
Ketika gagasan untuk segera mengalahkan monster yang menjaga portal dikeluarkan, semuanya langsung setuju. Tentu saja, tidak ada yang suka ketika mereka diculik ke dalam sebuah tempat tempat asing untuk melawan monster, terutama Ava. Ini adalah deja vu yang tidak ia inginkan.
Sayangnya, ketika pemilihan anggota untuk ditempatkan di garis depan, tidak ada yang berani maju.
Grup guna menyerang monster berlevel rendah secara berkelompok masih bisa mereka tangani. Namun wujud monster yang diceritakan oleh River serta Siwon memiliki estimasi level hingga 80. Benar-benar bukan makhluk yang ingin mereka lawan saat inventori dan status mereka tereset.
Mereka tahu diri, tapi bukan berarti Ava akan senang terus mengasuh mereka di labirin ini.
Mereka harus segera keluar. Semakin cepat semakin baik. Jadi, dia menjadi pertama bersedia untuk ditempatkan di garis depan, melawan venus pelahap manusia tersebut secara langsung. Setelah itu, Ava mau tidak mau membuka balapan jabatan. Ellijah, River, dan Siwon ikut-ikutan mengangkat tangan, padahal mage dengan set kemampuan seperti mereka seharusnya ditempatkan pada posisi belakang. Tidak lama kemudian, grup "penyerang" telah ditentukan.
Ava bersama dengan salah satu bangsawan yang kebetulan mengeluarkan rapier sebelum inventori mereka dikunci berada di garis depan, Siwon di tengah-tengah meskipun undead-undeadnya nanti akan dimanfaatkan sebagai tameng mendahului Ava, dan juga Ellijah serta River di garis belakang. Intinya, empat dari mereka adalah damage dealer yang terdiri dari dua petarung jarak pendek dan jarak panjang, ditambah dengan satu tank.
__ADS_1
Benar-benar komposisi yang agresif, tapi bagaimana lagi mereka hanya bisa memanfaatkan apa yang ada.
***
Keesokan harinya, perjalanan kelompok penyelenggaraan mereka siap berangkat terlebih dahulu. Orang-orang yang ditinggal akan mengikuti dari belakang, agak jauh agar mereka tidak mengganggu pertarungan nanti.
Sayangnya, jalan sempit yang identik nyaris membuat mereka tersesat. Dua kali salah belok dalam labirin yang membuat mereka berhadapan dengan jalan buntu. Namun Ava harus lebih mengapresiasi kemampuan otak panik River dalam mengingat jalan yang ia lalui beberapa hari yang lalu, sebab setelah setengah jam menyusuri langkah mereka sebelumnya, kelompok itu akhirnya sampai di area taman yang dideskripsikan kemarin. Dan di sana sudah ramai dengan bunyi pedang dan sihir.
Ah, benar, Ezra juga menjadi undangan yang hadir pada ulang tahun Eve jadi ia juga ikut terhisap ke dalam gate. Hanya saja ia Ava tidak tahu empat orang yang lain.
"Siapa--" Al menjalankan tugasnya sebagai pengawal sekaligus assasin dengan sangat baik. Pelayan tua itu dalam sekejap berada di hadapan mereka dengan pisau basah--yang kemungkinan besarnya adalah racun-- terhunus, akan tetapi tubuhnya langsung tegang setelah melihat wajah orang-orang yang menyelinap di belakang kelompoknya. "Kami datang dengan tujuan yang sama."
__ADS_1
Selain Al, hanya Ezra di garis belakang sebagai instruktor yang dapat mendengar ucapan Ellijah. Pangeran Igoceolon tersebut menoleh langsung, terkejut, tapi yang mendominasi ialah rasa lega.
Bantuan.
"Semuanya mundur, kita menyusun formasi baru!"
Empat orang yang sedang bertarung dengan sigap melangkah ke belakang.
"Graaah!"
Venus sebesar rumah tidak jauh dari mereka menyalak garang. Daun dan tangkainya memanjang ingin menyerang, untungnya lokasi mereka tidak bisa diraih karena monster variasi tanaman memang terkenal tidak dapat berpindah.
__ADS_1
Kelompok Ava yang masih segar dan kelompok Ezra yang sudah kelelahan pun bertemu dengan aman.