
Entah kenapa pria itu berpikir bahwa menyelinap di belakang seseorang saat situasi aneh tengah terjadi adalah ide yang bagus. Tapi Ava tidak mengatakan komplainnya, suasana yang sepi sekaligus ngeri ini menyalakan alarm bahaya dalam otaknya, dia membutuhkan sumber kekuatan untuk dimanfaatkan jika saja Ava dan kelompoknya tidak mampu, jadi dia menahan diri untuk mengantagonisir si ranker tersebut.
"Badai hitam?" Ava belum mendengar tentang hal ini, ia lebih berfokus mengumpulkan informasi mengenai budaya dan sejarah, mungkin ia akan menambah jatah bacaannya dengan koran setelah berlabuh ..., kalaupun mereka selamat.
"Saat kapal diterpa badai di tengah lautan yang gelap, katanya seluruh penumpang akan hilang secara misterius. Seminggu yang lalu ada kapal penumpang yang terdampar, meskipun tidak ada kerusakan tapi kapal tersebut kosong tanpa tanda-tanda kehidupan, hanya tersisa barang-barang yang ditinggalkan. 30 staf kapal, 40 penumpang rakyat jelata, dan 3 bangsawan sampai saat ini belum ditemukan."
"Bagaimana investigasinya?"
"Karena 3 bangsawan terlibat, pihak kerajaan buru-buru ingin menyelesaikan masalah ini, namun tetap saja belum ada bukti pasti."
Karena orang penting ikut menghilang, mereka berusaha keras, huh? Tipikal sekali. "Bukankah hal seperti ini biasanya dilakukan oleh monster?"
Karena pengalaman yang ia kumpulkan hingga mencapai level 100 tersebut, Ib pun tahu banyak hal, "Monster dengan atribut yang gelap dan suka menculik manusia biasanya disebut banderhobbs, tapi habitat mereka biasanya di danau, sungai, atau rawa, badan air tawar, bukan lautan, air asin."
"Semakin tinggi level seekor monster, semakin kompleks pula evolusi mereka. Bisa saja banderhobbs ini berdaptasi penuh di air tawar maupun air asin," pengetahuan Ava masih minim, jadi dia hanya menyatakan hipotesis. Tapi melihat Ib yang mengangguk-angguk, ia merasa teorinya tidak sepenuhnya salah. Ava pun melanjutkan, "Tapi itu artinya, kita akan berhadapan dengan monster berlevel tinggi." Kabar buruk, tentu saja, nyawa mereka terancam.
"Selain itu, meskipun banderhobbs berwujud seperti katak sebesar tiga setengah meter yang berjalan seperti manusia. Tubuh mereka terbuat dari bayangan dan daging lembek, serangan fisik akan berkurang keefektifannya. Ditambah, kemampuan mereka yang sangat pintar menyelinap ataupun bersembunyi dalam bayang-bayang," Ib menambahkan, serius.
Seperti yang dijelaskan Ib, Ava juga pernah membaca di ensiklopedia monster kalau banderhobbs suka menculik saat hujan turun, jadi meskipun monster tersebut amfibi, kehadirannya dipengaruhi besar oleh ketersediaan air.
Ketika itulah, sepasang mata kuning yang menyala dalam kegelapan bergerak cepat menuju tempat mereka berdua. Ava dan Ib sudah bersiaga mendengar langkah ringan namun tangkas tersebut, tapi yang muncul adalah monster yang familiar. Ako, kucing primordial milik River, yang mengeong panik.
Ava langsung berlari, kembali menuju kamarnya. Ako sebagai monster yang jinak tidak mungkin berkeliaran sendiri, kecuali River sendiri yang memerintahkan kucing tersebut.
Artinya, sesuatu telah terjadi.
Namun saat mereka sampai, kamar Ava menjeblak terbuka, dengan kamar yang hanya diterangi dengan segaris cahaya bulan biru. Ib sudah mengambil ancang-ancang dengan pedang yang dingin besinya mengkilat, satu langkah di belakang terdapat Ava yang menggenggam erat belati yang telah dilumuri racun.
Bunyi kuak terdengar.
__ADS_1
Katak sialan itu di dalam.
Lalu bagaimana dengan River, Dom, dan Lorah? Tapi melihat Ako yang mendesis defensif, artinya summon River tidak terbatalkan, dia masih hidup, kemungkinan besar bersama dengan dua yang lainnya.
Kuakan yang kali ini lebih kencang berbunyi dari kamar gelap Ava yang pintunya menjeblak terbuka. Ava sepenuhnya berfokus pada langkah berlendir yang semakin mendekat, meskipun begitu ia masih bisa merasakan udara hangat di sisi kanannya, Ib mengeluarkan sihir apinya.
Dan ketika sesosok makhluk yang bersiluet aneh muncul tersinari cahaya remang rembulan, perut buncit hijaunya langsung menjadi sasaran api Ib dan belati beracun Ava.
Raungan yang lebih mirip seperti suara orang berkumur menggelegar. Tiba-tiba siluet monster tersebut menghilang.
"Cepat sekali," Ava berkomentar.
"Tidak, dia hanya pintar bersembunyi dalam bayangan. Mereka punya skill Shadow Stealth."
Artinya, indra penglihatan tidak bisa diandalkan.
Penciuman? Ava mengendus udara, bau hujan masih mendominasi, disertai dengan sepintas aroma lumut dan ... anyir serta daging gosong.
Siapa yang terluka? Si katak sialan itu?
Mungkin karena itulah makhluk tersebut memilih untuk bersembunyi daripada melawan, karena luka dari sergapan dadakan Ava dan Ib.
Tiba-tiba, Ako menggeram marah lalu mendengking tinggi. Saat Ava menoleh, kucing tersebut meneteskan darah dari luka gores di perutnya.
Si katak menyerang diam-diam.
Tempat yang gelap, musuh yang membaur dalam bayangan, sungguh situasi yang tidak menguntungkan untuk dilawan.
Ada berapa poin status yang masih belum Ava gunakan?
__ADS_1
Tanpa berpikir lebih panjang, Ava langsung menumpahkan semua poinnya ke status indra, yang setelah selesai prosesnya langsung membuat gadis itu terhuyung, kewalahan. Seketika Ava dapat melihat serat kayu dalam lorong yang minim cahaya tersebut, meskipun matanya berdenyut nyeri. Ia juga mendengar degupan jantungnya sendiri yang serasa menggedor gendang telinga, sesaat meredam dengung yang selanjutnya datang. Bulu kuduknya pun berdiri, tiba-tiba sangatlah sadar dengan hawa dingin malam setelah hujan di tengah lautan, seharusnya Ava berpakaian lebih tebal. Dan terakhir, bau busuk mayat yang menusuk hidungnya.
Dari belakang.
Belati yang dilempar Ava ditelan bayangan. Namun si katak berkuak kencang, membuat telinga Ava berdengung.
Tepat sasaran.
Banderhobbs keluar dari persembunyiannya, sempat membuat lantai bergetar dengan langkah berat yang becek. Ib tanpa ampun menghujani makhluk itu dengan bola api. "Serang! Mumpung skill-nya masih cooldown!"
"Jangan--! Argh!" Ava tersakiti dengan suaranya sendiri, terlalu kencang bagi indra pendengarannya yang mendadak sensitif. "Jangan berteriak di dekatku," ucap Ava akhirnya setelah lebih tenang. Ia juga menyerang, menyisakan sebilah pisau yang masih ada di inventorinya. Tidak sia-sia dia membeli selusin pisau dari obralan toko besi kemarin. Meskipun hanya terbuat dari besi biasa, tapi ketajamannya cukup untuk melukai kulit katak yang tipis. Banderhobbs pada dasarnya merepotkan hanya karena pandai bersembunyi dalam kegelapan.
Orang dengan level yang tinggi berkemungkinan besar mempunyai skill berkelas yang tinggi pula. Skill dengan kelas yang tinggi memiliki banyak keuntungan, seperti area yang lebih luas dan waktu cooldown yang lebih sedikit. Melihat Ib yang tanpa jeda membombardir monster katak dengan bola api, hipotesis itu sepertinya benar.
Atribut api juga merupakan kelemahan monster yang berhabitat di badan air seperti amfibi satu ini.
Perlahan namun pasti, luka bakar yang sebelumnya hanya sebesar telapak tangan kita menutupi separuh wajah monster yang sejatinya sudah jelek tersebut.
Tidak lama kemudian, banderhobbs setinggi tiga setengah meter tersebut jatuh dengan deritan nyaring lantai kayu. Kulitnya yang semula lembab kini kering dan gosong, terdapat juga urat ungu karena racun yang diberikan Ava akhirnya menyebar.
Namun melihat seluruh penumpang yang hilang dari kapal besar ini, kemungkinan besar tidak hanya ada satu monster yang berkeliaran.
__ADS_1