
Setelah tiga hari istirahat penuh, kondisi River membaik secara drastis. Wajah keringnya yang nyaris mengelupas tergantikan dengan kulit berwarna sehat, meskipun bekas-bekas luka yang ada masih membutuhkan perawatan rutin, setidaknya pria itu telah mendapatkan energi dari setumpuk makanan yang ia lahap. Terjangkit virus zombie otomatis menjadikannya sosok yang harus dijauhi sebab agresifitas mereka membahayakan orang lain, ditambah lagi dengan isolasi mendadak yang diimplementasikan karena keadaan darurat, yang penanganannya sangatlah buruk. Tidak ada yang menyediakan makanan bagi yang terkena wabah, paling maksimum hanyalah semangkuk air yang diberikan sekali setiap harinya dilempar dalam kandang yang mengurung mereka. Dengan kata lain, mereka tidak lagi diperlukan secara manusiawi.
Jadi River mendapatkan kembali massa otot-nya dari berpiring-piring steak dan daging lainnya.
Namun kini nafsu makannya yang menggebu-gebu terkalahkan oleh rasa malu, enggan, dan bersalah. Ia menundukkan kepala, tidak menyentuh sarapannya.
"Makanannya bukan seleramu?" Ava akhirnya membuka mulut setelah sekian lama berdiam diri. Kehadiran Ellijah yang terus saja memelototi River tidak membantu suasana canggung tersebut.
"Ah, t-tidak, makanannya selalu enak."
Lalu kenapa?
... Mungkin karena perubahan statusnya?
Meskipun hanya identitas palsu, Ava sekarang dikenal sebagai Putri Eve dari kerajaan Edodale. Mengingat Dom yang langsung memanggilnya sebagai "Tuan Putri" ketika mereka bertemu kembali, kemungkinan besar River juga tahu. Kemudian, mencocokkannya dengan perilaku masa lalu River setelah pria itu tahu pangkat sebenarnya dari Ezra, Ava pun bisa menyimpulkan.
River takut akan sosok barunya.
__ADS_1
Kalau seperti ini, langsung memperbolehkan River untuk tetap bersikap kasual dengannya mungkin akan berimbas buruk, bukan hanya membebani pria tersebut dengan hak istimewa yang tidak banyak dimiliki orang, dia juga akan menjadi target rasa dengki, buktinya lihat saja Ellijah sekarang. Ava juga tidak ingin pria itu menganggap permintaannya sebagai perintah.
Jadi ia harus mengambil jalan memutar.
"Tuan Doyle, senang melihat Anda sekarang terlihat baik-baik saja."
"Ah, i-ya. Saya dengar ini berkat usaha Tuan Putri, sa-ya ucapkan terima kasih sedalam-dalamnya."
"Pertama-tama, saya ingin meminta maaf karena meminumkan sebuah obat secara paksa tanpa sepertujuan Tuan Doyle terlebih dahulu."
Kalau begitu, "Namun Tuan tahu bukan antidot yang Anda minum merupakan item langka yang sedang dicari-cari oleh banyak orang?" Meskipun pabrik manufaktur akan didirikan, projek tersebut masih dalam tahap perencanaan. Para ahli yang berhasil dikumpulkan saat ini pun masih berlatih, dan Ava dengar masih belum ada yang berhasil membuat produk ideal.
River langsung kaku di kasurnya, "Em, maksud Tuan Putri--"
"Apalagi komposisi pembuatannya juga memakan uang." Koin Ava memang berkurang, tapi lebih kepada terlalu banyaknya percobaan yang gagal daripada modal asli.
"Anu, k-kalau boleh tahu seberapa banyak ...?"
__ADS_1
"Tapi Tuan Doyle tenang saja, saya memiliki pekerjaan yang tepat untuk Tuan guna membayar jasa yang telah saya sediakan."
Kebetulan, saat itulah seekor naga kecil mendobrak masuk dengan ceria.
"Tuan Doyle hanya perlu merawat serta menjaga bocah ini." Siwon tersenyum lebar ketika Ava mengelus puncak kepalanya, kaki gembul bergerak riang di pangkuan gadis tersebut.
River lebih cocok mengurusi hal ini, monster dan anak kecil.
"Ah, tentu saja kalau Tuan Doyle berkenan." Membuat River berada di sisinya akan bermanfaat bagi Ava, tidak hanya skill uniknya, tapi dia juga memiliki barisan monster yang bisa digunakan, mengasuh Siwon juga salah satu faktor. Namun tetap saja, Ava tidak ingin memaksa benefaktornya tersebut, ia hanya menyediakan alasan valid.
Lagipula, kehadiran River akan terus menjadi pengingat konstan bahwa dia bukanlah Eve si putri kerajaan, melainkan Ava Hunter, manusia dari dimensi lain yang pernah River selamatkan.
Kalaupun pria itu menolak, Ava hanya akan menyuruhnya untuk membayar dengan harga normal seperti yang diperhitungkan dalam proposal bisnis Ezra.
Untungnya, River melirik Ava dengan mata yang berbinar.
Jawaban yang positif kemudian terlontar,
__ADS_1