Hellbent

Hellbent
Bab 93: Awal dari Pesta Dansa


__ADS_3

“Argh!”


Ava membenci korset.


Pegangan gadis itu erat pada tiang ranjang, nyaris meremukkannya. Lily dengan bersusah payah mengikat ketat tali korset yang harus Ava pakai untuk pesta dansa malam ini.


Memang benar apa yang orang-orang katakan, beauty is pain.


Setelah melalui perawatan tubuh nyaris setengah hari, Ava masih harus duduk berjam-jam untuk memakai rias wajah, belum lagi tatanan rambut yang juga memerlukan perhatian lebih dalam acara formal ini.


Untung saja hasilnya tidak buruk. Gaunnya mengembang berwarna navy dan renda-renda berpayetkan mutiara, dipadukan dengan riasan berani serta tegas, penampilan Ava benar-benar mirip dengan gambaran seorang putri kerajaan. Ketiga pelayan yang mendandaninya bahkan bersorak riang melihat hasil karya mereka.

__ADS_1


“Anda terlihat cantik, Tuan Putri,” Harry berujar setelah majikannya itu akhirnya keluar dari kamar, tugas barunya sebagai pengawal pribadi sang putri mengharuskan ia untuk selalu berjaga di dekat tuannya tanpa menganggu kepentingan yang ada, dalam kasus ini dia berada di luar kamar seharian.


Sebaliknya, Ellijah malah terdiam.


Ava kira pria itulah yang akan memuji terlebih dahulu, akan tetapi Duke Frost masih terpaku tanpa satu kata pun keluar dari mulutnya.


“Kita sudah bisa berangkat, Tuan Frost.” Barulah Ellijah tersadar dari keterpukaunnya. “Ah, baik, Tuan Putri.” Ava sudah menjadikan Duke Frost sebagai pasangannya dalam pesta untuk merayakan 1500 tahun berdirinya kerajaan Edodale, hal yang alami mengingat status pria tersebut sebagai tunangan dari Eve, sebab jika tidak akan ada banyak rumor tidak mengenakkan yang tersebar lagi, terutama mengenai keretakan hubungan pemimpin daerah utara itu dengan sang putri royalti. Hal tersebut hanya akan mengundang bunga dan lebah lain untuk hinggap dalam hubungan mereka, Ava tentu saja tidak ingin itu terjadi, Duke Frost adalah sumber daya yang akan sangat sayang jika dilepaskan.


Penampilan Ellijah sendiri terbilang mempesona. Entah kebetulan atau tidak, pakaian mereka serasi. Dengan seragam bernadakan biru laut, yang dibubuhi sulaman hati-hati dari benang perak, deretan medali yang Ellijah tampilkan juga berkilauan di bawah sinar lampu.


Pasangan itu berjalan berdampingan, lengan mereka tertaut. Dan ketika seorang prajurit membukakan pintu menuju ruang dansa sekaligus mengumumkan lantang kehadiran mereka, semua pasang mata terfokus ke arah Ava dan Ellijah.

__ADS_1


“Ya ampun, mereka berdua terlihat cocok sekali!”


“Benar, bukan? Kita sendiri bahkan tahu seberapa besar kesetiaan Duke Frost terhadap tuan putri, tidak masuk akal apabila ada wanita lain!”


“Betul, hanya putri keluarga Marquess Terelui yang lancang!”


“Hush, tidak ada lagi Marquess Terelui sekarang.”


“Ah, benar.”


Tentu saja, seringai para bangsawan tertutupi kipas atau kerah tinggi baju mereka. Kesengsaraan orang lain tidak pernah bosan dijadikan sebagai sumber hiburan. Hukum yang sebenarnya untuk sebuah pemberontakan adalah eksekusi seluruh keluarga, akan tetapi hanya Nona Terelui yang kepalanya dipenggal, sebaliknya status kebangsawanan mereka dicabut beserta kekayaan yang ada.

__ADS_1


Terlihat dekat dengan Duke Frost juga membantu Ava dalam meyakinkan kalangan atas terhadap sandiwaranya ini, jadi ia terus saja terseyum ramah pada setiap gestur kecil yang ditunjukkan oleh Ellijah, contohnya pandangan laser bagi siapapun yang berniat untuk mendekati mereka layaknya anjing penjaga. Ava sebenarnya telah bersiap dengan hapalannya untuk setiap bangsawan yang hadir, skill observasinya juga sudah belasan kali ia gunakan dalam setengah jam terakhir.


__ADS_2