangga. Setelah itu, barulah Ava berjalan dengan Ellijah. Gemerlap gaunnya terpantul indah karena cahaya lampu, membuat sosok gadis itu yang paling bersinar di aula megah tersebut. Penampilan yang cocok bagi sang bintang utama.
Saat Marvin menyusul, sambutan yang ada nampak sekali hanya demi kesopanan belaka, berbeda dengan reaksi ketika pasangan raja-ratu dan putri Eve-Duke Frost menampakkan wajah. Acara pun resmi dimulai.
Raja Dion berpidato ini-itu, kata-kata manis bagi tamu yang hadir, tusukan terselubung kepada faksi bangsawan, dan bla bla bla bla. Namun setelah itu, Ava tidak menyangka harus juga memberikan kata sambutan bagi yang hadir. "Silahkan, Tuan Putri, waktu dan tempat dipersilahkan."
Yah, seharusnya ia mengira hal ini. Eve, dopplegangger-nya itu, adalah figur penting sebuah kerajaan, perencanaan matang pesta hari ini dimulai dari dua minggu yang lalu.
Tapi, apa yang harus ia bicarakan?
Hm.
"Selama kehadiranku ada di sini, Edodale akan terus jaya! Hidup Edodale!" Singkat dan sombong. Benar-benar gaya Eve, jadi tidak ada yang kaget atau berpura-pura tersinggung.
Omong-omong, kapan ulang tahun Ava? Ia tidak pernah ingat. Hanya untuk memudahkan dokumentasi, Ava disuruh memilih tanggal yang ingin dijadikan ulang tahunnya. Jadi selama puluhan tahun ia tidak pernah merayakan hari lahir palsu tersebut. Jadi, apakah ulang tahunnya sama dengan Eve yang notabene adalah versi megah Ava di dunia fantasi ini?
__ADS_1