Hellbent

Hellbent
Bab 191: How Lucky


__ADS_3

Ketika keluar dari kamar asing tersebut, Ava menemukan dirinya berdiri pada lorong panjang yang dihiasi dengan lukisan-lukisan berbagai tema yang jumlahnya melebihi jari tangannya. "Ehem." Ava berkedip bingung sebelum pandangannya bertemu dengan seorang pria yang mendongak hanya untuk melihat dirinya. Dwarf? Namun ia yakin sekali kalau para pemain yang baru saja ia lihat semuanya memiliki ras manusia, kecuali Asmo pastinya.


"Salam, Permaisuri. Ini adalah makan malam yang Anda minta," si Dwarf menginformasikan secara monoton sembari menunjuk troli yang dipenuhi piring di sampingnya.


Dengan kesimpulan yang terburu-buru dan kecakapan bertahun-tahun sebagai penipu, Ava menyahut dengan tenang, "Baiklah, kau bisa melanjutkan tugasmu yang lain.


Manusia kerdil tersebut membungkuk hormat, sebelum memutar tumitnya untuk berjalan lurus di tengah-tengah lorong, Dwarf itu berperilaku persis seperti pelayan yang ada di istana Edodale.


Ini artinya, ada orang lain yang terlibat dalam misi kali ini selain 10 orang tadi. Namun apakah hal tersebut menandakan kalau terdapat batch pemain yang lain? Ataukah mereka hanya NPC yang tidak signifikan? Apa ada jalan cerita yang harus mereka ikuti layaknya drama? Atau semuanya tergantung kepada improvisasi para pemain? Ava terus berpikir, menyimpan pertanyaannya ke dalam catatan mental, berharap kalau tanda tanyanya akan terjawab pelan-pelan nanti.


Saat gadis itu akhirnya melahap hidangan yang bukan merupakan roti keras atau daging suwir, efek negatif terjebak dalam labirin yang tidak memiliki dapur atau restoran, lapar secara konstan. Maniknya menangkap secarik kertas yang terselip di bawah mangkuk sup jagungnya.


7 malam


Ruang bawah tanah

__ADS_1


Hm. Hanya waktu dan tempat? Tanpa konteks ataupun agenda yang tertera?


Ding!


Setiap malam jam 7, para pemain akan dikumpulkan untuk membahas progres dalam menemukan pengkhianat tersembunyi


Oh.


Saat waktunya tiba, Ava ternyata tidak perlu repot-repot mencari "ruang bawah tanah" yang dimaksud, sebab ia diteleportasi secara otomatis pada jam 7 malam tepat.


Semuanya memiliki ide yang sama, bahwa pertemuan ini digunakan untuk mendiskusikan pelaku yang membunuh raja. Namun mengingat bagaimana percakapan mereka yang panas dipotong tanpa resolusi, kebanyakan masih canggung untuk memulai. Kata kunci: kebanyakan. Suara menggoda Asmo membelai halus telinga para pendengarnya, "Seperti yang kubilang sebelumnya, kita lebih baik membongkar peran masing-masing untuk memudahkan investigasi yang ada." Sebaliknya, Ava bergidik. "Kecuali kalian memang memiliki peran yang tidak bisa dibagikan," Asmo sengaja menatap lurus ke arah Ava, jelas-jelas sengaja memprovokasinya.


Ugh, iblis itu tidak bisa diam, hah?


Namun yang membuka mulut selanjutnya bukanlah dua perempuan yang memperebutkan dominasi, melainkan salah satu remaja dari tiga serangkai, terlalu antusias dari yang seharusnya. "Oh! Um, Aku melihat-lihat kamar yang kutempati. Mungkin kalian sudah menduga tapi kita mendapatkan tugas sebagai sebuah karakter selain peran "orang baik" lawan "pengkhianat" ini. Nah, aku menemukan kalau karakter yang kumainkan adalah sekretaris raja!"

__ADS_1


Atensi semua orang tertuju pada bocah tersebut, tapi fokus intens dari kumpulan orang asing tidak menciutkan nyalinya. Malah, lafalnya semakin cepat dan intonasinya meninggi. Senyum kecil yang terpampang dalam wajah polos remaja itu menandakan kalau perhatian lah yang memang ia cari. "Di sana, aku juga menemukan catatan log siapa saja yang mengunjungi raja dan apa agenda mereka." Skrol panjang bergulung terbuka, belasan baris kata memenuhi kertas putih dengan tinta hitam.


Dan di paling bawah, pada dua log terakhir, tertulis.


24/09/1542


19.56 Makan malam privat dengan permaisuri


25/09/1542


07.00 Salah satu pelayan menemukan mayat sang Raja


Ava nyaris tertawa. Belum satu hari mereka terjebak dalam permainan ini, ia sudah tahu posisinya akan terpojok.


Karena dia lah permaisuri yang dimaksud. Dan semakin ia bersikap defensif, semakin curiga orang lain melihatnya.

__ADS_1


Wow. Kesialannya tidak pernah mengecewakan.


__ADS_2