
"Apa yang kau lakukan?!"
Kenapa dia tiba-tiba saja marah? Terlebih lagi, rahang Pangeran Marvin mengetat disertai dengan tatapan menusuk. Hm, dia seharusnya belajar menjaga ekspresi kalau memang ingin dinobatkan sebagai pewaris mahkota.
Jadi Ava diam-diam memperingatinya, "Apa yang mengganggumu di hari bahagia ini, Pangeran Marvin?" Senyum Hollywood Ava merekah.
Adik (sementara)-nya itu pun terus melangkah lebih dekat, terlalu dekat sampai-sampai kening mereka nyaris bersentuhan. "Bukankah kau seharusnya berusaha tidak menonjol agar penyamaranmu tidak terbongkar?"
"Yang bertingkah paling mencurigakan di sini malah Anda, Yang Mulia."
Kecuali Marvin yang sejak awal sudah tahu tentang kontraknya atau Ratu Isabel yang memiliki insting keibuan kelewat tajam, tidak ada yang menduga kalau dia bukanlah Putri Eve. Duke Frost selaku tunangan yang terobsesi terhadap Eve bahkan tidak dapat membedakan antara yang asli dan palsu.
"Sekarang, jika Anda tidak berniat untuk membuat orang lain mengira kalau pangeran dan putri kerajaan Edodale sedang bertengkar, saya sarankan untuk mundur."
Akhirnya Marvin mundur, raut kerasnya akan sulit terlihat ketika kepalanya menunduk seperti itu. Setidaknya, dia tidak benar-benar kehilangan kendali.
Omong-omong kenapa Marvin sensitif sekali?
Asumsi terkuatnya ialah Raja Dion sekali lagi memanas-manasi Marvin ketika duel Ava selesai. Bukan kali pertama ini sang raja secara gamblang membanding-bandingkan putra dan putrinya. Mungkin kali ini sindiran Raja Dion terasa lebih pedih dari biasanya karena Marvin tahu kalau Ava hanyalah boneka pengganti kakaknya.
Kenyataan bahwa orang asing yang mendadak muncul masih saja lebih baik di mata ayahnya pasti memperburuk kestabilan mentalnya.
Marvin pergi tanpa mengucapkan kata
__ADS_1
Setelah itu, sesi pemberian kado yang tertunda pun dilanjutkan. Jajaran buku dan perhiasan Ava terima dengan senang hati.
Namun lama kelamaan ia juga bosan, atau mungkin inilah efek staminanya yang berkurang karena duel tadi? Aktivitas melelahkan yang tidak ia rencanakan, Ava berusaha agar tidak menguap. Akhirnya, setelah seorang Baron kaya mempersembahkan kalung mutiara. Sesi selanjutnya langsung dimulai.
Ava berdiri, "Sebagai bentuk apresiasi atas hadiah-hadiah yang diberikan, saya mempersembahkan pertunjukan menarik bagi tamu undangan sekalian." Para pelayan segera menggiring sopan bangsawan-bangsawan yang hadir ke halaman depan istana.
Syut! Duar!
Syut! Duar!
Langit berselimut gelap malam dengan indah dihiasi akan percikan kembang api yang megah. Banyak yang menggumam kagum.
Ava menemukan formasi rune beratributkan api, cahaya, dan metal dalam tumpukan kertas di kantor Ev, formasi yang awalnya dianggap tidak berguna dalam pertarungan. Mage istana yang ditugasi Ava senang bukan kepalang ketika ia menugaskannya dalam mengembangkan serta memodifikasi rune tersebut, karena dengan itu namanya akan bersanding dengan nama besar Putri Eve dalam laporan sihir walaupun dia hanya melakukan langkah terakhir.
Hasilnya, kembang api yang dipertunjukkan dalam pesta ulang tahun Putri Eve. Akan tetapi, hanya tiga baris kembang api yang dinyalakan.
Seharusnya pertunjukan ini berjalan hingga setengah jam. Ratu Isabel menyisihkan banyak sekali dana untuk hiburan, bahkan dalam gladi bersih Ava melihat gambar percikan api yang merangkum keberhasilan Putri Eve selama ini. Namun kini, hanya kegelapan serta keheningan canggung memenuhi angkasa.
Omong-omong ... apakah malam ini memang mendung? Tidak ada cahaya bulan ataupun kerlip bintang yang menyinari mereka.
Aneh.
Akan tetapi, belum sempat mengeluh, tanah pijakan mereka bergoyang hebat.
__ADS_1
"Ah!"
"Woah!"
Banyak yang kehilangan keseimbangan hingga tersungkur ke tanah.
Gempa? Di pulau yang melayang?
"Penjaga, cek keadaan mage di tower sihir!" Ava seketika memerintah.
Pertunjukan kembang api serta keseimbangan pulau keduanya diurus oleh mage istana. Mekanik dari pulau melayang tersebut didasari oleh artifak buatan Eve yang disuplai bergiliran dengan mana oleh mage yang ditugaskan. Satu kali pengisian membutuhkan hingga 10 orang, dan efek bertahan sampai 3 bulan.
Tapi belum saatnya daya tersebut habis.
Artinya, ada yang mengganggu artifak buatan Eve itu sendiri. Ditambah lagi, hiburan kembang api yang seharusnya mencapai setengah jam, dipotong singkat pada menit pertama.
Apa mereka akan jatuh? Menimpa ibu kota di bawahnya?
Pengkhianat atau penyusup?
Kini, semua orang berada di tempat terbuka. Tanpa pelindung. Rawan untuk diserang.
Untung saja Ratu Isabel juga tanggap dalam situasi krisis mendadak ini. "Penjaga, lindungi para tamu! Silahkan berbaris untuk masuk ke dalam istana, jangan saling mendorong! Dan siapa saja yang memiliki artifak pertahanan, segera dipakai!"
__ADS_1
Dengan berkumpulnya orang-orang pada satu tempat, akan lebih mudah bagi mage penjaga untuk membangun barrier pelindung yang terkonsentrasi dalam satu bangunan.
Sayangnya, musuh yang datang tidak sabar menunggu.